Google

Thursday, January 31, 2008

Setiap Bangsa Memerlukan Powerhouse

Topic : Government - Business

Tidak ada salahnya bagi setiap bangsa memiliki perusahaan superbesar yang kita sebut sebagai sebuah powerhouse. Kita memang memerlukan banyak UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk menyediakan banyak lapangan pekerjaan (massive employment). Tetapi kita juga butuh sejumlah powerhouse untuk mengembangkan teknologi dan menggarap kekayaan bumi Indonesia.

Tanpa powerhouse tak akan ada pesawat terbang, kereta api, mobil, sepeda motor, perjalan wisata ke manca negara, produk-produk kimia, alat-alat kesehatan dan obat-obatan, makanan dalam kemasan, computer dan peranti lunaknya, besi baja, tembaga bahkan migas. Kita memerlukan powerhouse untuk mengembangkan teknologi, memelopori produk baru yang terus dibutuhkan dan mengolah kekayaan alam dari perut bumi. Powerhouse memiliki skala usaha yang besar karena kita memerlukan efisiensi. Setiap negara yang maju pasti didukung oleh sejumlah powerhouse. Dan semakin suatu negara, makin banyak dan makin beragam pula jenis powerhouse-nya.

Amerika Serikat, misalnya, didukung oleh Exxon, Coca Cola, IBM, General Motors, Ford, Boeing, Westinghouse, Du Pont, Xerox, Caterpillar, Microsoft, Motorola, Freeport, Wallmart, P&G dan lain sebagainya.

Jerman memiliki Mercedez, BMW, Audi, Siemens dan seterusnya. Inggris memiliki Lever Brothers (Unilever) dan Mark&Spencer. Finlandia memiliki Nokia. Jepang didukung oleh Sumitomo, Sony, Panasonic, Honda, Toyota dan Yamaha.

Korea Selatan membangun ekonominya lewat Samsung, Daewoo, LG, Hyundai dan Posco.Sementara India maju berkat Bajaj, Infosyss, TCS, Mithal Steel dan Tata Group.Sementara Arab Saudi hanya mengandalkan satu powerhouse saja yakni Saudi Aramco.

Keberadaan perusahaan-perusahaan besar itu menjadi sangat penting karena sejumlah hal. Pertama. ia menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang sangat besar. Kedua, powerhouse adalah penyumbang GDP dan penerimaan negara (melalui pajak dan pembangunan infrastruktur) yang sangat penting. Ketiga, mengembangkan teknologi. Selain besar dalam segala hal, powerhouse mengembangkan teknologi baru. Keempat, bagi negara-negara berkembang powerhouse adalah simbol kemajuan bagi bangsanya. Mari kita lihat apa yang terjadi di RRC. Pada tahun 1995, tak lama setelah RRC membuka diri dan membiarkan modal asing masuk ke negeri yang dulu dikenal sebagai “tirai bambu”. Majalah Fortune hanya mencatat tiga nama powerhouse saja. Sejalan dengan bangkitnya RRC pada tahun 2002 jumlah telah bertambah menjadi 10 buah dengan bidang usaha yang beragam dari telekomunikasi hingga perbankan.

Bayangkan hidup tanpa powerhouse. Kita tidak mungkin mendulang emas, membuat pesawat, mengolah bahan-bahan kimia, menggali minyak dan mengolah gas dengan perusahaan-perusahaan kecil.

Bagaimana dengan Indonesia? Mampukah perusahaan seperti Pertamina dapat kembali menjadi powerhouse bagi Indonesia?

Sumber : Rhenald Kasali, “ Mutasi DNA Powerhouse : Pertamina on the Move”, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008

Wednesday, January 30, 2008

Mau Kemana Orang Tua yang Ingin Sehat ?

Topic : Academic - Government

Hidup di usia lanjut itu pada dasarnya bagaimana caranya agar bisa hidup sehat. Health is not everything, but without health everything is nothing. Kesehatan bukan segala-galanya tetapi tanpa kesehatan segala-galanya tidak ada artinya. Demikian kata-kata itu dikutip Titus Kurniadi.

Titus Kurniadi adalah Ketua Umum Lembaga Lanjut Usia Indonesia, suatu lembaga ang menghimpun dan menaungi semua organisasi usia lanjut di Indonesia yang skalanya nasional. Lebih 60 organisasi lanjut usia berhimpun di dalamnya.

Menurut Dr. Dr. Ch. Heriawan Soejono, SpPD, Kger, Mepid pada tahun 2005 terdapat sekitar 16,44 juta kaum lanjut usia yang berumur di atas 60 tahun atau sekitar 8,15 persen dari populasi penduduk Indonesia. Pada tahun 2010 jumahnya akan meningkat menjadi 19 juta orang. Dr. Doddy Partomihardjo memperkirakan dari 16 juta orang lanjut usia itu hanya 1 persen atau sekitar 160. 000 orang saja yang dalam kondisi mampu dan menikmati hari tua sementara sisanya dalam kondisi papa serta tidak memiliki penghasilan yang memadai.

Titus Kurniadi adalah Ketua Umum Lembaga Lanjut Usia Indonesia, suatu lembaga yang menghimpun dan menaungi semua organisasi usia lanjut di Indonesia yang skalanya nasional. Lebih 60 organisasi lanjut usia berhimpun di dalamnya.

Orang tua yang sakit makin banyak bahkan tidak usah tunggu tua masih mudapun sekarang sudah pada sakit. Jadi artinya dalam hidup kita ada yang salah. Kalau semua berjalan dengan baik orang akan akan menjadi makin sehat. Tetapi sekarang orang umurnya makin panjang makin sakit.

Seorang dokter terkenal mengatakan bahwa kalau orang usia 65 tahun ke atas punya dua macam penyakit sudah harus sangat bersyukur. Karena sepantasnya penyakitnya lebih dari 2 macam.

Ia menekanankan betapa pentingnya hidup sehat. Sekarang ini, menurut Titus, tidak ada orang bicara hidup sehat. Semua orang menempuh jalannya sendiri-sendiri. Ada suplemen tinggal makan. Padahal jumlahnya di pasar ada ribuan macam.

Sekarang ini orang mau sehat tidak tahu harus kemana? Ke RS tidak bisa karena Rumah Sakit itu untuk orang sakit. ”Kami orang tua ingin sehat dan kami ingin lebih sehat. Jadi kami bisanya pergi ke pusat kebugaran (fitness centre),” kata Titus.

Di tempat itu Titus dan kawan-kawannya didatangi para penjual suplemen makanan. ”Kami percaya dan kami beli-beli saja. Kami juga ditawari terapi macam-macam seperti Auto Urine Therapie. Sudah buntu tidak punya jalan lain ya apa boleh buat ...,” ujarnya sambil tertawa.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda?



Masalah Etika Pemanfaatan Sel Punca


By DR.dr. Armyn Nurdin, MSc
Asisten Deputi Menko Kesra Bidang Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup


Sejauh ini penggunaan sel punca embrionik masih dibayangi masalah etika dan dilarang di beberapa negara seperti di AS dan Perancis. Pemerintah AS melarang pendanaan penelitian yang menggunakan sel punca yang berasal dari embrio, tetapi tidak melarang penelitian itu sendiri. Hal ini menyebabkan penelitian dilakukan pihak swasta tanpa pengawasan yang baik.

Namun, di beberapa negara seperti Singapura, Korea dan India penggunaan sel punca embrionik manusia untuk kdokteran regeneratif diperbolehkan. Kanada membolehkan penggunaan sisa bayi tabung untuk penelitian sel punca. Swedia mendukung kegiatan pengklonan embrio untuk tujuan pengobatan. Di Inggris, pihak swasta diperbolehkan membuat sel punca dari embrio.

Bahkan, Singapura menanamkan modal dalam upaya penelitain selpunca yang berasal dari embrio sebesar 300 juta AS dengan mengembangkan biopolis, suatu taman ilmu yang modern dengan tujuan khusus penelitiansel punca (stem cell). Di Singapura juga telah didirikan suatu bank penyimpanan darah tali pusat.

Permasalahan etika disebabkan sumber sel punca berupa embrio dari hasil abortus, zigot sisa dan hasil pengklonan. Hal ini menimbulkan bebagai pertanyaan seperti apakah penelitian embrio manusia secara moral dapat dipertanggungjawabkan? Apakah penelitian yang menyebabkan kematian embrio itu melanggar hak asasi manusia dan berkurangnya penghormatan pada mahluk hidup?

Pengklonan embrio manusia untuk memperoleh sel induk menimbulkan kontroversi lantaran berhubungan dengan pengklonan manusia atau pengklonan reproduksi yang ditentang semua agama. Dalam proses pemanenan selpunca dari embrio terjadi kerusakan pada embrio yang menyebabkan hal ini sulit diterima.Karena itu pembuatan embrio untuk tujuan penelitian merupakan hal yang tidak dapat diterima banyak pihak.

Perdebatan tentang status moral embrio berkisar tentang apakah embrio harus diperlakukan sebagai manusia atau sesuatu yang berpotensi sebagai manusia, atau sebagai jaringan hidup. Pandangan yang moderat menganggap suatu embrio berhak mendapat penghormatan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Semakin tua usia embrio kian tinggi tingkat penghormatan yang diberikan.

Pandangan liberal menganggap embrio pada stadium blastosis hanya sebagai gumpalan sel dan belum merupkan manusia sehingga dapat dipakai untuk penelitian. Namun, pandangan konservatif menganggap blastosis sebagai mahluk hidup.

Tuesday, January 29, 2008

Tahukah Anda ?

Manfaat dan Fungsi Sel Punca (Stem Cell)

By DR.dr. Armyn Nurdin, MSc
Asisten Deputi Menko Kesra Bidang Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup

Banyak harapan yang timbul dari penelitian sel punca dari embrio ini. Sel ini berpotensi berkembang menjadi berbagai jenis sel yang menyusun aneka jenis organ tubuh. Sungguh luar biasa.

Sel punca embrionik maupun sel punca dewasa sangat besar potensinya untuk mengobati berbagai penyakit degeneratif seperti :

1. Penyakit kardiovaskuker, seperti ischemik, infark miokardial, dekompensasi kordis, cardiac arrhythmia.
2. Penyakit endokrin : kencing manis dan konmplikasinya.
3. Penyakit genetik : Cystic fibrosis, muskular distropi dan sebagainya.
4. Penyakit penuaan : impotensi, kehilangan libido, menopause, anti penuaan
5. Penyakit paru : asthma bronchiale, emphysema, fibrosis dan lain-lain.
6. Haematological diseases : thalassemia, sickle cell anemia, aplastik anemia
7. Central Nervous System diseases : Parkinson’s, demyelinization diseases dll.
8. Berbagai macam kanker : terutama kanker darah (leukemia) dan osteoarthritis
9. Transplantasi
10. Penyakit genetic : Cystic fibrosis, muscular dystrophy, familial dysautonomy
11. Penyakit kromosom : Down syndrome, syndrome of fragile chromosome type A, turner syndrome
12. Penyakit saluran cerna : Atropic ganstritis, chronic pancreatitis, interstinal malabsorbsi, crohn’s diseases, ulceratif colitis.
13. Penyakit kulit :psoriasis, chronic eczemas, requiring skin grafts
14. Penyakit ginjal :nephritic syndrome, glomerulonephritis, genetic diseases of renal tubules

Monday, January 28, 2008

Belanja TI Kalbe Meningkat Secara Signifikan

Topic : Business
By Ari Satriyo Wibowo

Pertumbuhan penjualan Kalbe sebagai perusahaan Tbk tahun lalu hingga tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan yakni sekitar 14-15%. Angka tersebut sedikit di atas perumbuhan rata-rata industri farmasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Vidjongtius, Director Kalbe, dalam konferensi pers dengan wartawan pada acara penandatangan kerjasama Teknologi Informasi (TI) IBM-Kalbe minggu lalu. Besaran angkanya menurutnya sekitar Rp 7 triliun.

