Google

Monday, June 30, 2008

Bagaimana Cara Membuat Embryonic Stem Cell Lines














Sumber : Dolan DNA Learning Center, Cold Spring Harbor Laboratory.

Tahukah Anda ?



Denmark Nomor Satu, Indonesia di Posisi ke-81 Sebagai Lokasi Paling Nyaman untuk Berbisnis



Indonesia menempati urutan ke-81 sebagai negara yang didaulat paling nyaman untuk berbinis. Sementara Denmark yang naik tiga peringkat, menggeser AS untuk menduduki rangking satu tahun ini.

"Survey dilakukan terhadap 120 negara yang memfokuskan pada tingkat kebebasan personal di tiap negara. Seperti hak partisipasi dalam pemilihan umum atau kebebasan berekspresi dan berorganisasi," demikian bunyi laporan hasil survey Forbes yang dikutip detikFinance, Minggu (29/6/2008).

Selain itu, kajian ini juga melihat bagaimana perlindungan terhadap penanam modal, penanganan korupsi, dukungan kebijakan ekonomi untuk perdagangan bebas dan penekanan inflasi.

Dalam daftar 2008, Denmark yang menduduki peringkat pertama memiliki tingkat inflasi 1,7%. Di bawahnya, Irlandia yang melonjak 19 ranking membayangi di nomor dua meski inflasinya mencapai 5,3%. Disusul Finlandia yang naik empat peringkat ke posisi ketiga dengan inflasi 4,4%.

Di peringkat empat dan lima berurutan ada AS yang merosot dari peringkat pertama ke keempat dengan inflasi 2,2% dan Inggris yang naik 5 peringkat ke posisi kelima dengan inflasi 2,9%.

Peringkat 10 besar selanjutnya adalah:
6. Swedia
7. Kanada
8. Singapura
9. Hong Kong
10. Estonia.

Sumber : Detik.com

Saturday, June 28, 2008

Hadapi Kanker dengan Asuransi

Topic : Business

By Hanna Prabandari, Wartawan Bisnis Indonesia

Eka tak pernah menyangka, di usianya yang baru menginjak 32 tahun dokter memvonisnya mengidap kanker payudara. Ibu dengan satu anak yang masih berusia 2,5 tahun ini jelas panik. Maklum, kanker menjadi salah satu penyakit mematikan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan tidak murah.

Untunglah dia memiliki polis asuransi jiwa plus investasi yang diperluas dengan perlindungan penyakit termasuk 32 penyakit kritis yang mencakup kanker. Awalnya dia sama sekali tidak memperhitungkan manfaat asuransi yang akan diambilnya.

Karyawan swasta ini hanya ingin menempatkan dana investasinya di unit-linked untuk bekal jika anaknya memerlukan biaya pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Nyatanya ketika kesusahan datang, asuransi jadi pelindungnya.

Gaya hidup tidak sehat dan tingkat stres berlebihan menyebabkan kanker semakin menjadi momok dewasa ini. International Union Againts Cancer (Union Internationale Contrele Cancer/ UICC) memperkirakan penderita kanker di negara berkembang pada 2020 bisa mencapai angka 10 juta orang, dengan 16 kasus baru setiap tahunnya.

Jika penyakit tersebut dideteksi lebih awal, kemungkinan untuk sembuh masih terbuka lebar dan dana yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Namun, sebagian besar kanker sukar dideteksi pada fase dini, biasanya gejala baru muncul pada stadium lanjut.

Jika mencapai tahap tersebut biaya pengobatan yang diperlukan sangat besar. Tak jarang penderita kanker menjual harta bendanya demi berobat. Asuransi sebagai lembaga yang mengambil alih setiap risiko yang mungkin timbul mulai melirik hal itu sebagai ceruk pasar baru.

Biasanya critical illness atau penyakit kritis seperti jantung, stroke, gagal ginjal, tumor, dan kanker hanya menjadi rider atau asuransi tambahan sehingga asuransi jiwa semakin lengkap. Namun, beberapa perusahaan mulai memasarkan asuransi khusus untuk kanker seperti halnya PT Asuransi Jiwa Sinarmas melalui Simas Cancer Insurance dan PT Asuransi Jiwa Mega Life melalui Mega Comfort yang baru diluncurkan.

Mega Life sebelumnya telah memiliki produk unggulan Kado Sehat yang memberikan jaminan santunan harian rawat inap di rumah sakit dan kanker menjadi salah satu penyakit yang paling sering diklaim. Itulah alasan Mega Life mengeluarkan Mega Comfort.

Karena saat ini produk serupa masih sangat sedikit di pasaran, Mega Life optimistis produk tersebut dapat meraih 2.500 peserta dalam waktu tiga bulan ke depan. Produk tersebut dipasarkan dengan iuran bulanan mulai Rp50.000 dan tersedia dalam tiga pilihan paket beserta nilai santunannya yakni Gold Rp25 juta, Sapphire Rp50 juta, dan Diamond Rp100 juta.

Besarnya iuran tergantung pada usia peserta dan paket yang dipilih, dengan usia masuk yang diperkenankan 21 hingga 50 tahun. "Biasanya penyakit kritis hanya di-cover hingga 45 tahun, namun kami perluas menjadi 50 tahun," ujar Direktur Operasional dan Teknologi Mega Life Claudia Ingkiriwang.

Berbeda dengan Mega Life, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) memilih untuk tidak membuat produk khusus untuk per penyakit. Produk asuransi jiwa yang memiliki tambahan manfaat untuk kesehatan termasuk 32 penyakit kritis termasuk kanker dirasa sudah mencukupi.

"Kami melihat hal itu tidak terlalu diperlukan karena rider saja menurut saya sudah lebih dari cukup. Asuransi kesehatan menutup semua penyakit termasuk kanker, masyarakat lebih menyukai yang seperti itu," kata Direktur Pemasaran Hero Samudra.

Selain itu, ujar Hero, sepanjang pengalaman CAR menutup 32 jenis penyakit tersebut klaim untuk kanker tergolong rendah. "Tertinggi masih jantung."