Masih menurut Vidjongtius, setiap tahun Kalbe mengganggarkan dana untuk pengeluaran modal sekitar 7-8 % dari penjualan. “Jadi kalau dihitung sekitar Rp 500 miliar untuk pengeluaran modal,” ujarnya.

Alokasi dana untuk pengembangan TI mengalami peningkatan secara signifikan yakni menjadi 10 persen dari pengeluaran modal. “ Kalau ditanya 3 tahun lalu mungkin alokasinya hanya 1 persen. Sekarang zaman sudah berubah, kalau tidak memanfaatkan TI maka kita tidak bisa berbisnis,” ungkap Vidjongtius.

Vidjongtius mengaku meminta alokasi dana dinaikkan menjadi 10 persen sehingga kini jumlahnya sekitar Rp 50 miliar. “Bila hal itu dilakukan secara reguler maka pada tahun 2010 sasaran untuk menjadi pemain global akan tercapai,” Vidjongtius menambahkan.

Sementara untuk kegiatan R&D Kalbe mengalokasikan dana Rp 70-80 miliar. Kegiatan visual dari R&D itu mewujud dalam bentuk peluncuran produk baru. Promag, salah satu produk unggulan Kalbe, siap melincurkan Promag Double Actiom sebagai hasil R&D. Sementara, PT Bintang Toedjoe salah satu anak perusahaan Kalbe, akan meluncurkan Extra Joss rasa hangat. Selama ini, produk itu hanya menyajikan varian rasa dingin. Tes pasar untuk Joss Fit rasa Jahe itu dilakukan di kota Bandung. “Itu pengeluaran yang cukup baik sekalipun R&D untuk produk baru belum tentu sukses,” pungkas Vidjongtius.

Bagaimana pendapat Anda ?

Saturday, January 26, 2008

Dari Seminar "Active Aging to Slowdown the Aging Process" : Puasa Senin – Kamis Bisa Memperlambat Proses Penuaan







Topic : Academic, Business, Government

Ruang rapat di Gedung Rektorat UI Lantai 3 Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta yang berkapasitas maksimal 100 orang, Sabtu, 26 Januari 2008 itu tampak penuh sesak. Peserta seminar setengah hari ”Active Aging to Slowdown the Aging Process “ itu tampak antusias mengikuti seminar yang menampil pembicara dr. Boenjamin Setiawan,PhD (SCI), Dr. Martha Tilaar (Grup Martha Tilaar), Dr. Heriawan Soejono (Unit Geriarti FKUI) serta Dr. Aris Ananta dan Dr. Eva N. Arifin (Iseas) dan Prof. Tribudi dari Pusat Penelitian Kesehatan UI.

Mengapa proses penuaan diseminarkan? Menurut dr. Boenjamin Setiawan, PhD, salah satu pembicara, semua mahluk pada akhirnya akan menjadi tua. Pohon yang berumur panjang adalah pohon Cypress di California, AS yang umurnya bisa ribuan tahun dengan tinggi mencapai 52 meter dan batangnya memiliki jari-jari 3 meter.

Apa rahasia agar suatu mahluk hidup bisa hidup lama? Tak lain bahwa harus tumbuh terus. Bila suatu mahluk berhenti tumbuh maka dia akan mati.

Analogi yang sama dapat diterapkan pada manusia. Walaupun umurnya sudah lanjut diharapkan kaum lansia tetap bisa aktif berpikir dan bekerja agar bisa hidup lebih panjang. Mantan PM Singapura Lee Kuan Yew mengatakan,” Don’t stop working because if you retired you are waiting for your dead.”

Dalam kesempatan menyampaikan makalah berjudul “Stem Cell to Slowdown the Aging Process” tersebut, dr. Boen mengungkapkan pentingnya akademisi bekerjasama dengan bisnis Hal itu karena akademi adalah tempatnya sumber daya manusia terdidik sekaligus sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena alokasi dan R&D umumnya kecil sebaiknya difokuskan pada ilmu terapan. Dalam hal ini bisnis adalah tempat untuk mengkonversi iptek menjadi produk praktis yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara, bisnis adalah tempat untuk mengonversi iptek menjadi produk praktis yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah adalah katalisator untuk menciptakan peraturan yang kondusif untuk inovasi melalui R&D. Oleh karena itu ABG harus membentuk kerjasama ABG yang terintegrasi secara ”Seamless” dan mengubah budaya mempersulit menjadi budaya gotong royong.

Menurut dr. Boen ada lima proses penuaan yang masing terdiri dari 5 teori patogenesis, 5 faktor pengaruh, 5 faktor gaya hidup, 5 penyakit utama dan 5 upaya tindakan atau pengobatan.

Teori patogenesis terdiri dari teori genetik yang membahas mengenai kerusakan DNA, teori Reactive Oxygen Species (ROS) yang membahas kerusakan sel akibat oksidasi, teori apoptosis, teori hormon yang memanfaatkan hormon pertumbuhan dan teori stem cell.

Faktor pengaruh terdiri dari faktor kerusakan DNA, faktor gaya hidup, faktor Calorie Restriction and Adequate Nutrition (CRAN), faktor gen atau keturunan dan faktor mental, psikologis dan stress.

Yang paling mudah dipengaruhi adalah faktor gaya hidup .Pertama, adalah CRAN (Calorie Restriction and Adequate Nutrition). Dengan mengurangi kalori dan melakukan puasa teratur maka umur manusia bisa bertambah 30 – 40 tahun. Kedua, minum obat antiaging seperti antioksidan,DHA, hormon pertumbuhan dapat memperpanjang usia 20-30 tahun. Ketiga, gerak badan dan olah raga teratur (lari pagi) dapat menambah usia 20-30 tahun. Sedangkan, sifat optimis banyak ketawa, bergembira dan berlibur teratur serta melakukan pemeriksaan secara teratur mampu memperpanjang umur antara 15 dan 20 tahun. ”Sebetulnya budaya Puasa Senin-Kamis di Indonesia ada manfaatnya (untuk memperpanjang usia) , ” kata dr. Boen. Ia mengaku sudah tidak makan nasi untuk mengurangi asupan kalori tetapi bahan makanan yang mengandung protein tetap dikonsumsi.

Sedangkan lima penyakit utama kaum lansia adalah pertama penyakit Kardiovaskuler, Atherosklerosis, Tekanan Darah Tinggi mengakibatkan AMI dan Stroke.Kedua, kanker, karena mekanisme kekebalan tubuh lansia menurun. Ketiga, infeksi, terutama Bronchpneumoni karena imunitas menurun.Keempat, Osteo-arthritis dan kelima diabetes.

Adapun panca tindakan atau pengobatan yang dapat dilakukan pada kaum lansia antara lain berupa 1) Terapi Gen, tetapi masih lama pelaksanannya, 2) Suplementasi hormonal, tetapi saat ini masih kontradiktif 3) Modulasi Nutrisi atau you are what you eat atau CRAN. Ini yang paling murah dan dianjurkan. 4) intervensi dengan antioksidan idan dan lain-lain molekul (Q10, Glisodin dll). 5) Transfusi Stem Cell (EPC, Adipose DMSC, dll)

Menurut dr. Boen terapi stem cell saat ini memang masih mahal. Biaya mahal karena stem cell harus dipisahkan dan dikembangbiakan. Dikembangbiakan mahal karena penelitian tersebut mahal dan kebanyakan dilakukan di Barat.”Tetapi kalau sudah banyak dilakukan seperti di RRC dan India , pasti biayanya tidak akan mahal lagi,” ujarnya.

Sementara Dr. Martha Tilaar dalam presentasinya “Traditional and Natural Values to Improve the Beauty of Older Person” mengharapkan agar bangsa ini dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki sejak dulu. Seperti tradisi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dulu pernah eksis. Saat ini dari sekitar 30.000 spesies tanaman obat yang dimiliki Indonesia perusahaannya baru memanfaatkan sekitar 700 spesies saja.

Selain itu, di herbal, ada konsep healing power. ”Tubuh kita minum dan tubuh kita yang menyembuhkan sendiri. Di herbal medicine juga ada konsep substance,” Martha Tillaar menambahkan.

Pada kesempatan itu, juga dicanangkan tentang pendirian ICADS (International Center for Aging and Development Studies) yang diketuai Prof. Tribudi W. Rahardjo, dengan wakil Dr. Eva N. Arifin. Pertemuan lanjutan akan diselenggarakan termasuk untuk keperluan penghimpunan dana. UI akan mendirikan tempat untuk kegiatan ini, bahkan rumah rektor dapat digunakan untuk pertemuan ICADS.

Dalam seminar itu juga diselenggarakan sebuh riset kesehatan kecil-kecilan yang menunjukkan bahwa dari peserta seminar yang berusia 60 tahun ke atas ternyata 33% menderita hipertensi.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?



Cara Memperoleh Sel Punca (Stem Cell)

By DR. dr. Armyn Nurdin, MSc
Asisten Deputy Menko Kesra Bidang Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup


Ketika sel sperma baru saja bertemu dengan sel telur terbentuklah inti sel yang dikelilingi inner layer cell dan air. Satu bagian sel dari inner layer cell inilah yang diambil untuk mendapatkan sel punca.

Sementara sel punca yang diambil dari tali pusat atau darah plasenta biasanya diambil sebanyak minimal 75-100 ml. Dari darah plasenta sebanyak itu, diharapkan akan mendapatkan sel punca yang pas jumlahnya. Darah plasenta yang diambil masih berupa campuran sel darah merah, sel darah putih, sel trombosit dan lainnya. Setelah itu, harus dipisahkan untuk mendapatkan sel punca-nya.

Tak semua ibu hamil yang akan melahirkan dapat begitu saja mendonorkan sel punca-nya . Seorang ibu dapat mendonorkan darah plasentanya di usia kehamilan 34 minggu, dengan syarat :

a. Ia harus memerikasakan darahnya di laboratorium untuk mengetahui riwayat penyakitnya, seperti infeksi menular, hepatitis B, heptitis C, HIV/AIDS. Termasuk wawancara soal riwayat kesehatan keluarganya untuk mengetahui penyakit genetiknya.Janinnya pun harus diperiksa, apakah nantinya akan mengalami cacat congenital, berpotensi membawa sel tumor atau tidak.

b. Jika sudah lolos tes medis, saat persalinan dokter dan tim laboratorium harus sudah siap melakukan pengambilan sel punca dari darah tali pusat ini, termasuk menyediakan tempat khusus untuk menyimpan darah plasenta beruhu – 90 derajat Celcius.

c. Sesaat setelah bayi dilahirkan, plasenta (tali pusat) jangan langsung digunting. Syarat pengambilan sel punca (stem cell), plasenta masih harus dalam keadaan berdenyut atau maksimal 3 menit setelah bayi dilahirkan. Jika plasentanya sudah tidak berdenyut, darah menjadi statis dan sulit untuk diambil , dan darah tali pusat tidak mungkin lagi didonorkan.

d. Setelah sel punca (stem cell) sampai ke bank penyimpanan, belum tentu dapat langsung diberikan kepada pasien yang membutuhkannya. Sejauh ini, sudah tercatat ada sekitar 2-3 pasien anak-anak penderita leukemia yang berhasil diselamatkan dengan stem cell dari darah tali pusat. Secara teori, siapa pun dapat menerima sel punca ini tanpa terpengaruh perbedaan ras, usia, maupun jenis kelamin, selama ada kesamaan HLA (Human Lycocite Antigen). Jika HLA antara stem cell donor dengan penerima donor sama, meski tak memiliki hubungan darah tetap bisa diberikan.

Friday, January 25, 2008

Dari Pertemuan Koordinasi Pemanfaatan Stem Cell di Kantor Menko Kesra






Topic : Government

Tahukah Anda ?

Pencerahan Sel Punca dari DR.dr.Armyn Nurdin, Msc ( Bagian 1)

Apa itu Sel Punca (Stem Sel)?