Ketua III Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Sumarjati Arjoso mengakui skema asuransi sangat diperlukan. Dia menjelaskan banyak masyarakat yang tidak mampu berobat tuntas karena kendala biaya.

"Tapi perusahaan asuransi selain menjual produknya juga harus memberikan pendidikan tentang gaya hidup sehat kepada masyarakat, jadi mereka juga tidak perlu mengeluarkan uang besar untuk klaim," tuturnya. (hanna.prabandari@bisnis.co.id)

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu, 28 Juni 2008

Friday, June 27, 2008

Lima Prinsip Dasar Orang Singapura

Topic : Government

By Ari Satriyo Wibowo

Suatu ketika mantan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Farid A. Moeloek, Sp OG (K) berkunjung ke Singapura. Dalam sebuah pertemuan ia terlibat diskusi dengan warga negara negeri Singa itu.

Singaporean : “ Prof. Moeloek, Indonesia have a very beautiful five principles called Pancasila. But it was very normative.”

Prof. Moeloek : “ What is your principles?

Singaporean : “We also have five principles. But our principles is much more simple than you are. And very easy to remember.

Prof. Moeloek :” Would you please mentions your five principles?

Singaporean : Number One. One Wife.
Number Two. Two Children.
Number Three. Three bedrooms.
Number Four. Fourwheels.
Number Five. Five Thousands US$ of salary (at least).

Wah, ternyata sederhana sekali lima prinsip dasar orang Singapura. Mereka bersepakat untuk menikah dengan satu istri. Kalau memiliki anak maksimal dua anak. Mereka juga cukup menghuni apartemen dengan tiga ruang tidur. Sudah begitu mesti punya kendaraan roda empat alias mobil. Dan yang tidak kalah penting adalah memiliki gaji paling sedikit US$ 5.000 per bulan (atau setara hampir Rp 50 juta per bulan ).

Lima prinsip dasar orang Singapura itu memang sederhana dan mudah diingat. Bandingkan dengan Pancasila yang memang indah tetapi susah diraih. Buktinya, masih banyak rakyat Indonesia yang belum bebas dalam beragama dan dilanda kemiskinan dan menderita kelaparan. Pokoknya cita-cita adil makmur masih jauh sekali rasanya.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?




"School on Internet" Gandeng Lima Universitas

Lima perguruan tinggi Indonesia bersama Universitas Keio Jepang, kini masuk dalam jaringan pendidikan berbasis internet milik UNESCO, sehingga mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global melalui pendidikan jarak jauh.

Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Keio, yang menjadi koordinator program "School on Internet" di 27 perguruan tinggi Asia Tenggara, dan UNESCO yang berlangsung di Roppongi Academy Hill, Tokyo, Kamis.

Penandatanganan langsung dilakukan oleh Rektor Universitas Keio, Yuichiro Anzai dan Direktur UNESCO Jakarta, Hubert Gijzen, serta disaksikan oleh para pimpinan perguruan tinggi se-Asean, termasuk dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Kerjasama ini kiranya dapat memajukan pendidikan di Asia menuju tingkatan yang lebih mengglobal. Apalagi UNESCO merupakan lembaga yang banyak memiliki bahan-bahan dan tenaga pengajar berkualitas," kata Anzai lagi.

Sementara itu, Hubert Gijzen mengatakan, kerjasama ini dapat memobilisasi ilmu pengatahuan dan teknologi demi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

"Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting khususnya dalam menjawab tantangan bagi pembangunan yang berkelanjutan seperti upaya mencapai tujuan pembangunan millennium, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam serta penanggulangan bencana alam," ujarnya.

Gijzen juga menekankan pentingnya kerjasama pendikan melalui "kelas jauh" ini, karena dapat menciptakan suatu "quantity leap` dan juga "quality leap", yaitu lompatan yang besar dalam memenuhi tuntutan akan kualitas dan kuantitas ilmu pengetahuan itu sendiri.

Profesor di bidang bio-teknologi itu menjelaskan, pembentukan jaringan pendidikan internet antara UNESCO dan Universitas Keio akan membuka kesempatan bagi pendidikan di Asia dan Pasifik kepada banyak orang, sehingga diharapkan mampu menghasilkan sumber daya pendidikan yang kuat.

"Pada kesempatan yang sama, kalangan intelektual ini juga bisa langsung memperoleh bahan-bahan perkualiahan dan riset yang berkualitas, termasuk nara sumber yang berkualiatas juga," kata pria berkebangsaan Belanda itu.

Menurut Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB Adang Surahman, program kerjasama ini merupakan terobosan dan jalan pintas di bidang pendidikan yang cukup berarti karena menutupi kekurangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Adang mengemukakan, dengan adanya kelas jauh ini, tuntutan seperti adanya keharusan akan ruang kelas, pengajar dan peralatan peraga bisa teratasi melalui jaringan internet dan layar lebar saja.

"Namun kendalanya di Indonesia adalah sarana dan kualitas teknologinya masih belum merata. Kalau sudah lancar, baru betul-betul bisa mengatasi banyak hal tadi," ujarnya.

UNESCO sendiri memiliki program yang dikenal dengan "Inherece" , yaitu suatu program belajar mengajar melalui internet di 140 universitas di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

"Kerjasama dengan Universitas Keio akan mempertemukan universitas itu ke dalam kerjasama pendidikan yang berkualitas, baik dari segi tenaga pengajarnya maupun hasil-hasil risetnya," kata Hubert Gijzen.

Universitas Keio membidani kelahiran program "School on Internet-SOI" yang beranggotakan 27 perguruan tinggi dari 13 negara, termasuk lima perguruan tinggi Indonesia. Kelimanya adalah ITB Bandung; Universitas Hasanuddin Makassar; Universitas Brawijaya Malang; Universitas Syah Kuala Banda Aceh, dan Universitas Sam Ratulangi Manado.

Sumber : AntaraNews

Thursday, June 26, 2008

Perilaku Hidup Sehat Mampu Menghentikan Ulah Gen Penyebab Kanker

Topic : Academic

By Ari Satriyo Wibowo

Sudah jamak diketahui bahwa sikap hidup sehat dapat mencegah kanker. Sudah terbukti pula bahwa hidup yang bersih dapat membantu para penderita tumor untuk bertahan hidup lebih lama. Bahkan dapat mencegah penyakit datang kembali. Beberapa studi menunjukkan efek tersebut dalam hal kanker payudara dan kanker usus besar. Tetapi bagaimana cara kerjanya di tingkat bilogi molekuler masih tetap menjadi misteri.

Dr. Dean Ornish dari Universitas Kalifornia di San Fransisco mencoba mengungkap misteri itu. Selain sebagai pekerja akademis, Dr. Ornish adalah pendiri Preventive Medicine Research Institute, sebuah yayasan sosial yang bermarkas besar di Sausalito, Kalifornia. Ia juga dikenal sebagai penulis buku di bidang preventive medicine dan konsultan produsen makanan besar. Dr. Ornish merupakan orang pertama yang menunjukkan bahwa hidup sehat ( melakukan diet vegetarian rendah lemak, banyak olahraga dan tidak merokok) tidak boleh berhenti dan mampu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

Ia dan teman-teman kemudian memutuskan untuk melihat aktifitas gen pada selompok orang penderita kanker yang bersedia mengubah perilaku hidup mereka menjadi sehat ketimbang harus menjalani perawatan kesehatan.

Tim tersebut memilih penderita kanker prostat pada penelitian itu. Para peneliti memilih kanker prostat karena perkembangannya yang lambat. Ketika suatu penyakit kanker didiagnosa awal, maka tidak melakukan apapun merupan cara masuk akal untuk menghindari trauma operasi, radiasi atau terapi hormon. Dr. Ornish memasukkan 30 pasien stadium awal kanker prostat dalam program “perubahan gaya hidup komprehensif”. Di antaranya diet rendah lemak, whole food, diet berbasiskan sayur-sayuran, manajemen stres, latihan tubuh ringan, menciptakan kelompok pendudung psikososial. Pasien dicatat kondisi awal ketika memasuki progrma dan dibandingkan tiga bulan kemudian untuk melihat apa saja yang telah berubah.

Bagai tingkat gen agar proses tersebut bekerja maka harus diterjemahkan melalui pembawa pesan molekuler. Sebuah molekul substansi yang disebut RNA membawa instruksi pembuatan protein kepada sebuah sel, tentang protein apa saja yang dibuat. Semakin banyak messenger RNA maka semakin aktif gen. Berdasar jumlah messenger DNA maka dapat dilihat efek pada gen pada penyembuhan kanker. Dr. Ornish menyebutnya sebagai gene chip technology.

Ia dan tim peneliti menemukan bahwa setelah tiga bulan, aktivitas dari 500 gen diubah di prostat sebagai bentuk gen yang bersifat melawan kanker. Kehidupan yang baik akan mematikan gen yang mempromosikan tumor (disebut Oncogenes) --- termasuk beberapa yang ditargetkan untuk menjadi obat anti kanker. Sementara itu, gen pencegah penyakit termasuk salah satu protein yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel tumor akan diaktifkan. Meski begitu bagaimana perubahan gaya hidup sehat berakibat pada gen tidaklah jelas. Tetapi, studi itu menunjukkan bahwa proses tersebut mencapai tingkatan biologi moleluler dalam tubuh.

Temuan Dr. Ornish itu sekali lagi menunjukkan bahwa tingkat kemauan pasien untuk mengubah perilaku hidup menjadi sehat akan mampu menanggulangi penyakit kanker yang mereka derita. “Karena semuanya berada pada tingkat gen,” pungkas Dr. Ornish.

Sumber : "Better than cure", The Economist, 19 Juni 2008

Tahukah Anda ?

Pengeluaran Dana R&D Global 2008








Sumber : Battelle 2008

Wednesday, June 25, 2008

Merger Perusahaan Bioteknologi Mempercepat Terwujudnya "Personalised Medicine"



Topic : Business

By Ari Satriyo Wibowo

Akuisisi Applied Bioscience (AB) sebuah perusahaan bioteknologi di Kalifornia oleh perusahaan bioteknologi terkemuka Invitrogen dari San Diego,AS bakal memicu konsekuensi baru. Nilai akuisisi sebesar 6 miliar dolar AS itu akan membuat pasar peralatan gene sequencing (yang semula diproduksi AB) dan layanan produk jasa terkait ( “bread” dan “butter” yang diproduksi Invitrogen) akan berada di satu tangan.

Model itu menurut Steven Burill, seorang pengamat industri, seolah mempraktekkan strategi produsen alat pencukur Gillete yang menjual “Alat Pencukur Murah dengan Pisau Silet yang Mahal” . Atau kalau di Indonesia seperti yang dilakukan prosen printer Canon, menjual printer murah dengan tinta yang mahal. Kombinasi itu akan membuat konsumen mampu membeli perangkat gene-sequencer murah tetapi dengan marjin keuntungan tinggi bagi Invitrogen di perlengkapan pendukung laboratorium seperti reagent dan sebagainya.

Sementara itu, Roche, perusahaan farmasi raksasa dari Swiss kini menguasai 454 Life Scineces, yang memproduksi perangkat gene-sequencing dan sedang berupaya mengambil alih perusahaan diagnostik medis Ventana.

Menurut Kalorama, sebuah perusahaan riset pasar, pasar diagnostik medis mencapai US$ 42 miliar pada 2007 dan diharapkan nilainya akan meraih angka US$56 miliar pada 2012. Siemens, Ge dan beberapa perusahaan multinasional telah membeli perusahaan yang lebih kecil (meski akuisisi GE senilai US$ 8 miliar terhadap Abbott Laboratories, salah satu perusahaan diaganostik medis, tidak meraih sukses seperti yang diharapkan.)

Kondisi merger perusahaan bioteknologi di atas yang membuat peralatan gene sequencing menjadi murah bakal merevolusi “personalised medicine” karena dokter biasa pun dapat memilikinya dan melakukan pengobatan secara personal. Laboratorium klinik pun akan mampu menyediakan layanan tes genetik langsung ke pasien mereka.