By Dr.dr. Armyn Nurdin, MSc,
Asisten Deputi Menko Kesra Bidang Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup

Sel Punca ( Stem Cell) adalah sel yang dalam perkembangan embrio manusia merupakan sel awal yang tumbuh menjadi berbagai organ manusia. Sel ini belum terspesialisasi (belum terspesialisasi menjadi organ-organ tubuh manusia seperti ginjal, jantung, hati,tulang, daging,kulit dan lain-lain) dan mampu berdiferensiasi menjadi berbagai sel matang serta mampu meregenerasi diri sendiri.

Sel punca mempunyai kemampuan untuk otoregenerasi (mereplikasi diri) dalam waktu yang tak terbatas dengan tetap tidak terspesialisasi, dengan rangsangan dan kondisi tertentu, stem cell bisa menumbuhkan sel yang terspesialisasi.

Ini berbeda dengan sel manusia lainnya di mana sel-sel itu sudah terspesialisasi sehingga sel-sel itu hanya bisa menjadi jaringan yang menjadi bagiannya dan tidak bisa menjadi sel lainnya.

Oleh karena sifatnya yang bisa menjadi banyak macam sel itu, stem cel bisa dipakai untuk terapi regeneratif dan reparatif dari penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh karena kerusakan sel, misalnya Parkinson, Alzheimer, Hutington dan masih banyak yang lainnya. Sel-sel yang rusak itu akan diganti oleh sel baru yang berasal dari stem cell itu.

Berdasarkan sumbernya, sel punca dibagi menjadi sel punca embrionik (embryonic stem cell) dan sel punca dewasa (adult stem cell).

Sel Punca Embrionik (Embryonic Stem Cell) adalah sel yang diambil dari inner cell mass (ICM) , suatu kumpulan sel yang terletak di satu sisi blastocyst yang berusia lima hari dan terdirii atas seratus sel. Sel ini dapat berkembang biak dalam media kultur optimal menjadi berbagai sel, seperti sel jantung, sel kulit dan sel saraf.

Sel Punca Dewasa (Adult Stem Cell) adalah sel punca yang terdapat di semua organ tubuh, terutama di dalam sumsum tulang belakang dan berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Sel punca dewasa dapat diambil dari fetus, sumsum tulang dan darah tali pusar.

Thursday, January 24, 2008

DNA Entrepreneurs : Be Entrepreneur, Be Wealthy


Topic : Academic, Business

By Ari Satriyo Wibowo

Sekarang banyak orang bikin seminar “Cara Cepat Menjadi Kaya”. Dulu butuh waktu 2 tahun lewat acara jingkrak-jingkrak atau pakai hipnotis. Lama-kelamaan waktunya makin singkat saja yakni tinggal 2 bulan dan terakhir orang rupanya sudah kehabisan akal untuk membujuk sehingga akhirnya cukup membutuhkan 2 menit saja untuk menjadi kaya . ”Makin gila saja orang. Cara-cara seperti itu bukan entrepreneur lah ,” ujar Rhenald Kasali dalam Imulai Technology Entrepreurs Conference di gedung BlitzMegaplex, Sudirman Place Lantai 6, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis pagi ini. Acara konferensi itu diakhiri dengan nonton bareng film "American Gangster" yang dibintangi Denzel Washington dan Russel Crow.

Menurut Rhenald Kasali, kaya boleh saja tetapi yang lebih penting adalah sejahtera atau Wealthy. "Anda kaya tetapi Anda tetap bisa tidur enak. Anda bisa beli tempat tidur sekaligus Anda bisa beli tidur," katanya.

Entrepreneur adalah sosok orang yang mengembangkan sedemikian rupa sehingga ia akhirnya bisa memberikan sesuatu dan memberikan kesejahteraan bagi lingkungan.

Almarhun Ken Sudarto mengatakan bahwa untuk menjadi entrepereneur kita harus memiliki mimpi besar dengan langkah kecil dan bertindak sekarang juga.

Ketika melakukan ini semua kita tidak dengan serta merta langsung mendapat penerimaan pasar. Hal ini karena untuk itu diperlukan reputasi. "Para nabi-nabi besar yang mampu mengubah dunia adalah tergolong spiritual entrepreneur. Mereka dari awal adalah orang-orang yang membangun kepercayaan," ujar Rhenald.

Saat ini, Rhenald Kasali sedang membuat riset tentang warna-warni otak. Yang menarik sebagian besar mahasiswanya mind colour- nya adalah "green". Apa itu "green"? Logic,scientific dan penyendiri. Mereka beranggapan orang-orang yang hebat adalah orang yang sama-sama green.

Sedangkan Entrepreneur itu cenderung warnanya adalah "orange". Agak fleksibel, memiliki seribu akal dan resourceful. Oleh Green kalangan entrepreneur dianggap manipulatif dan disorganize.Sedangkan CEO warnanya "yellow". Rigid, structure, jika bekerja sudah terpola.

Menurut Rhenald Kasali setiap entrepreneur perlu menyiapkan kuda untuk ditunggangi.

Setiap bisnis memerlukan kuda untuk ditunggangi. " Bila diri Anda hebat maka diri Anda adalah kudanya sendiri. Itu adalah orang yang pintar, lobinya bagus dan sebagainya, " tutur Rhenald.

Mungkin Anda nggak bisa jadi kuda bagi diri Anda sendiri. "Maka carilah mertua yang kaya dan anaknya cuma satu," ujar Rhenald dengan nada bercanda.

Ia kemudian bercerita, dulu sewaktu Bush senior menjadi Presiden AS ia memiliki wakil presiden bernama Dan Quaile. Ketika Bush senior kena serangan jantung rakyat AS panik. Mengapa? Rakyat AS tahu bahwa Dan Quaile adalah orang yang bodoh. Bahkan, untuk mengeja ”potatoe” sekalipun tidak bisa sehingga menjadi bahan tertawaan rakyat AS. Kenapa seorang yang bodoh bisa jadi Wapres? Karena dia pintar menunggang kuda. Waktu kuliah kerjanya hanya bermain golf dan bergaul dengan orang Partai Republik, anak orang kaya dan anak-anak senator. Dan ternyata dia bisa menjadi wapres gara-gara cuma begitu.”Kuda itu macam-macam.Brand image, networking adalah kuda Anda,” Rhenald Kasali menambahkan.

DNA biologi manusia mengatakan bahwa manusia mempunyai dua untaian protein yang disambung dengan tangga-tangga genetika. Ada kodenya Adenin, Guanin, Tymin dan Cytosin. Begitu salah satu kromosom berubah maka manusia cacat. Pada dasarnya DNA biologi manusia bersifat tetap.

Tetapi memasuki tahun 2005 para ahli sudah bosan dengan dengan teori genetika biologi pada akhirnya mencetuskan Behavioral Genetics.

Kalau Anda makan daging sapi terus-terus menerus maka Anda tidak akan berubah menjadi sapi. Tetapi Teori Behavioral Genetics mengatakan Anda akan menjadi sapi bila Anda makan, tidur dan bekerja setiap hari dengan para sapi. Jadi, kalau Anda setiap hari bergaul dengan para sapi maka Anda akan berubah menjadi sapi.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi entrepreneur bergaul lah dengan kalangan entrepreneur pula. "Sebab bila Anda bergaul dengan para sapi maka Anda akan jadi sapi bukan entrepreneur," tegas Rhenald Kasali.

Bagaimana pendapat Anda?

Tidak Berdaulat Atas Pangan

Topic : Government

Opini Harian Kompas, Kamis, 24 Januari 2008

By Dwi Andreas Santosa

Kenaikan harga komoditas pangan yang terjadi di dunia merupakan gabungan dari tiga faktor yang saling memperkuat, yaitu kenaikan harga minyak bumi yang meningkatkan biaya produksi, perubahan iklim global, dan konversi komoditas pangan ke bahan bakar nabati atau BBN.

Perubahan iklim menyebabkan sebagian gandum di Argentina mengalami kerusakan akibat musim dingin yang hebat. Di sisi lain gandum di Australia mengalami kekeringan yang parah menurunkan produksi hingga lima juta metrik ton tahun 2007.

Tahun 2008 ini produksi gandum dunia diperkirakan akan menurun karena sebagian petani gandum beralih menanam kedelai dan jagung yang dinilai lebih menguntungkan.

Konversi

Jagung juga setali tiga uang. Amerika Serikat (AS), salah satu produsen jagung dan pangan transgenik terbesar di dunia, meningkatkan areal tanam jagung pada tahun 2007. Peningkatan areal itu ternyata tidak diikuti peningkatan produksi dan kemampuan pasokan karena hasil per hektarnya menurun. Stok jagung dunia dan harga langsung terpengaruh karena di saat bersamaan kebutuhan jagung untuk pakan dan konversi ke BBN di AS meningkat tajam.

Kondisi kedelai lebih parah lagi. Jumlah luas tanam dan panen kedelai di AS tahun 2007 menurun yang menyebabkan produksi total ikut menurun. Pada akhir tahun pemasaran di musim panas tahun 2008, kelangkaan kedelai akan terjadi karena stok tersisa hanya untuk 21 hari. Negara produsen kedelai utama lainnya mengalami nasib sama. Jumlah hujan yang kurang dari normal pada tahun 2007 telah menurunkan produksi kedelai di Amerika Latin, terutama Argentina dan Brasil. Panen kedelai dunia diperkirakan akan turun 6,5 persen di tahun 2008.

Harga jagung akan mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun terakhir, kedelai dalam 35 tahun terakhir, dan gandum sepanjang sejarah di tahun 2008. Hanya dalam tempo kurang dari empat tahun, harga gandum telah meningkat hampir 300 persen. Stok global gandum mencapai titik terendah selama 26 tahun.

Akibatnya, negara seperti Indonesia yang tidak memiliki kedaulatan atas pangan akan menerima dampak paling parah.

Langkah Indonesia

Kedaulatan pangan tercapai bila kita tidak lagi didikte oleh fluktuasi produksi dan harga pangan internasional, tidak tergantung benih (transgenik, hibrida, dan benih unggul) yang sebagian besar dikuasai perusahaan multinasional, petani berdaulat atas tanah dan produknya terlindungi serta tidak membiarkannya berjuang sendirian di kancah persaingan global.

Hal penting lainnya adalah ”tidak peka tanda alam”. Kursi-kursi pada konferensi perubahan iklim dunia di Bali masih hangat saat banjir dan longsor melanda sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam skala yang belum pernah terjadi selama 40 tahun terakhir. Lalu dinyatakan, itu tidak akan memengaruhi ketahanan pangan kita di tahun ini.

Kelompok yang paling parah menerima dampak perubahan iklim global adalah petani kecil atau petani subsisten di negara berkembang (Morton, 2007). Kepekaan mereka yang tinggi terhadap perubahan iklim disebabkan sebagian besar dari mereka hidup di wilayah tropis dan berbagai kecenderungan sosio-ekonomi, demografi dan kebijakan pemerintah membatasi kemampuan mereka untuk beradaptasi.

Perubahan hidrologis

Perubahan hidrologis akan memengaruhi seluruh proses dalam tanah ke arah negatif. Erosi tanah akan meningkat di seluruh dunia. Menurunnya daya dukung tanah akan berdampak langsung ke produksi pangan. Banjir dan kekeringan ekstrem akan lebih sering terjadi (Schmidhuber dan Tubiello, 2007) yang mengancam pasokan pangan global. Produksi biji-bijian, terutama jagung, di negara tropis akan mendapat dampak terbesar dan diperkirakan menurun hingga 10 persen tahun 2055.

Untuk Indonesia, musim hujan yang diawali dengan curah hujan di atas normal merupakan tanda alam yang patut diwaspadai karena musim hujan kemungkinan lebih pendek dan kemarau lebih panjang. Memasang target peningkatan produksi (padi lima persen, kedelai 20 persen, dan jagung 20 persen) tanpa meninjau ulang berbagai aspek terkait kedaulatan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim akan menjadi retorika belaka.