Personalised medicine memang cebderung memiliki masa depan cerah. Ketika konsumen harus lebih banyak mengeluarkan dana kesehatan dari kantong mereka sendiri maka layanan “personal genomics” dapat membantu pasien untuk menghindari penyakit melalui, misalnya, perubahan diet. Biaya yang saat ini dibutuhkan untuk decoding DNA sebesar US$ 50.000 bakal turun menjadi US$ 100 pada tahun 2015 atau 2020. Bahkan bukan tidak mungkin cukup US$ 10 per profil genome.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber : "Getting Personal", The Economist, 19 Juni 2008

Tahukah Anda ?

Robot EMA dan AMP

Robot adalah makhluk mekanik. Namun, bukan berarti kemampuannya melulu berkisar pada hal-hal teknis. Robot juga bisa berfungsi pada ranah estetika. Fungsinya adalah sebagai media hiburan atau mengadaptasi gerakan-gerakan manusia. SEGA Toys menerapkan itu pada robot baru buatannya. Yaitu, EMA (Eternal Maiden Actualization) dan AMP (Automated Music Personality).

EMA dikategorikan sebagai fembots (feminine robot), alias robot berjenis kelamin cewek. Robot itu punya tujuh titik artikulasi pada siku, pundak, lutut, dan pinggang. Dengan demikian, ia mampu berjalan dengan lemah gemulai layaknya wanita.

EMA juga bisa menghibur sang pemilik dengan menari dan menyanyi. Atau mengambilkan dokumen berukuran kecil, seperti kartu nama. EMA punya fitur unik bernama love mode.

Sang robot juga dilengkapi sensor inframerah. Fungsinya mendeteksi wajah seseorang yang sedang blushing alias memerah karena tersipu malu. Jika itu terjadi, EMA akan memalingkan wajahnya ke arah orang itu. Yang selanjutnya terjadi adalah EMA mengeluarkan suara "cup!" seperti sedang mencium.

Meski dibuat oleh perusahaan mainan, EMA ditargetkan untuk konsumen dewasa. Robot setinggi 38 cm itu akan beredar di Jepang mulai 26 September. Satu unit EMA dijual USD 175 atau sekitar Rp 1,62 juta.

Beda lagi AMP. Robot itu diberi jenis kelamin laki-laki oleh SEGA Toys dan Tiger Electronics. Bodinya dibuat berwarna mayoritas hitam. Dengan aksen krom dan kuning, AMP terlihat garang.

AMP adalah robot untuk penggunaan personal dengan fungsi musikal. Pada bagian punggung robot setinggi 73,6 cm itu, terdapat slot untuk PMP (portable media player). AMP dilengkapi speaker stereo berukuran 5 inci pada bagian dada.

Kedua "tangan" AMP adalah tweeter speaker dan touch pad yang berfungsi sebagai mixing deck untuk memodifikasi lagu. Tangan kiri menambahkan layer sound effect, tangan kanan untuk mengatur audio.

AMP tidak bergerak dengan kaki. Namun, melalui dua roda yang berposisi sejajar. Fungsi itu dilengkapi kemampuan dynamic balancing technology (DBT). Tujuannya mengatur keseimbangan robot sehingga tidak mudah jatuh saat bergerak. Sumber energi AMP ada pada enam buah baterai ukuran D dan tiga baterai ukuran AAA.

Robot yang dipamerkan dalam Tokyo Toy Show pada 19 hingga 22 Juni itu dirilis Oktober mendatang. Tiap unit rencananya dijual seharga USD 500 atau sekitar Rp 4,6 juta.

Sumber : Jawa Pos, 24 Juni 2008

Tuesday, June 24, 2008

Perubahan Radikal di Bidang Energi Segera Tiba



Topic : Academic. Business

By Ari Satriyo Wibowo


Dunia gandrung pada segala sesuatu yang sedang booming. Dan yang sedang booming saat ini adalah perubahan teknologi. Para pemodal ventura pun berbondong-bondong mengadu nasib meraih peruntungan. Pada tahun 1980-an mereka sukses menciptakan boom teknologi komputer, tahun 1990-an boom teknologi Internet dan awal tahun 2000-an terjadi boom di bidang bioteknologi dan nanoteknologi. Bagaimana tahun 2010-an ? Tampaknya booming akan terjadi di bidang energi.

Boom di masa lalu di bidang energi selalu mengandalkan pasokan energi berupa bahan bakar tertentu : mesin uap bertenaga batu bara, motor bakar bertenaga bensin, pembangkit tenaga listrik tenaga gas dan pesawat jet tenaga avtur. Beberapa dekade lalu harga batu bara masih murah, Gas alam juga murah. Tahun 1970-an, harga BBM juga masih murah. Akibat harga murah itu, daya inovasi di bidang energi menjadi berkurang atau minimal sekali.

Sekarang BBM tak lagi murah. Sampai pertengahan 2008 harganya melesat mencapai hampir US$ 140 per barrel. Demikian pula gas alam harganya mengikuti kenaikan BBM. Sementara, batu bara meski harganya masih murah kini terancam dikenakan pajak tinggi sebab merupakan penyumbang gas efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Orang pun kemudian bepaling ke energi terbarukan dari angin dan tenaga matahari.

Pasar energi merupakan pasar yang besar sekali. Saat ini, penduduk dunia mengonsumsi sekitar 15 terrawatt daya listrik ( terawatt setara dengan 1000 gigawatts). Nilainya setara dengan US$ 6 triliun per tahun atau sekitar sepersepuluh output ekonomi dunia. Pada tahun 2050 diperkirakan kebutuhan listrik meningkat menjadi 2 kali lipat menjadi 30 terrawatt.

Energi terbarukan menjadi pilihan karena pembangkit tenaga surya atau angin tetap tidak akan membuat pembangkit listrik tenaga bata bara lantas tutup. Mobil listrik kelak juga kan berkembang karena makin efisien. Listrik yang dibutuhkan setara dengan membeli BBM dengan harga 25 sen per liter.

Energi terbarukan yang efisien kini juga menjadi incaran para jutawan di Lembah Silikon, Kalifornia. Elon Musk, yang menjadi salah satu penemu layanan Pay Pal, telah mengembangkan batere untuk mobil sport. Sementara pendiri Google, Larry Pages dan Sergey Brin menciptakan Google.org untuk mencari jalan menemukan energi terbarukan yang lebih muarah dari batu bara (atau mereka biasanya merumuskannya sebagai REC kepada teman-temannya).

Vinod Khosla, salah satu pendiri Sun Microsystems, memutuskan untuk menyediakan modal ventura untuk membiayai energi terbarukan.Tak ketinggalan Robert Metcalfe, yang menemukan sistem Ethernet untuk LAN dan Mr. Doerr dari Kleiner Perkins Caufield & Byers, salah satu pemodal ventura terkenal dari lembah Silikon. Sir Richard Branson dari Inggris juga tidak ketinggalan berpartisipasi melalui Virgin Green Fund.

Perusahaan besar lain yang tertarik terjun ke bidang energi terbarukan ini adalah General Electric (GE) yang sudah terjun di bisnis kincir angina dan tertarik terjun ke bisnis energi surya. Para periset di laboratorium GE di Schenectady, New York, sangat bersemangat sekali dengan kebebasan intelektual yang mereka peroleh untuk bekerjasama dengan perusahaan start up yang dikombinasi dengan ketersediaan dana untuk riset.

Sementara itu, BP dan Shell, dua perusahaan minyak besar dunia ikut menjadi sponsor riset akademis dan perusahaan kecil baru dengan ide cemerlang. Demikian pula Du Pont perusahaan kimia terbesar ikut terlibat. Hanya Exxon Mobile yang memutuskan tidak ikut dalam kegitan itu.

Negara berkembang pun tak ketinggalan. RRC sekalipun dikenal sebagai pemilik pembangkit listrik batu bara terbanyak juga memiliki pembangkit tenaga angin yang jumlahnya bakal meningkat menjadi duapertiganya tahun ini. RRC juga merupakan produsen panel surya terbesar kedua di dunia, belum termasuk sebagai prosen pemanas air tenaga surya di atas atap rumah yang besar pula.

Brazil sudah sejak lama dikenal sebagai produsen biofuel yang memasok 40 % kebutuhan bahan bakar mobil di sana dan bakal menjadi pemasok 15 % kebutuhan energi untuk pemabngkit tenaga listrik. Sementara, Afrika Selatan mengembangkan teknologi yang mampu menciptakan reactor nuklir sederhana yang aman --- yang meski nuklir bukan energi terbarukan tetapi bebas polusi karbon.

Yang jelas ada tiga pilar energi yang menarik saat ini yakni energi angin, energi surya dan penciptaan batere teknologi tinggi.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber : “The future of Energy” dan “The power and The Glory” , The Economist, 19 Juni 2008

Tahukah Anda ?



Sumber Gambar : http://www.provenmodels.com/files/026317952d53b7d48c6c8d86d60a6a34/gods_of_management.jpg

Organisasi Dionysius


Dionysius, dewa anggur dan ilusi, dalam mitologi Yunani merupakan anak Zeus, kambing hitam keluarga. Master of creative destruction.

Organisasi Dionysius merupakan organisasi yang informal dan terdesentralisir. Organisasai ini dibentuk oleh lingkungan yang turbulence sehingga diperlukan pekerjaan-pekerjaan yang menuntut kreativitas tinggi, kerjasama tim, dan adaptasi secara terus menerus terhadap perubahan. Tapi perlu diingat organisasi Dionysius efektif untuk masa-masa perubahan dan berorientasi jangka pendek.

Sumber : Rhenald Kasali dari buku Charles Handy (1987), The Gods of Management

Monday, June 23, 2008

Teori Butterfly Effect Mengindikasikan Indonesia Bakal Tertib di Masa Depan



Sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Sensitive-dependency.svg/300px-Sensitive-dependency.svg.png

Topic : Academic

By Satjipto Rahardjo

Amat sulit membayangkan Kejaksaan (Agung) lebih terpuruk dari sekarang. Bagaimana mungkin lembaga publik yang diandalkan menjadi salah satu ujung tombak telah ambruk?

Untuk sedikit ”menghibur” kejaksaan, menurut Sebastiaan Pompe, Mahkamah Agung sudah beberapa tahun lebih dulu mengalami kolaps (institutional collapse) seperti itu (Pompe, 2005).

Bangkit dan berubah

Jika integritas Kejaksaan Agung dirusak oleh ulah beberapa pejabat puncaknya, menurut studi Pompe, Mahkamah Agung mengalami kolaps karena (1) keberanian telah berubah menjadi kepengecutan, (2) kemampuan merosot menjadi tidak lagi mampu (incompetence), (3) integritas merosot menjadi korupsi struktural, dan (4) kehormatan berubah menjadi tercela (contempt).

Kepolisian (Polri) sedikit banyak juga sudah mendapat giliran dengan kejadian di Unas beberapa waktu lalu. DPR juga sudah beberapa lama menjadi sasaran kritik, cemooh, dan parodi.

Maka, sungguh dramatis keadaan yang menimpa kita. Rasanya tidak ada lagi yang tersisa. Menangis dan meratap? Sebentar boleh dan itu alami. Namun, hal lebih baik dan diperlukan adalah bangkit serta berubah. Keambrukan institusi publik negeri ini harus berhenti sampai di sini.

Karena itu, kita tidak boleh lagi kecolongan. Kita tidak boleh terpaku hanya pada Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Polri, dan DPR, tetapi juga seluruh institusi publik yang melayani bangsa.

Awal ketertiban baru

Kini sudah terjadi pergeseran dalam sains, khususnya tentang konsep ketertiban (order) dan kekacauan (chaos). Keduanya tidak lagi berdiri terpisah dibatasi tembok tebal, tetapi berkelindan.

Ilya Prigogine, penerima Nobel di bidang kimia, menulis buku Order Out of Chaos. Itu tidak hanya disuarakan ilmu kimia, tetapi juga sudah merembes ke dalam ranah ilmu-ilmu lain, seperti The Chaos Theory of Law.

Kita sudah diperkaya paradigma dan perspektif baru bahwa kekacauan bukan ”kiamat”, tetapi awal suatu ketertiban baru. Dalam kekacauan tersimpan bibit- bibit ketertiban baru. Dalam konsep baru ini, ketertiban bukan suatu konsep statis, tetapi sebuah proses dinamis.