Dwi Andreas Santosa Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB

Tahukah Anda ?




Siapa Berminat Menjadi Pemasok Biomass dari Sampah untuk Industri Semen ? " A Waste Eater Industry"

Rhenald Kasali, pakar pemasaran dan dosen MM UI mempunyai lembaga sosial namanya Rumah Perubahan dengan menggunakan uang pribadinya. Lembaga itu berdiri di atas lahan satu hektare di daerah Pondok Jati Murni, Pondok Gede, Bekasi, atau sekitar lima menit perjalanan dari rumahnya. Rhenald merekrut anak-anak putus sekolah untuk bekerja mengelola mesin pengolahan sampah menjadi energi biomass.

"Saya punya obsesi untuk memotong mafia sampah. Bayangkan, berapa juta meter kubik sampah di Jakarta tiap hari. Sayang, potensi itu dikuasai segelintir orang saja," ujarnya.

Rhenald mengatakan telah membeli mesin pengolah sampah dari Tiongkok dan Korea Selatan. Sebagian juga disempurnakan tim yang dibentuk di UI. "Dengan modal 50 juta sampai 100 juta, mesin itu bisa dioperasikan. Pengawas mekanisnya dari anak-anak putus sekolah yang kami rekrut, output product-nya kami beli," kata Rhenald.

Berikut cerita lengkap dari Rhaenald Kasali yang ia ungkapkan dalam Conference Imulai Techlogy Entrepreneur di MegaBlitz Sudiman Place 6th Floor, Kompleks SCBD, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2008 :

" Saya mula-mula hanya menanam pohon di rumah saya. Pagar saya itu warna-warni banyak bunga-bungaan. Suatu hari ada seorang anak muda datang melihat kebun saya. Ternyata dia pedagang bunga di Hero. Ia memasukkan bunga-bunga Krisan ke Hero dan sering mengobrol dengan saya. Ia mengontrak rumah tidak jauh dari rumah saya.

Ini kejadian 6 tahun yang lalu. Saya tantang dia untuk mengisi acara saya di televisi. Dari situ dia termotivasi. Dia bikin sabut kelapa menjadi tambang dan dia ekspor ke Korea Selatan. Ekspornya ditolak karena dalam kontainernya terdapat ular. Dia juga tidak mengerti bagaimana bisa ada ular. Dia mengalami jatuh bangun seperti itu tetapi dia sudah mengalami proses belajar. Belajar apa? Belajar membuat sesuatu dari tangannya dengan mesin.

Dia lulusan FE UI dan ternyata dari dulu hobinya adalah pertanian. Memiliki dua keahlian adalah bagus. Anak ini kemudian membuat berbagai mesin dan akhirnya terciptalah mesin sampah.

Suatu ketika ia menunjukkan mesin itu dan Rhenald Kasali kemudian mengajaknya yntuk bereksperimen dulu di kampung. Tetapi apa daya temuan itu ditolak oleh warga setempat. Warga tida mau. Kenapa? Karena di daearah Rhenald kebun masih banyak dan warga banyak yang buang sampah sembarangan. Mengapa kami harus dipungut bayaran Rp 75.000 untuk buang sampah? Warga tidak mau bayar. Akhirnya pengangkutan sampah warga kampung dibayari Rhenald Kasali selama 2 hari. Masing Rp 600 ribu satu bulan untuk 1 RT karena penduduknya agak padat. Sampah diangkut dengan pikap kecil dan ternyata semua hanya berpikir kompos. Ternyata kompos itu hanya dihasilkan 20 persen saja dari keseluruhan sampah.

Dia bikin pakai mesin, dicacah dan kemudian difermentasi dan dapatlah pupuk. Suatu ketika ia saya ajak jalan-jalan untuk bertemu dengan salah direktur PT Indocement. Dikantongnya dikantongin biomassa yakni sampah yang sudah tidak bisa jadi kompos dan tidak bisa diapa-apain lagi.

"Pak kalau ini Bapak perlu nggak?", katanya. "Lho ini sampah beneran? Kok nggak bau?," jawab Direktur Indocement."Oh sudah saya proses," ia kembali menjawab.

Rupanya anak ini tahu bahwa pabrik semen adalah ”a waste eater industry”.
Di pabrik semen itu ternyata any kind of waste dimakan. Serbuk kayu, serbuk ban bekas semua dimakan karena itu semua menghasilkan energi.

Hiedelberg , induk Indocement dari Jerman, kemudian mengajarkan untuk menghasilkan biomassa yang kalorinya standar. Dan akhirnya kami bisa bikin biomassa dengan standar yang tinggi. Sekarang Rumah Perubahan sudah punya kontrak dengan Indocement untuk memasok biomassa dari sampah tersebut.

“Dengan menjadi pemasok pabrik semen maka dapat dipastikan semua sampah yang ada di Jakarta akan habis dan ibukota menjadi bersih. Adalah salah jika kita menggunakan incinerator untuk menagatasi masalah sampah karean ini energi. kami bisa menggunakan biomassa ini sebagai pengganti batu bara,” ujarnya.

Wah, kalau begitu ini suatu pelung besar dong. Sayang bila kesempatan ini disia-siakan. Siapa mau menyambar peluang emas dari sampah ini? Bila ditekuni dengan sungguh-sungguh dan Anda mampu mengantongi kontrak jangka panjang dengan pabrik semen maka dijamin dari sampah pun Anda bisa menikmati kemakmuran.Oleh karena itu,menurut Rhenald Kasali, agar sukses carilah "kuda tunggangan" mulai sekarang ... (sebab tanpa "kuda" sulit bagi Anda untuk memperoleh "kontrak" seperti contoh di atas.)

Wednesday, January 23, 2008

Artikel Bagus Minggu Lalu Yang Tak Boleh Terlewatkan

Disebabkan website Kompas (khususnya Kompas Cetak) sedang diperbarui dengan platform berbentuk blog maka sejak Sabtu, 19 Januari 2008 situsnya susah diakses dan tidak update. Padahal, ada artikel bagus dari F Rahardi, penyair yang juga pakar masalah pertanian yang layak disimak para pembaca. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tulisan tersebut dimuat ulang di blog ini.


Dari Kedelai ke Gandum dan Kapas

Opini di Harian Kompas, Sabtu, 19 Januari 2008

Topic : Government

By F Rahardi



Tanaman Rami (Boehmeria nivea)


Kita bukan hanya bangsa tempe, tetapi juga bangsa yang sangat rapuh. Kalau impor kedelai kita hanya sekitar satu juta ton, impor gandum kita kini sudah mencapai lima
juta ton per tahun. Dan baju katun kita, hampir 100 persen bahannya harus diimpor.

Kita pernah bermimpi untuk membangun industri pesawat terbang, tetapi kita lupa membuat peniti, paku payung, dan jarum. Beberapa kali pejabat kita juga mencanangkan program agropolitan, tetapi lupa menanam kedelai hingga ketergantungan perajin tahu dan tempe kita pada kedelai impor amat tinggi.

Belakangan orang Amerika Serikat malas menanam kedelai karena jagung sebagai bahan etanol harganya lebih baik. Maka, harga kedelai pun naik sampai lebih dari 100 persen.

Sebenarnya, kita bisa dengan mudah mencukupi kebutuhan kedelai yang hanya sekitar dua juta ton per tahun. Lahan pantura Jawa saat musim kemarau kering kerontang. Dengan investasi air, baik menyedot air sungai, membuat sumur dalam, maupun menampung air hujan, lahan ini bisa amat produktif menghasilkan kedelai. Tetapi, aparat pemerintah kita memang keenakan, dengan upeti dari para importir kedelai. Hingga luas lahan kedelai terus menciut.

Masih ada pula alternatif lain. Kita punya BUMN dan banyak perusahaan perkebunan swasta besar. Bekas tebangan HTI, sawit, karet, dan lain-lain bisa dimanfaatkan untuk budidaya kedelai. Tentu harus dengan paksaan, sekaligus insentif dari pemerintah.
Sebenarnya kedelai adalah soal kecil bagi pemerintah dari sebuah negara sebesar Indonesia. LSM besar kita juga lebih tertarik ke eforia politik dibanding hal yang remeh-temeh demikian.

Juga bungkil

Melambungnya harga kedelai akibat terseret kenaikan harga BBM akan berimbas amat luas bagi perekonomian rakyat Indonesia sebab kedelai juga merupakan bahan bungkil pakan ternak serta ikan. Dan kembali, kita juga amat bergantung pada bungkil impor.

Kita sebenarnya punya kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), dan koro benguk (Mucuna pruriens) sebagai bahan bungkil alternatif, yang produktivitas serta kandungan proteinnya lebih baik dari kedelai. Tetapi, tidak pernah ada upaya dari perguruan tinggi dan balai penelitian kita untuk mengurus dua komoditas ini.

Kita juga sudah sejak lama bisa membudidayakan gandum dengan benih dari India, Pakistan, dan Meksiko. Tiga negara ini dikenal sebagai perintis gandum tropis di dunia. Selain benih impor, balai penelitian kita, juga Badan Tenaga Atom Nasional, telah berhasil menciptakan varietas unggulan. Tetapi, tidak pernah ada niat mengembangkannya secara besar-besaran. Padahal, kawasan potensial untuk budidaya gandum cukup banyak. Mulai dari Kuningan (Jabar), Kopeng (Jateng), Tengger, Ijen (Jatim), seluruh dataran tinggi di Bali, NTB, NTT, dan Sultra.

Akibatnya, impor gandum kita terus membengkak, terakhir mencapai lima juta ton dengan nilai lebih dari Rp 7 triliun.

Niat untuk mengembangkan gandum tampaknya juga terganjal kepentingan para importir. Uang mereka terlalu kuat masuk ke kantong para pengambil keputusan di negeri ini. Hingga tiap kali orang miskin Indonesia makan mi instan, sebenarnya ia sedang ikut memperkaya petani gandum di negara maju, yang sebenarnya sudah cukup kaya.

Kapas versus rami

Kita pernah bangga sebagai produsen tekstil utama dunia, sebelum dihajar RRC dan India. Tetapi, kita amat rapuh sebab hampir 100 persen kebutuhan kapas untuk industri itu harus diimpor. Mesin-mesin tekstil modern kita sudah didesain untuk memintal dan menenun benang kapas. Bukan serat nabati lain. RRC dan India adalah dua negara yang populasi penduduknya di atas satu miliar jiwa. Mereka tidak kerepotan memberi baju rakyatnya karena tidak hanya mengandalkan kapas.

Tumbuhan yang lebih hebat dari kapas adalah rami (Boehmeria nivea). Pembalut mumi Mesir kuno dan juga kain kafan Yesus berbahan serat rami. Rami bukan kenaf (Hibiscus cannabinus) dan beda dengan yute (Corchorus olitorius dan Corchorus capsularis). India dan RRC amat mengandalkan tumbuhan penghasil serat nonkapas, terutama rami. Hingga serat rami hasil dekortikasi, disebut chinagrass, sebelum di-deguming menjadi serat rami top.

Beberapa tahun lalu, saat heboh kapas transgenik, sebenarnya aktivis LSM kita sedang dibodohi eksportir kapas dari AS. Dengan sibuk meributkan kasus kapas transgenik, LSM kita lupa, yang harus mereka urus bukan kapas, tetapi rami. Hingga kini, para pionir rami di Indonesia harus bekerja diam-diam dan modal sendiri sebab jika diketahui sindikat kapas dunia, program ini akan dimentahkan.

Besar kepala

Kita sering membanggakan diri sebagai bangsa yang besar. Sebab, kenyataannya populasi penduduk kita nomor empat di dunia. Kita juga negara kepulauan terbesar, punya hutan tropis terluas nomor dua, punya pantai terpanjang nomor dua, dan punya gunung api terbanyak. Tetapi, kita terlalu besar kepala hingga selalu menganggap diri hebat. Ini merupakan imbas yang amat kuat dari kultur Jawa, yang selalu ingin dianggap hebat.