Perubahan bisa terjadi hanya oleh faktor/kejadian kecil dan sederhana (strange attractor), tetapi kemudian berubah skala menjadi kejadian luar biasa. Ini disebut sebagai butterfly effect. Kepak sayap kupu-kupu di Hawaii bisa menyebabkan suatu perubahan cuaca besar-besaran di New England. Itulah teorinya.

Marilah kita lihat dan tempatkan keambrukan institusi pelayanan publik dalam perspektif baru itu. Ini membuat kita bersemangat untuk bangkit kembali dari keterpurukan dan kekacauan. Semangat bangkit ini antara lain karena didukung sains mutakhir. Sains pasca-Newtonian ini seolah berkata kepada kita, ”Kamu, bangsa Indonesia, tidak akan terus-menerus kacau seperti sekarang, tetapi bisa berubah menjadi bangsa yang tertib teratur.”

Ada bukti empirisnya. Kendati dikepung masyarakat yang korup, jaksa, hakim, dan polisi kecil di pelosok tetap bertahan dalam kemuliaan martabat profesinya. Laporan Bank Dunia (Village Justice in Indonesia, 2004) memastikan kehadiran mereka. Inilah strange attractors yang kita miliki, yang diharapkan mampu memunculkan butterfly effect berupa badai ketertiban baru di negeri ini.

Perlu keberanian

Memang dibutuhkan keberanian untuk merasa sakit karena operasi untuk mendukung munculnya kupu-kupu kecil itu perlu dilakukan. Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Mabes Polri telah membuat cetak biru pembaruan institusi mereka. Namun, itu semua adalah skema abstrak dan ideal. Skema itu perlu dibuktikan menjadi kenyataan. Kenyataan itulah yang dilihat seluruh bangsa, bukan skema- skema abstrak. Kenyataan itu berupa kekacauan dan keambrukan, sangat jauh dari skema abstrak dan ideal.

Namun, perlukah kekacauan itu? Pertanyaan ini amat ironis. Kekacauan yang mahal itu diperlukan guna menunjukkan di mana masih ada lubang-lubang dalam rancangan ideal yang telah dibuat. Kita menjadi tahu di mana ada kebocoran. Kekacauan ini seyogianya segera diintegrasikan dengan cara diterima sebagai koreksi terhadap rancangan itu.

Pasti ada yang salah dalam konsep cetak biru lama. Jaksa Agung berbicara tentang ”disiplin moral”. Mungkin ini salah satu butir koreksi sesudah melihat kebocoran di tubuh Kejaksaan Agung. Hal yang penting, rancangan baru segera dibuat dan langkah-langkah nyata segera dilakukan. Tugas kita adalah terus menghidupkan semangat untuk bangkit dan melakukan kontrol publik. Teori baru sudah mengatakan adanya harapan baru untuk keluar dari kekacauan dan menjadi bangsa yang tertib.

Satjipto Rahardjo adalah Guru Besar Emeritus Sosiologi Hukum Universitas Diponegoro, Semarang

Sumber : Artikel Opini Kompas, Senin, 23 Juni 2008 dengan judul "Kini Saatnya Memunculkan Ketertiban" oleh Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH

Tahukah Anda ?


http://www.sciencedaily.com/images/2008/06/080613104801-large.jpg


Cara Baru Bakteri Berkelit dari Sistem Imun Tubuh


Bakteri yang membuat banyak orang menderita itu memiliki trik molekuler yang membuatnya amat ganas. Tim ilmuwan dari University of Rochester Medical Center di New York, Amerika Serikat, mengidentifikasi sebuah protein yang memungkinkan bakteri itu tak terdeteksi di dalam tubuh. Strategi ini memberikan waktu yang cukup baginya untuk diam-diam memperkuat posisinya sebelum sistem imun organisme yang diserangnya bangkit untuk menghalau penyusup.

"Peradangan yang terjadi segera setelah infeksi bakteri membantu tubuh memerangi kuman, seperti salmonella, dengan cepat," kata Jun Sun, ketua tim dan asisten profesor gastroenterologi dan hepatologi itu. "Namun, ada kemungkinan salmonella secara khusus dilengkapi perangkat yang membuatnya lolos dari sistem imun pada tahap awal, pelan-pelan tumbuh kemudian membuat inangnya sakit parah. Salmonella lebih cerdik daripada apa yang kami bayangkan."

Tim Sun menemukan protein virulen yang dikenal sebagai AvrA yang mengurangi respons peradangan. Itu membantu bakteri menghindari keganasan sistem imun sehingga ia mempunyai cukup waktu untuk tumbuh dan berkembang sebelum ia harus mengerahkan energi untuk berperang dengan sel imun seperti neutrophil. "AvrA membuat salmonella berdamai dengan tubuh," kata Sun. "Itu berita jelek bagi tubuh karena bakteri bisa menyebar. AvrA memungkinkan bakteri tersebut merusak tubuh tanpa diketahui. Bakteri itu telah berubah selama jutaan tahun, membuatnya memiliki trik yang belum kita pahami."

AvrA adalah satu dari beberapa protein salmonella yang mempengaruhi sel pada dinding usus dan perut atau sel epitel. Sel-sel ini saling bertautan erat berkat molekul protein penggabung, yang membatasi ketat segala molekul dan substansi di dalam atau di luar kolon. Protein-protein salmonella melonggarkan molekul penggabung dan menerobos pembatas sehingga tubuh tak berdaya terhadap infeksi

Sumber : TempoInteraktif, 22 Juni 2008 dan ScienceDaily

Saturday, June 21, 2008

Pertanian Kecil Multifungsi Ternyata Amat Produktif



Sumber gambar : http://www.fao.org/organicag/doc/v6640e0l.jpg

Topic :Government, Business

By Ivan A Hadar


World Food Programme atau WFP belum lama ini menyatakan, ”Akibat melejitnya harga pangan dunia, sekitar 100 juta orang bakal kelaparan.”
Badan PBB ini menyebut kondisi saat ini sebagai the silent tsunami, petaka yang melanda diam-diam (WFP, 22/4/2008).

Oxfam, sebuah LSM dari Inggris, memperkirakan setidaknya 290 juta orang terancam kelaparan akibat krisis pangan. Setelah kenaikan harga BBM dan melonjaknya harga kebutuhan pokok, kita patut cemas, hal itu akan menjadi kecenderungan di negeri ini (Kompas, 7/6/2008).

Tajuk Kompas (7/6/2008) menulis, berapa pun jumlahnya dan di mana pun mereka berada, kelaparan adalah tragedi kemanusiaan yang harus diatasi bersama. Ironisnya, sebagian dari mereka yang (terancam) kelaparan adalah petani. Perwakilan petani kecil dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pangan di Roma, baru-baru ini, menyatakan muak terhadap kesimpulan pertemuan puncak itu yang sama sekali tidak menyuarakan kepentingan mereka. Padahal, berdasar temuan banyak studi, ketahanan pangan sebagian besar bertumpu pada produksi pertanian kecil multifungsi (Roman Herre, 2008).

Temuan ini berbeda dengan konsep lembaga multilateral, macam Bank Dunia atau Global Donor Platform on Rural Development, yang lebih memprioritaskan agroindustri berorientasi pasar dunia dan menjadi penyuplai jaringan supermarket global.

Konsep yang mengusung argumentasi produktivitas dan kuantitas ini sedang merancang ”Revolusi Hijau” bagi Afrika, dengan mempromosikan bibit hibrida yang telah dipatenkan dan memanfaatkan tanaman yang telah dimanipulasi secara genetik dalam pertanian industrial dan monokultural. Semua itu membutuhkan irigasi, pupuk, dan pestisida yang tak terjangkau petani kecil, buruh tani, komunitas adat, dan organisasi perempuan.

Pertanian kecil multifungsi memang tidak hanya berdasar kalkulasi ekonomi, tetapi lebih pada ketahanan pangan lokal dan nasional, bertambahnya lapangan pekerjaan dan merupakan bagian integral budaya serta sistem pengetahuan pedesaan. Meski sering dituding mempromosikan romantisme small is beautiful, berbagai studi menunjukkan, lokasi yang pas, cara berproduksi ramah lingkungan, dan pertanian skala kecil ternyata amat produktif. Sebaliknya, sistem monokultur dan industrialisasi pertanian adalah penyebab utama punahnya banyak jenis tanaman.

Di Filipina sebelum Revolusi Hijau, misalnya, ada sekitar 3.000 jenis padi. Kini, 98 persen lahan pertanian negeri itu hanya ditanami dua jenis padi, juga di Indonesia. Menurut perkiraan, sepanjang abad ke-20, sekitar 75 persen tanaman berguna, termasuk tanam pangan, telah punah. Padahal, keragaman adalah prinsip keberlangsungan alam sebagai persyaratan utama penyesuaian terhadap perubahan kondisi lingkungan. Ketika iklim gonjang-ganjing yang berdampak pada pertanian, kemampuan itu menjadi sebuah keharusan.

Isu mendesak adalah akses terhadap lahan. Menurut lembaga PBB Hunger Task Force, penyebab utama kelaparan adalah ketimpangan ekstrem distribusi lahan. Penggusuran dan pada sisi lain konsentrasi berlebihan kepemilikan lahan memarjinalkan dan memblokir pembangunan pedesaan. Pendekatan berorientasi teknologi dan pasar tidak menyelesaikan, bahkan mempertajam masalah. Untuk membeli bibit, pupuk, dan pestisida, petani gurem sering harus berutang. Saat semua tidak terbeli, mereka akan kehilangan lahan.

Pengalaman mancanegara mengajarkan, aksesibilitas atas tanah merupakan persyaratan terpenting pembangunan pertanian dan pedesaan (Brandt/Otzen, 2002). Karena itu, reformasi agraria menjadi sebuah keharusan. Aksesibilitas atas tanah (landreform) adalah ”bahasa” ekonomi-politik baru, di mana salah satu kata kuncinya adalah property rights. Penggunaan istilah aksesibilitas mengingatkan kita kepada Amartya Sen dan asumsinya tentang entitlement, yaitu tak seorang pun harus lapar karena di dunia ini tersedia cukup makanan. Mereka yang lapar hanya karena tidak memiliki akses (untuk memproduksi) makanan.

Di India, sejak tahun 1950-an, beberapa negara bagian melakukan reformasi pemanfaatan lahan, tanpa perubahan status menjadi pemilikan, tetapi dengan memperkuat posisi penyewa serta menghapus institusi makelar. Lewat reformasi soft ini, tercatat penurunan kemiskinan yang signifikan lewat peningkatan pendapatan per kapita orang miskin (Besley/Burges, 2000).

Landreform yang kurang begitu berhasil terjadi di Amerika Selatan dan terakhir di Filipina disebabkan oleh keterbatasan dana, birokrasi yang njlimet, dan korup serta resistensi politis para tuan tanah. Meski demikian, jawaban atas kelemahan reformasi agraria oleh negara, demikian La Via Campesina, bukan liberalisasi, melainkan memperbaiki dan memperkuat peran negara. Reformasi agraria adalah kewajiban penegakan hak asasi manusia (HAM) oleh negara, yaitu hak atas makanan.

Pemerintah berkewajiban atas pemenuhan hak asasi paling mendasar ini dengan memberi akses lahan, bibit, air, dan sumber-sumber produktif lainnya agar mereka bisa menyediakan sendiri makanannya, demikian Sofia Monsalve, koordinator kampanye internasional reformasi agraria ”Bread, Land and Freedom”, yang didukung La Via Campesina. Tanpa itu, kita akan memanen apa yang sudah menjadi kenyataan di beberapa negara, yaitu kerusuhan yang dipicu kelaparan.


Ivan A Hadar, Koordinator Nasional Target MDGs (Bappenas/UNDP); Pendapat Pribadi
Sumber : Artikel Opini Kompas, Sabtu, 21 Juni 2008 dengan judul asli “Memerangi Kelaparan” karangan Ivan A Hadar.

Tahukah Anda ?