Dalam kultur Jawa, gundukan tanah tidak disebut bukit, tetapi gunung. Ada Gunung Tidar, Gunung Kemukus, Gunung Srandil, yang semuanya hanya bukit kecil. Majikan, raja, dan Allah juga dipanggil dengan sebutan sama, Gusti. Gusti bendoro, gusti prabu, dan Gusti Allah. Ini merupakan sikap simbolis etnis yang tinggal di pulau kecil, tetapi ingin dianggap sama hebat dengan bangsa yang tinggal di benua, yakni India dan China. Sikap demikian tentu beda dengan agresivitas Inggris dan Jepang, yang juga tinggal di negara pulau.

Selain kedelai, gandum, dan kapas, kita juga sudah amat bergantung pada bawang putih impor, juga buah-buahan. Mulai dari apel, anggur, kurma, durian, lengkeng, dan leci. Padahal, semua buah itu bisa dibudidayakan dengan hasil cukup baik di negeri ini. Bahkan, durian monthong, yang dikembangkan Thailand, nenek moyangnya berasal dari Kalbar. Tetapi, inilah nasib bangsa besar, yang sekaligus juga besar kepala, yang menyebut gundukan tanah kecil sebagai gunung.

F Rahardi Penyair, Wartawan

Tuesday, January 22, 2008

Dibalik Kerjasama IBM dan Kalbe di Bidang "Green Data Center"

Topic : Business

By Ari Satriyo Wibowo

IBM akan membantu Kalbe mengkonsolidasikan lima data center Kalbe dari sejumlah 13 data center yang dimiliki Kalbe sebagai tahap awal yang akan membantu Kalbe menghemat biaya dan ruang untuk sistem TI-nya. Hal itu disampaikan pada acara penandatanganan Building Ecofriendly Data Center Fasility Kalbe/IBM di Hotel Shangri-La Jakarta hari ini. Dari pihak IBM diwakili Presiden Direktur PT IBM Indonesia Suryo Suwignjo dan dari Kalbe Farma diwakili Vidjongtius, Director Kalbe.

Selain pembangunan data center, IBM juga akan menyediakan strategi data center, desain data center, pengintegrasian server dan penyimpanan, perencanaan relokasi, pengelolaan proyek, alihdaya peralatan infrastruktur, layanan dan pengelolaan instalasi, pengujian data center serta pengelolaan awal, yang akan dibangun pada lahan seluas 470.00 m2 .

"Solusi IBM akan membantu Kalbe di tiga bidang sekaligus yakni Financial, Operational dan Environmental ," ujar Country Manager IBM Global Technology Services, Hengki Kastono.

Menurut Hengki, kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan teknologi Kalbe Farma sejalan dengan rencana ekspansi bisnisnya dan secara bersamaan menjadi lebih peduli lingkungan dengan menghemat energi atau efisiensi dalam pengimplementasiannya.

"Green Data Center" yang ditawarkan IBM merupakan salah satu upaya perusahaan itu untuk mengurangi dampak pemanasan global. Perlu diketahui di AS saja konsumsi listrik untuk keperluan data centre pada 2005 telah mencapai 45 miliar Kwh. Sementara itu, kebutuhan ruang telah meningkat menjadi 10 -100 kali lipat gedung biasa. Dalam lima tahun mendatang jumlahnya akan berlipat dua. Jika hal itu dibiarkan tanpa melakukan upaya efiensi yang tepat maka data center di dunia ini akan mampu menjadi salah satu penyumbang bagi pemanasan global yang signifikan.

Ada lima hal pokok yang dilakukan IBM di Data Center Kalbe yaitu :

1. Data Center Consolidation and Relocation
2. Scability Design
3. Efective Air Flow Cooling
4. Environmental Friendly
5. Data Centre Operation through Command Centre

Solusi IBM Data Center mengintegrasikan daya, pendinginan rak, pengelolaan, layanan dan keamanan, sehingga memungkinkan berbagai komponen terstandar untuk menciptakan sebuah solusi melalui konfigurasi modular. Dengan menggunakan komponen-komponen terstandar, arsitektur dapat secara mudah diskalakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang berubah-ubah.

Dalam hal teknologi, IBM menggunakan teknologi sistem pendingin dari Emerson sementara dalam hal sistem jaringan digunakan teknologi dari Cisco.

IBM memiliki pengalaman yang luas dalam mengimplementasikan seluruh solusi dalam waktu yang sangat singkat yaitu 8 hingga 24 minggu jika dibandingkan dengan waktu normalnya di industri yaitu 40 minggu.

“Diharapkan pada Juni 2008 seluruh implementasi di Data Centre Kalbe sudah dapat tuntas,” ujar Vidjongtius, Director, Kalbe.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?

Rahasia tentang pikiran dalam buku "The Secret"


Video dan buku The Secret cukup menggemparkan dan langsung menjadi barang laris, sehingga layak ditonton dan dibaca bagi mereka yang ingin sukses. The Secret berisi pengungkapan rahasia sukses yang konon sudah berabad-abad terpendam dan hanya segelintir orang saja yang tahu dan bisa menggunakan rahasia tadi.



Bila diperhatikan isi dan pesan yang disampaikan melalui video dan buku The Secret, sebenarnya bukanlah suatu rahasia yang baru terungkap. Isi dan pesan dibalik The Secret sebenarnya sudah lama dipublikasikan dan terbuka luas. Hanya memang cara penyajian The Secret memiliki ciri khas yang berbeda dengan cara melibatkan secara langsung toko-tokoh sukses dan dikemas dalam bentuk multimedia.

Berikut sedikit rahasia tentang pikiran dari buku tersebut :

- Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik
- Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Jadi ketika Anda memikirkan suatu pikiran, Anda juga menarik pikiran-pikiran serupa ke diri Anda
- Pikiran bersifat magnetis, dan pikiran memiliki frekuensi. Ketika Anda memikirkan pikiran-pikiran, pikiran-pikiran itu dikirim ke Alam Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal serupa yang berada di frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim ke luar akan kembali ke sumbernya --- Anda.
- Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekuensi dengan pikiran-pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah sesuatu di dalam hidup Anda, ubahlah frekuensi dengan mengubah pikiran-pikiran Anda.
- Pikiran yang sedang Anda pikirkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai hidup Anda.
- Pikiran Anda menjadi sesuatu.

Monday, January 21, 2008

Perkembangan Bioteknologi Mutakhir di RRC







Topic : Government

By Ari Satriyo Wibowo


Didukung pemerintah dengan tujuan untuk mempromosikan penemuan dan mengisi otak dari ilmuwan berbakat dan pengusaha yang kembali dari luar negeri, industri bioteknologi kesehatan RRC hanya memerlukan iklim investasi yang lebih baik untuk tumbuh sebagai kekuatan global dalam meproduksi obat-obatan --- termasuk obat generik --- demikian para ahli mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah studi terbaru.

Lama dianggap sebagai peniru produk, RRC kini dengan berani menempatkan dirinya sebagai innovator di bidang obat-obatan dan melakukan terobosan mempesona sebagai produsen pertama obat terapi gen di dunia dan produsen vaksin kolera.Akan tetapi perusahaan RRC akan menghadapi pertempuran seru dalam memperebutkan perhatian para pemodal ventura agar tetap inovatif dan mampu mengerjakan proyek-proyek yang bersifat research driven, demikian sebuah studi yang dipublikasikan Nature Biotechnology.

Melalui wawancara dengan manajemen dari 22 perusahaan di RRC maka kerja dari perusahaan bioteknologi paling inovatif akan segera muncul.

”Industri bioteknologi kesehatan RRC bagaikan naga kecil yang akan tumbuh cepat dan nanti susah untuk diabaikan. Tak lama lagi RRC memegang hegemobi dalam inovasi bioteknologi,” ujar Peter A. Singer dari McLaughlin-Rotman Centre for Global Health di Universitas Toronto Kanada.

Sarah Frew, periset lainnya dari McLaughlin-Rotman Centre for Global Health berkata meningkatnya peran industri RRCdan India membuat implikasi utama bagi industri global dalam bidang kesehatan dan kemakmuran negara berkembang.

Revolusi bioteknologi dari dua negara tersebut berbeda secara signifikan. Perusahaan India lebih memfokuskan pada proses inovasi untuk memperbaiki kemampuan dan aksesibiltas di antara penduduk lokal dan global sementara perusahaan di RRC lebih menekankan pada produk-produk obat untuk terapi den dan regeneratif.

“Memenuhi kebutuhan kesehatan 1,3 miliar orang di RRC adalah sama dengan mememuhi kebutuhan kesehatan global,” ujar Dr. Frew.”Tantangan yang dihadapi dunia swasta, institusi riset dan universitas serta penyedia layanan kesehatan akan sangat sulit dipenuhi sampai pimpinan pemerintah mempersiapkan pendekatan baru.”

Kemajuan RRC itu disebabkan oleh kembalinya para ilmuwan dan wirausahawan yang dulu meninggalkan RRC untuk belajar atau berlatih di luar negeri dengan membawa kemampuan ilmiah serta kredibilitas internasional.

Mereka itu lazim disebut “kura-kura laut” akan lebih maju lagi jika warga Cina di Barat membentuk perusahaan transnasional dengan membuat jejak kai baik di RRC maupun di negara Barat.

Penduduk Besar Sebagai Faktor Pendorong

Jumlah penduduk RRC yang mencapai 1, 3 miliar atau 20 persen dari populasi penduduk dunia menciptakan permintaan yang signifikan terhadap obat generik yang ditaksir mencapai 90 % dari total nilai pasar biofarmasi sebesar US$ 3 miliar tahun lalu.

Perusahaan RRC seperti Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise and Shanghai Huaguan Biochip Co., Ltd. memainkan peranan penting dalam menjaga harga local tetap rendah. Wantai mengembangkan dan memproduksi berbagai jenis produk tes darah untuk penderita HIV, hepatitis B dan C, penyakit kelamin menular (STD) dan rotavirus. Sementara, Huaguan meraup rezeki dari produk tes kesuburan, formulasi HIV, TBC, Hepatitis C dan STD ke negara Asia, Afrika dan Amerika Selatan.

Selain itu, pemerintah RRC juga tetap secara intensif mendorong riset terapan untuk mengajak perusahaan-perusahan untuk mengembangkan terapi untuk menjadi pelopor dalam beberapa bidang seperti terapi gen dan sel punca (stemcell).

Produk terapi gen pertama yang dikomersialisasikan adalah Gendicine, sediaan injeksi untuk mengatasi kanker kepala dan leher yang dikembangkan oleh Shenzhen SiBiono GeneTech Co., Ltd. Lebih dari 5000 pasien telah berhasil diselamatkan Gendicine, 400 di antaranya berasal dari luar RRC. Obat tersebut kini sedang dalam uji klinis untuk mengatasi kanker hati, kanker perut dan kanker pankreas.

Beberapa perusahaan RRC juga bergerak di bidang sel punca manusia dan binatang. Salah satunya Beike Biotechnologies telah membangun jaringan satelit dengan rumah sakit, ahli klinis dan laboratorium riset untuk mengormersialisasikan terapi sel punca, yang meliputi pemanenan sel punca dari darah tali pusar atau membran amniotik, ekspansi in vitro kepada pasien baik secara intravena maupun diinjeksi langsung melalui spinal cord.

Beike telah menangani lebih dari 1000 pasien, termasuk 60 pasien dari luar negeri dengan berbagai kondisi penyakit mulai dari Alzheimer, Autism, trauma otak,cerebral palsy, kaki diabetes dan spinal cord injury.

Lung fibrosis, yang disebabkan oleh terapi radiasi, adalah penyebab utama kematian lebih dari 275.000 orang RRC yang menderita kanker paru-paru setiap tahun.Inflamasi dan fibrosis merupakan efek samping dari infeksi virus Hepatitis B yang mengenai lebih dari 100 juta orang RRC.

Shanghai Genomic Inc. lebih memfokuskan pada pengembangan novel non-steroid anti-inflammatory therapeutics untuk mengganti cara pengobatan lama yang memiliki banyak efek samping. Produk pertama yang dipasarkan bernama GuBang, untuk membantu pertumbuhan tulang pada kalangan lanjut usia di Asia.

Perusahaan RRC juga mengembangkan vaksin untuk kebutuhan lokal dan global. Di antaranya adalah Shanghai United Cell Biotech, yang memproduski dan memasarkan satu-satunya vaksin kolera yang dikonsumsi secara oral dalam bentuk tablet. Perusahaan lainnya memproduksi obat oral HIV, Encephalitis, SARS dan Flu Burung.

Kendala yang dihadapi RRC sama dengan yang dihadapi Indonesia, yakni banyak produsen yang lebih tertarik berjualan obat (khususnya obat generik di RRC) ketimbang melakukan investasi melalui R&D.

Hambatan lainnya berupa kurangnya kepercayaan dari partner internasional dalam masalah hak cipta, masalah bahasa, biaya perjalanan, budaya dan gaya gaya manajemen.

Sumber : Medical News Today, 8 Januari 2008

Tahukah Anda?

Rahasia Tarif Murah Banget AirAsia

Tidak semua tempat duduk di setiap pesawat yang tinggal lamdas akan terisi, tetapi AirAsia tahu berdasarkan pengalaman rute-rute mana yang paling sibuk.

Ketimbang membiarkan tempat duduk itu kosong tak berpenghuni. AirAsia menawarkan kepada mereka dengan harga yang sedemikian rendah hingga nyaris mustahil. Misalnya, sebagai berikut :

1. Kuala Lumpur (KL) ke Jakarta (sekali jalan) Rp 4.975
2. Kuala Lumpur (KL) ke Macau (sekali jalan) Rp 2.475
3. Kuala Lumpur (KL) ke Bangkok (sekali jalan) Rp 7.475

Lagi pula, apa salahnya menjual tempat duduk sekali jalan dari KL ke Jakarta dengan harga Rp 2.475 dan tidak memperoleh uang sama sekali darinya jika kursi itu tidak akan diduduki juga? Tentu jumlah tempat duduk yang ditawarkan amat terbatas karena itu berlaku aturan : siapa cepat, dia yang dapat.

Sebuah upaya pemasaran yang cerdik, bukan? Menjual tempat duduk yang jika tidak ditawarkan pun akan kosong.

Sumber : Sen Ze & Jayne Ng, "The Air Asia Story : Kisah Maskapai Tersukses Asia" (Terjemahan), Ufuk Publishing House, Jakarta, 2007

Saturday, January 19, 2008

Tantangan "Big Green Challenge" dari Nesta Berhadiah 20.000 Poundsterling



Topic : Government

National Endowment for Science, Technology and Arts (Nesta) di Inggris menggelar sayembara senilai 1 juta Poundsterling (lebih dari Rp 18,5 miliar) untuk kelompok-kelompok masyarakat ataupun yayasan yang mampu menyodorkan ide tercemerlang dalam memerangi dampak perubahan iklim. Sayembara mensyaratkan ide harus imajinatif namun spontan, melibatkan seluruh anggota komunitas, dan bisa diperluas.

Nesta nantinya akan menyaring 10 finalis yang masing-masing akan diberikan uang tunai 20 ribu Poundsterling, dukungan, dan pendampingan untuk mewujudkan idenya menjadi nyata. Dalam realisasinya, setiap ide diharapkan mampu mengurangi emisi karbon minimal 60 persen.

Sayembara dilatarbelakangi oleh hasil survei sebelumnya bahwa empat dari lima orang percaya kalau anggota masyarakat biasa mampu membuat perubahan besar untuk kelestarian lingkungan. Mereka percaya banyak ide berserakan di tengah masyarakat yang bisa menyelamatkan Bumi dari perubahan iklim.

Bagi yang berminat silakan untuk mengunjungi www.thebiggreenchallenge.org.uk Aplikasi harus dikirim paling lambat 29 Februari 2008.

Sumber : Tempointeraktif, BBC dan Website Nesta

Friday, January 18, 2008

Ibukota RI Perlu Pindah ke Pedalaman : Kota-kota Indonesia yang Terancam Tenggelam



Bila Benua Australia Saja Bisa Tenggelam Seperti Ini, Bagaimana dengan Indonesia ?

Topic : Government
By Ari Satriyo Wibowo

Saya selalu ditertawakan teman-teman ketika pada 1995 saya sudah membeli rumah untuk persiapan hari tua di Ungaran, sebuah kota kecil yang terletak di daerah pegunungan di Jawa Tengah.

Namun, dengan perkembangan pemanasan global yang makin meningkatkan permukaan laut pandangan mereka pasti akan berubah. Bahkan, kelak orang-orang akan berbondong-bondong membeli rumah di pegunungan.

Mengapa? Apabila air laut naik secara perlahan ke darat setinggi 1 meter saja maka kota-kota yang terletak di pesisir pantai akan tenggelam. Banyak kota-kota tersebut yang merupakan kota besar dan merupakan “urat nadi perekonomian” Indonesia. Misalnya, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Makassar dan Manado.

Gangguan atau terputusnya urat nadi tersebut akan mengganggu kondisi ekonomi, social, hankam, pemerintahan dan lain-lain.

Bagi Indonesia, kenaikan permukaan air laut berpotensi menenggelamkan 50 meter daratan dari garis pantai Kepulauan Indonesia. Bila panjang garis pantai Indonesia sekitar 81.000 kilometer maka sekitar 405.000 hektar daratan Indonesia kan tenggelam. Ribuan pulau kecil pun akan lenyap dari peta Indonesia ditelan air laut. Selain itu, juga ratusan ribu hektar tambak dan sawah di daerah pasang surut akan hilang. Abrasi pantai dan intrus air laut pun mengganggu penduduk yang sebagin besar hidup di kawasan dataran rendah.

Bagaimana dengan RRC ?

Kota-kota besar China yang terletak di pinggir pantai juga terancam segera tenggelam akibat perubahan iklim yang mendorong naiknya permukaan laut.

Li Haiqing, juru bicara Badan Kelautan Negara (SOA), mengutip laporan tahun 2007 lembaga tersebut, mengatakan Shanghai dan Tianjin merupakan dua kota penting yang paling terancam. Menurutnya dalam 30 tahun terakhir Shanghai menghadapi kenaikan permukaan air setinggi 115 milimeter, atau separuh panjang sumpit.

Sedangkan Tianjin, pelabuhan utama sekitar dua jam perjalanan dari Beijing, telah menghadapi kenaikan permukaan air laut sebanyak 196 milimeter, kurang lebih sepanjang pensil.

Dalam 30 tahun terakhir, secara keseluruhan permukaan air laut di negeri tersebut telah naik 90 milimeter dengan rata-rata temperatur permukaan di lepas pantai naik 0,9 derajat Celsius. "Sebagai perbandingan, ketika permukaan air laut global naik 1,7 milimeter setiap tahun antara 1975 dan 2007, permukaan air laut di China naik 2,5 milimeter setiap tahun," kata Li, Selasa (15/1).

Dalam dasawarsa mendatang, SOA meramalkan permukaan air laut di pantai China tampaknya akan naik sebanyak 32 milimeter, atau 3,2 milimeter setiap tahun. Itu adalah kali pertama SOA melaporkan kenaikan permukaan air laut dalam 30 tahun terakhir. Laporan tersebut sekarang direncanakan dikeluarkan setiap tahun, dan bukan setiap tiga tahun.

Sistem peringkat resiko tiga-tingkat akan dipasang oleh SOA untuk memberitahu kota besar pantai mengenai potensi ancaman yang mereka hadapi, kata Chen Manchun, seorang peneliti di SOA, kepada China Daily. Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia tak dapat diubah, sehingga para perencana dan pejabat kota besar melakukan berbagai tindakan guna menyesuaikan perubahan tersebut, katanya.

Pemanasan global adalah penyebab utama kenaikan permukaan air laut, kata para pejabat SOA. Tapi turunnya permukaan tanah juga memunculkan ancaman banjir di Shanghai dan Tianjin. "Ini akibat eksploitasi sumber daya air tanahnya secara serampangan," kata Chen.

Melihat fenomena seperti di atas maka sejak sekarang perlu dipikirkan untuk :

1. Mencari alternatif lokasi ibukota RI di kota pedalaman Jawa atau Pulau lainnya
2. Merelokasi industri-industri ke lokasi yang lebih tinggi atau membangun kawasan industri terapung.
3. Mengarahkan pembangunan perumahan rakyat di dataran tinggi

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber : 1. Gatut Susanta dan Hari Sutjahjo "Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global?", PenebarPlus, Jakarta, 2007 2. Kantor Berita Antara, Rabu, 16 Januari 2008

Thursday, January 17, 2008

Perlu Dirancang Pola Kerjasama ABG untuk Menangani Masalah Rawan Pangan di Indonesia





Topic : Government

Cukup banyak berita yang menakutkan dalam beberapa minggu terakhir ini menyangkut Ketahanan Pangan Bangsa Indonesia. Pengalaman manis sebagai negara swasembada beras pada 1984 dan swasembada kedelai tahun 1992 kini tinggal kenangan. Gara-gara kelengahan kita semua maka kita lupa untuk mempertahankan ketahanan pangan itu. Kini tampaknya sudah terlambat karena harga kedelai dunia sudah meroket, begitu pula harga terigu. Akibatnya penjual roti, mi, tahu dan tempe kelimpungan. Belum lagi stok beras yang terancam akibat banjir dan bencana alam lainnya.

Apa yang kiranya bisa kita lakukan melalui kerjasama ABG (Academic, Business, Government) untuk mengatasi masalah ketahanan pangan/rawan pangan bangsa ini ?

Silakan berikan komentar Anda melalui blog ini.

Berikut beberapa berita terkait :

"RI Makin Tergantung Impor Kedelai"By Lahyanto Nadie
Bisnis Indonesia, Selasa , 15 Januari 2008

Penurunan bea masuk impor kedelai hingga 0% pun tidak akan secara signifikan menurunkan harga kedelai di pasar dalam negeri, bahkan Indonesia akan makin bergantung pada impor.

"Dalam jangka pendek kebijakan ini akan sedikit menurunkan harga kedelai karena bea masuk selama ini hanya 10%. Namun yang harus diwaspadai adalah makin bergantungnya kita pada impor," kata Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Rina Oktaviani di Bogor hari ini.

Dia mengemukakan ketergantungan terhadap impor ini sangat berbahaya karena kedelai merupakan bahan pangan penting bagi bangsa Indonesia dan dikonsumsi dalam berbagai bentuk seperti tempe, tahu, kecap.

Sekarang ini saja, lanjut dia, sekitar 70% kedelai diimpor dan 60% di antaranya berasal dari Amerika Serikat (AS).

Pasok kedelai dari AS dikabarkan menurun karena konversi lahan kedelai menjadi jagung untuk produk biofuel. Harga kedelai di pasar internasional ini cenderung terus meningkat karena pasok yang makin terbatas.

Menurut dia, yang perlu segera dirumuskan oleh pemerintah adalah pemberian insentif untuk petani baik berupa kemudahan memperoleh sarana produksi seperti pupuk dan benih berkualitas, pemberian kredit permodalan, bantuan pengolahan dan teknologi, untuk merangsang peningkatan produksi dalam negeri.

"Di negara manapun, sektor pertanian itu selalu didukung [pemerintah], karena tingginya faktor risiko, `grace period` lama, dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak," katanya.

Dia mengakui kedelai lokal tidak menguntungkan bagi pengusaha karena harganya lebih tinggi dibanding kedelai impor. "Pada 2000 saja selisih harga antara kedelai lokal dan impor mencapai Rp1.016 per kg."

Rina Oktaviani juga menyinggung hambatan bagi pengusaha untuk memperoleh kedelai lokal di antaranya biaya transportasi yang mahal dan tingginya pungutan dari daerah produsen, baik yang resmi maupun pungutan liar.

"Pengusaha lebih mudah membeli kedelai dari AS daripada mendatangkan dari daerah," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah memutuskan untuk menurunkan bea masuk impor kedelai hingga 0% untuk mengatasi lonjakan harga yang dipicu oleh naiknya harga kedelai impor hingga 100%.

Sejak 1998, impor kedelai Indonesia terus meningkat seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk membuka kran impor, sementara luas areal penanaman makin merosot.

Impor kedelai yang hanya tercatat 394.000 ton pada 1998 melonjak menjadi 1,3 juta ton pada 1999 dan pada 2005 hingga 2006 impor rata-rata mencapai 1,2 juta ton.

Produktivitas kedelai lokal juga masih rendah rata-rata 1,3 ton per hektar, sementara rata-rata produktivitas dunia lebih dari 2 ton per hektar.

Indonesia pernah mengalami swasembada kedelai pada 1992 dengan produksi sekitar 1,8 juta ton.(ln)



"Kondisi Pertanian Kacau-balau"
Krisis Kedelai Bisa Memunculkan Ketidakpercayaan Rakyat kepada Pemerintah


Kompas, Kamis, 17 Januari 2008

Apa yang ditakuti bangsa ini benar-benar terjadi. Harga dan pemenuhan kebutuhan pokok warga yang berbasis pertanian sudah didikte bangsa lain. Ketika harga kedelai di pasar dunia naik, misalnya, Pemerintah Indonesia tak kuasa menahan laju kenaikan harga kedelai di dalam negeri.

Guru besar Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin saat dihubungi di Australia, Rabu (16/1), mengungkapkan, ketergantungan pangan bangsa ini sesungguhnya tengah berlangsung.

"Dulu pemerintah masih bisa membantah tidak ada ketergantungan pangan, tetapi kini terbuka satu per satu ketika harga kedelai di pasar dunia liar," katanya.

Gejolak harga yang terjadi pada kedelai di pasar dunia baru permulaan saja karena sesungguhnya persoalan yang sama akan menimpa komoditas lain. Setelah harga kedelai melonjak, disusul tepung terigu. Selanjutnya kenaikan harga bungkil kedelai sebagai bahan baku pakan ternak. Padahal, industri pakan ternak memproyeksikan kebutuhan bungkil kedelai 2008 sebanyak 1,6 juta ton.

Harga bungkil kedelai per Oktober 2007 naik 50,6 persen atau Rp 4.293/kg dari harga November 2006 sebesar Rp 2.850/kg.

Naiknya harga bungkil kedelai akan mendorong kenaikan harga pakan ternak, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga daging ayam dan telur. Menyusul komoditas jagung yang juga bakal terus naik. Naiknya harga jagung memperparah industri peternakan. Peternakan rakyat di sektor empat dan lima menghadapi tantangan berat.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, menyatakan persoalan kelangkaan kedelai terjadi karena dua faktor.

Pertama, kondisi pertanian di Indonesia memang kacau-balau karena pemerintah tidak memiliki kebijakan memadai. Kedua, ketergantungan pada impor tidak dipersiapkan dengan baik dan disesuaikan siklus kebutuhan.

"Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan terbukti tidak ada koordinasi baik di dalam kabinet," katanya.

Penasihat Senior Pertanian dan Studi Kebijakan (CAPS) HS Dillon mengatakan, kemelut kedelai dan bahan pangan lainnya menunjukkan pemerintah tidak memiliki wawasan jangka panjang dalam kebijakan pertanian. "Pemerintah harus mengubah paradigma pertanian, ciptakan kedaulatan pangan. Jangan seolah-olah memahami masalah, tetapi masalah pertanian bertambah buruk," kata Dillon.

Mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan Rizal Ramli menyatakan, kemelut perekonomian saat ini seolah mengulang krisis ekonomi pada tahun 1997 hingga 1998. Ketika itu harga beras melonjak 100 persen.

Gejolak perekonomian tahun 1998 itu berdampak hilangnya kepercayaan rakyat pada pemerintah yang ditandai kejatuhan Presiden Soeharto tahun 1998.

Produksi terus merosot

Kegagalan pembangunan pertanian mulai tampak dari produksi kedelai yang terus merosot. Tahun 1992 produksi kedelai masih tinggi, 1,8 juta ton. Tahun 1999 merosot menjadi 608.263 ton.

Contoh lain dari rentannya ketahanan pangan bangsa Indonesia tampak pula pada tepung terigu, sayur-mayur, gula pasir, telur, daging ayam, daging sapi, susu.
Sebagai contoh, tahun 2006 harga jagung dalam negeri Rp 950 per kg di tingkat petani. Tak lama berselang harga jagung dunia naik dari 135 dollar AS per ton menjadi 270 dollar AS per ton pada posisi Oktober 2007. Akibatnya, harga jagung lokal terdongkrak menjadi Rp 2.450 per kg.

Kenaikan harga jagung mendorong kenaikan harga telur, ayam pedaging, daging sapi, dan susu. Sebab, jagung merupakan komponen utama (51,4 persen) pakan unggas dan merupakan makanan berprotein sapi perah.

Nasib minyak goreng berbeda. Meski produksi minyak sawit mentah (CPO) melimpah, pemerintah tak mampu meredam kenaikan harga minyak goreng dalam negeri yang terseret tingginya harga CPO dunia.

Gula pasir dalam negeri juga rentan. Ketika harga gula melonjak, pemerintah buru-buru mengimpor gula kasar dan rafinasi, tanpa ada kemauan keras mencukupi kebutuhan gula sendiri. Kalau soal tepung terigu tidak perlu bicara. Khusus produk makanan berbasis terigu, perut bangsa ini sudah tergadaikan.

Kalaupun dikatakan masih tersisa komoditas pertanian yang relatif stabil, barangkali hanya beras. Namun jangan salah, apabila harga minyak mentah dunia dan semua kebutuhan pokok naik, harga beras tak dapat dikendalikan. Biaya produksi akan naik.
Kondisi ketahanan pangan makin gawat ketika alih fungsi lahan pertanian tak bisa dikendalikan. Tahun 2003 sampai 2004 saja luas lahan pertanian menyusut 703.869 hektar dari 8.400.030 hektar menjadi 7.696.161 hektar. Penyusutan terjadi di lahan beririgasi teknis, setengah teknis, irigasi sederhana, tadah hujan, dan pasang surut.

Pandangan lain disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman. Mengutip proyeksi Development Prospect Group Bank Dunia, Ardiansyah mengatakan, kenaikan harga komoditas pangan, termasuk kedelai, akan berlanjut, tetapi dengan tingkat kenaikan lebih moderat pada tahun 2008.
Menanggapi penilaian atas kegagalan pembangunan pertanian, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, pemerintah menyadari ketergantungan pangan yang begitu dominan tidak baik bagi ketahanan pangan.

Ditanya tentang tidak ada kemampuan meredam harga pangan dalam negeri akibat terseret harga pangan di pasar dunia, Anton justru mempertanyakan negara mana yang kuat menghadapi gejolak kenaikan harga dunia.

"Dilema yang dihadapi pertanian, keinginan untuk memberikan insentif kepada petani yang selalu dihadapkan pada rendahnya daya beli masyarakat," katanya. (MAS/SUT/DAY/LKT)

"Penemuan : Kedelai Hitam Lebih Unggul"

Harian Kompas, Kamis, 17 Januari 2008

Malang, Kompas - Sejumlah peneliti dari Badan Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang, Jawa Timur, menemukan tiga varietas unggul kedelai hitam. Tiga varietas kedelai hitam itu memiliki kelebihan dibandingkan dengan kedelai impor atau kedelai lokal yang selama ini ditanam masyarakat.

Tiga varietas unggul kedelai hitam itu adalah 9837/K-D-8-175 (rencananya diberi nama Khibar atau kedelai hitam berukuran biji besar), 9837/W-D-5-211 (rencananya diberi nama Khipro atau kedelai hitam berprotein tinggi), dan W/9837-D-6-220 (rencananya diberi nama Khilau atau kedelai hitam berkotiledon hijau). Ketiganya diteliti sejak 1998.

Keunggulan ketiganya adalah bisa menghasilkan produksi kedelai lebih banyak sekitar 18 persen dibandingkan dengan kedelai lain seperti Cikuray, Burangrang, dan Wilis.

"Bahkan, kedelai hitam ini juga lebih unggul dibandingkan dengan kedelai Mallika yang dilepas Februari 2007. Sebab, kedelai Mallika memiliki daya hasil sebanyak 2,34 ton per hektar, sedangkan kedelai hitam memiliki daya hasil 2,51 ton per hektar," tutur seorang pemulia tanaman Balitkabi yang menemukan tiga varietas baru kedelai hitam tersebut, Ir Moch Muchlish Adie MS, Rabu (16/1) di Malang. Pemulia tanaman lainnya yang turut melahirkan tiga varietas kedelai hitam tersebut adalah Gatot Wahyu AS, Suyamto, dan Arifin.

Menurut Muchlish, keunggulan tiga kedelai itu adalah ketiganya merupakan jenis kedelai besar (14 gram/100 biji kedelai) seperti yang dipakai dalam industri tahu dan tempe sekarang ini di Indonesia. Selama ini yang banyak ditanam petani di Indonesia adalah jenis kedelai sedang (10 gram/100 biji kedelai). "Kedelai ini sangat cocok dengan kebutuhan industri, baik tahu-tempe atau kecap," ungkap Muchlish.

Keunggulan lainnya, ketiganya memiliki protein tinggi, yaitu mencapai 45,58 persen. Sementara kedelai impor dan kedelai yang banyak dibudidayakan di Indonesia saat ini memiliki kadar protein 6-37 persen. "Semoga kedelai ini bisa dilepas tahun ini dan segera bisa disosialisasikan serta dikembangkan. Harapannya, bisa sedikit mengikis ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor," ujar Muchlish. (DIA)

Wednesday, January 16, 2008

Prof. Dr. R. Sjamsuhidajat, Perintis Bedah Digestive di Indonesia

Topic : Academic

By Ari Satriyo Wibowo

Tak banyak yang tahu bahwa Prof. Dr. R Sjamsuhidajat merupakan perintis bagian bedah digestive di Indonesia. Pria kelahiran Payung Pinang, Bintan, Kepulauan Riau, 7 November 1931 itu mulai menempuh pendidikan di FKUI pada tahun 1951 dan lulus tahun 1959.

Sejarah bagian bedah di FKUI dimulai pada 1958 dengan guru besar bernama Prof. Sukaryo. Saat itu hanya dikenal bedah umum yang terdiri dari Bedah Urologi (saluran kencing) dengan guru besar Prof. Utama, Bedah Orthopedi (tulang) dengan guru besar Prof. Subyakto Wiryokusumo dan Bedah Plastik dengan gurubesar Prof. Munajat Wiraatmaja. Belakangan muncul spesialisasi baru yakni Bedah Anak yang dirintis Dr. Adang Zaenal. Keempat spesialisasi bedah tersebut lazim disebut sebagai spesialis bedah umum (spesialis 1).

Dulu pendidikan bagian bedah dilakukan di rumah sakit bukan di fakultas. Kondisi itu berubah tahun 1978 ketika bagian bedah menjadi tanggung jawab penuh fakultas kedokteran dan bukan rumah sakit lagi.

Dalam perkembangan ilmu kedokteran selanjutnya dikenal spesialisasi yang lebih kompleks yakni meliputi Head & Neck (kepala dan leher), Torack (rongga dada dan paru-paru) serta Jantung. Ketiga spesialisasi tersebut lazim disebut spesialis 2 karena mensyaratkan peserta untuk menempuh spesialis bedah umum (spesialis 1 ) terlebih dahulu.

Spesialisasi Bedah Digestive baru terbentuk pada tahun 1979. Pada waktu itu dr. R. Sjamsuhidajat mengikuti sebuah kongres bedah internasional yang diselenggarakan di Bali. Pada waktu itu banyak pembicara yang membahas masalah perut, usus besar dan saluran pencernaan lainnya. Dengan jeli dr. Sjamsuhidajat melihat peluang baru di dunia bedah. Maka dikumpulkannya para sejawat pada tahun itu juga. Mereka kemudian mendeklarasikan wadah baru berupa spesialis bedah digestive dengan nama Ikatan Ahli Bedah Digestive (Ikabdi). Spesialis Bedah Digestive selanjutnya digolongkan sebagai bagian dari Spesialis 2 yang mensyaratkan peserta harus menguasai bedah umum terlebih dahulu.

Prof. Samsjuhidajat diangkat menjadi Guru Besar Emiritus FKUI pada 2001. Kemudian pada tahun 1996 ia ditunjuk Dekan FKUI untuk menjadi Ketua Departemen Pendidikan Kedokteran FKUI pada tahun 2006.Di usianya yang sudah mencapai 76 tahun dr. Sjamsuhidajat masih tetap produktif dan melek Internet. Bahkan, pria yang dikaruniai dua anak itu masih membuka praktik di Klinik Spesialis Lantai 2 RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat meski pasiennya tidak sebanyak dulu lagi.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda?


Penyebab Hydrocephalus

Apa yang menyebabkan bayi terkena Hydrocephalus? Agar lebih mudah memahaminya terlebih dahulu kita harus mengenal otak dan sistem saraf manusia terlebih dulu.

Sistem saraf manusia terbagi atas system saraf tepi dan system saraf pusat. Yang dimaksud dengan sistem saraf tepi (peripheral nervous system) adalah semua serabut saraf yang berada di luar otak atau sumsum tulang belakang. Yang dimaksud sistem saraf pusat (central nervous system) adalah bagian yang mengatur kerja saraf tepi yang terdapat di otak (brain), batang otak (brain stem) dan sumsum belakang (spinal cord). Otak itu sendiri terdiri dari 2 bagian besar, yaitu otak besar (cerebrum) dan otak kecil (cerebellum).

Di dalam kepala otak dibungkus oleh 3 selaput otak (menigen). Yang paling luar adalah selaput otak keras atau dura mater (the dura) yang mempunyai perlekatan erat dengan tulang tengkorak. Di lapisan bawahnya terdapat selaput otak lunak, yang terdiri dari lapisan arachnoid (arachnoid mater, the arachnoid) dan lapisan pia mater. Lapisan pia mater melekat sangat erat dan mengikuti lekukan permukaan otak seperti stocking. Antara kedua lapisan terakhir ini terdapat lapisan subarachnoid (subarachnoid space) yang mengandung cairan otak (cerebrospinal fluid, LCS).

LCS dihasilkan melalui proses di 4 rongga yang terdapat di dalam otak (brain ventricle). Dua yang pertama terdapat di otak besar kiri kanan (lateral ventricle), dari sana LCS dialirkan ke rongga tengah (third ventricle), lalu setelah ditambah LCS produk rongga itu dialirkan lagi melalui saluran di batang otak (sylvianduct) menunu rongga lain di batang otak (fourth ventricle). Rongga terakhir ini juga menghasilkan LCS yang selanjutnya dialirkan melalui 2 pasang lubang keluar, dari rongga ini menuju lapisan subarachnoid. Gangguan aliran LCS pada salah satu bagian tersebut pada bayi baru lahir menyebabkan terjadinya hydrocephalus dengan kepala yang makin membesar. Kelainan ini hanya dapat diatasi melalui operasi untuk menyediakan saluran keluar cairan LCS yang tersumbat. Kepala pada bayi ini dapat membesar karena ubun-ubunnya belum menutup.

Sumber : Daniel S. Wibowo, ” Anatomi Tubuh Manusia”, Penerbit Grasindo, Jakarta, 2006

Tuesday, January 15, 2008

Regeneratif Sebagai Pilar Kelima Kedokteran Akan Diseminarkan

Topic : Academic

By Ari Satriyo Wibowo

Dr. Doddy P. Partomihardjo, Ketua Iluni FKUI Periode 2005-2010, berencana menyelenggarakan Seminar Imu Kedokteran Regeneratif pada bulan Agustus mendatang. Menurut Doddy Regeneratif merupakan pilar kelima dalam ilmu kedokteran setelah kuratif, preventif, promotif dan rehabilitatif.

Seminar tersebut akan dibuat dalam skala besar dengan menampilkan pakar-pakar dari dalam dan luar negeri. Mengingat pentingnya Ilmu Kedokteran Regeneratif yang di dalamnya menyangkut riset tentang sel punca (stem cell) dan untuk menunjukkan dukungan penuh pemerintah,” Bila perlu seminar tersebut nantinya dibuka oleh Presiden atau Wakil Presiden RI, “ ujarnya.

Doddy menempuh pendidikan di FKUI tahun 1961 dan lulus tahun 1968. Selanjutnya ia sempat mengambil spesialis mata yang sayangnya tak pernah dipraktikkannya karena kesibukannya sebagai eksekutif di PT Unilever Indonesia.

Kini setelah pensiun dan dalam posisinya sebagai Ketua Iluni FKUI ia aktif membimbing adik-adiknya para mahasiswa FKUI melobi dunia usaha untuk menjalin kerjasama dalam kerangka ABG (Academic, Business, Government) dengan berbagai proposal.

Bulan September 2008 nanti mahasiswa FKUI angkatan 2002 yang akan lulus ada 176 orang. “Dari lulusan sejumlah itu terdapat 60 mahasiswa yang meraih predikat cum laude,” paparnya dengan bangga.

Bagaimana pendapat Anda ?

Tahukah Anda?



Senyawa Gas Penyebab Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca disebabkan naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Ada enam senyawa gas rumah kaca yang disepakati dalam Protokol Kyoto, yaitu :

- Karbon dioksida (CO2)
- Metana (CH4)
- Nitrooksida (N2O)
- Cloro-Fluoro-Carbon (CFCs)
- Hidro-Fluoro-Carbon (HFCs)
- Sulfur Heksafluorida (SF6)

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan baker minyak 9BBM), batu bara dan bahan baker organic lainnya untuk menunjang aktivitas manusia. Di sisi lain, jumlah tumbuh-tumbuhan yang menggunakan CO2 hanya sedikit. Dengan demikian gas CO2 semakin meningkat.

Sinar matahari ke bumi yang datang berupa energi akan mengalami hal sebagai berikut :

-25 % sinar matahari dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
-25% sinar matahari diserap awan
-45% sinar matahari diserap permukaan bumi
-5% sinar matahari dipantulkan kembali oleh permukaaan

Energi yang diserap bumi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun, sebagian besar infra merah yang dipancarkan oleh bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gasa lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi.

Iklim global semakin menghangat, temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya.

Pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang jelas dan akurat diperlukan waktu bertahun-tahun. Dan data pada akhir abad ke-20 tercatat bahwa :

-Sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah
tahun 1980.
- Tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990.
- Waktu paling panas terjadi pada tahun 1998

Meski konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2000, iklim terus menghangat akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. Lamanya karbon dioksida berada di atmosfer diperkirakan selama 100 tahun atau lebih sebeleum alam mampu menyerapnya kembali.

Sumber : Gatut Susanta dan Hari Sutjahjo ” Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global”, PenerbarPlus, Jakarta, 2007

Monday, January 14, 2008

Peran Sel Punca (Stem Cell) Dalam Memperbaiki Organ Tubuh



Figure. Rodent Model of Myocardial Infarction.
(© 2001 Terese Winslow, Lydia Kibiuk)

Topic : Academic

By Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD (K)


Para peneliti bidang kedokteran kini tengah mengembangkan terapi dengan sel induk (sel punca) untuk memperbarui fungsi organ. Di Institut Terapi Sel di Universitas Katolik Korea tengah diteliti penggunaan sel induk (sel punca)dewasa untuk terapi stroke. Uji coba pada 17 penderita stroke juga menunjukkan hasil cukup baik. Perbaikan klinis terjadi pada 70 persen penderita. Demikian juga pada penderita lumpuh sebelah badan, mereka dapat berjalan lagi. Meski uji coba masih terbatas, hasil sementara ini cukup menggembirakan.

Di Amerika Serikat, Hongkong, dan Australia juga telah dimulai terapi sel induk (sel punca) untuk penyakit jantung. Indikasi terapi adalah penderita infark miokard. Terapi infark miokard jantung bertujuan mencegah remodeling dengan harapan terjadinya sel miokard baru. Terapi miokardiopati di Indonesia sulit dilakukan karena perlu cangkok jantung. Dengan terapi sel induk (sel punca) diharapkan penderita yang selama ini tidak mempunyai opsi terapi dapat ditolong dengan biaya tak terlalu mahal dan risiko yang lebih ringan.

RS Cipto Mangunkusumo bekerja sama dengan RS Dharmais sudah mengembangkan terapi sel induk (sel punca). Tahun 2007 dimulai terapi sel induk (sel punca) dewasa untuk terapi infark miokard akut dan tahun 2008 akan dikembangkan untuk terapi kaki diabetes dan penyakit sendi (osteoarthritis).

Penggunaan terapi sel induk (sel punca) secara luas di Indonesia masih perlu waktu dan pengalaman. Yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan dan memelihara organ tubuh sebagai anugerah Tuhan yang tak ternilai.

Prof Dr Samsuridjal Djauzi SpPD (K) adalah Ahli Penyakit Dalam. Tinggal di Jakarta

Sumber : "Ketika Organ Tubuh Gagal Berfungsi", Harian Kompas, Senin, 14 Januari 2008

Tahukah Anda?


Terjadi Percepatan Mencairnya Lapisan Es


By Brigitta Isworo


Pada tahun 2006 terjadi percepatan terjadinya gletser di wilayah Antartika, mencapai sekitar 192 miliar ton lapisan es.

Pemanasan global mengakibatkan hilangnya lapisan es sebanyak 75 persen dalam 10 tahun terakhir. Demikian hasil dari penelitian yang amat cermat yang dilakukan di wilayah tersebut.

Penelitian tersebut dilakukan para ahli dari lima negara yang dipimpin oleh Eric Rignot dari Jet Propulsion Laboratory Badan Antariksa dan Ruang Angkasa Nasional (NASA) Amerika Serikat. Mereka menggunakan radar interferometri dari empat buah satelit untuk mendapatkan citra dari periferi (perbatasan pinggiran) Antartika.

Sementara itu, di bagian Antartika Barat telah terjadi kehilangan lapisan es sebanyak 132 miliar ton, sementara Semenanjung Antartika yang merupakan ujung daratan ke arah Amerika Selatan telah kehilangan lapisan esnya sebanyak kira-kira 60 ton.

Akan tetapi, sebaliknya terjadi di wilayah Antartika Timur, mencairnya lapisan es "nyaris nol". Di wilayah ini terdapat lapisan es terbesar di dunia.

Penelitian ini bertujuan mencari tingkat kecepatan terjadinya gletser yang menggeser lapisan es ke pantai dari lapisan padat es yang menutupi lapisan dasar daratan (bedrock) Antartika.

Mereka berhasil mendapatkan citra, sekitar 85 persen dari garis pantai Antartika. Sebagian data disuplai oleh satelit bumi pengindraan jauh (ERS) milik Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA), Radarsat-1 Kanada, dan satelit milik Jepang, Advanced Land Observing (ALO).

"Sepanjang waktu penelitian kami, lapisan es secara keseluruhan telah kehilangan massa. Massa yang hilang meningkat menjadi 75 persen dalam 10 tahun terakhir," demikian tercantum dalam laporan penelitian yang termuat di jurnal ilmiah Nature Geoscience. Cairnya 192 ton lapisan es itu ekuivalen dengan kenaikan muka air laut 0,5 milimeter. (AFP/isw)

Sumber : "Terjadi Percepatan Mencairnya Lapisan Es" , Harian Kompas, Senin, 14 Januari 2008