Konsep Triple-Co Bagi Kemajuan Pertanian Indonesia


Konsepsi Triple-Co, yaitu co-ownership (pemilikan bersama), co-determination (ikut menentukan), dan co-responsibility (ikut bertanggung jawab) sebagai prinsip kebersamaan dalam membangun badan-badan usaha. Co-ownership bisa dilaksanakan melalui sistem equity loan bagi plasma rakyat.

Asas kebersamaan yang memihak si lemah ini tidak menentang asas ”perlakuan sama” (equal treatment), pemihakan macam ini tidak diskriminatif.

Petani (koperasi) kopra dan sawit adalah saka guru industri minyak goreng. Petani (koperasi) tembakau dan cengkeh adalah saka guru industri rokok. Karena menyediakan kehidupan murah (low-cost economy) bagi buruh miskin, ekonomi rakyat menjadi saka guru perusahaan menengah dan besar. Secara ekonomi, mereka harus terbawa maju dan teremansipasi.

Beginilah demokrasi ekonomi Indonesia.

Jangan sampai mentalitas tersubordinasi tetap kukuh dipelihara meski beberapa PIR mulai mengoreksi diri.

Tukirin, petani gigih, menemukan bibit jagung unggul berkat kerja keras dan menyatunya local wisdom dalam dirinya. Tiba-tiba ia digugat mantan investor ”inti” dan dituduh memalsukan bibit. Pengadilan mengalahkan Tukirin (Metro TV, 24/5/ 2008). Padahal, bentuk bibit jagung unggul temuan asli Tukirin lain dari bibit investor. Penjualannya pun tanpa merek. Tidak ada pemalsuan. Harga jual bagi teman-temannya hanya Rp 10.000 per kilogram (kg). Sementara harga bibit jagung monopolistik itu Rp 40.000 per kg. Hukuman percobaan dia terima setelah proses pengadilan yang mencekam dan memberikan trauma berat.

Tukirin bukan satu-satunya korban kejahatan ”cultuurstelsel baru” yang subordinatif-monopolistik dan merampas hak demokrasi ekonominya.
Nasib Mujahir, penemu bibit ikan mujair pada zaman Jepang; Mukibat, penemu bibit singkong unggul; dan Gondeng Tebo, penemu bibit karet unggul GT1 kondang, lebih baik daripada Tukirin. Tukirin dianggap melanggar UU No 12/1992 tentang Budidaya. ”Kebenaran adalah kekuasaan”. Beruntung, Tukirin dibantu LSM, bukan lembaga penelitian negara dan bukan peradilan yang predikatnya pro-iustitia.

Representasi sosial kultural petani dipasung kapitalisme rakus dan bersifat predator. Tukirin, Mujahir, Mukibat, Gondeng Tebo, dan banyak lagi merupakan jenius-jenius lokal kewirausahaan, yang kehadirannya diperlukan bagi peran global Indonesia.

Sumber : Disarikan dari artikel opini "CultuurStelsel Baru” oleh Sri Edi Swasono di Harian Kompas, Sabtu, 21 Juni 2008

Friday, June 20, 2008

Kesehatan Mata dan Gangguan Penglihatan Pada Usia Lanjut






Topic : Academic

By Ari Satriyo Wibowo

Dengan bertambahnya usia akan terjadi kekenduran pada seluruh jaringan kelopka mata. Lensa mata bening mula-mula yang transparan kemudian menjadi keruh (katarak). Daya akomodasi yaitu daya mengembung dan memipihnya lensa juga berkurang. Akibatnya adaptasi terhadap gelap menurun dan secara keseluruhan tajam penglihatan juga menurun dimana terjadi kabur dekat, penyakit ini disebut dengan presbyopia. Untuk menjaga mata agar tetap bisa melihat dekat seperti membaca, menjahit dibutuhkan kaca mata positif (plus).

Mata sebagai organ penglihatan merupakan jalur informasi terpenting karena porsinya mencapai 83 persen. Sementar, telinga atau pendengaran(11 %), hidung atau penciuman (3,5 %), kulit atau perabaan (1,5 5) dan lidah atau pengecap (1 %).

Sedangkan penyerapan informasi yang diperoleh dari membaca sebesar 10 persen. Mendengar (20%), melihat (30%), melihat dan mendengar (50%), berbicara (70 %) dan berbicara dan melakukan (90%).

Menurut Dr. Tjahjono D. Gondowiardjo, Sp M (K), dari PP Perdami pada presentasi di Seminar Lanjut Usia Sehat dan Mandiri, Selasa (17/6) lalu, ada korelasi positif antara kemiskinan dan tingkat kebutaan di kalanagan lanjut usia. Berdasarkan survei yang dilakukan di Jakarta maka prevalensi buta katarak di daerah Kebon Jeruk yang masyarakatnya relative makmur hanya 1 persen sementara di daerah Pulo Gadung mencapai 4 persen. Adapun penyebabnya 23 % karena ketidaktahuan, 10 % ketidakpedulian dan 20 % karena ketidakberdayaan. Sedangkan kombinasi ketidakpedulian dan ketidakberdayaan mencapai 16,7 %.

Adapun faktor resiko utama buta katarak adalah faktor lingkungan sosial ekonomi yang terdiri dari kondisi gizi buruk, kekurangan vitamin A, menderita diabetes dan penyakit parasit.

Diperlukan empat langkah nyata untuk mencegah masyarakat khususnya kaum lansia dari kebutaan katarak yakni Perhatian (Awareness) , Pengertian (Understanding) , Empati Masyarakat (Public Emphaty) dan Komitmen Nasional (National Commitment).

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?



YouTube hadirkan screening room virtual


By Th.D.Wulandari

Ada kabar terbaru dan menyenangkan bagi para pencipta film pendek dan sineas muda di jalur indie, sekaligus para pecinta YouTube di seluruh dunia.

YouTube milik situs Google Inc. telah menghadirkan sebuah screening room virtual sebagai wadah para pembuat film memamerkan hasil karyanya kepada publik di seluruh dunia.

Bukan hanya mampu mengakomodasi hasil karya mereka, YouTube juga bisa dijadikan sebagai ajang bersaing karya seni dan langkah awal kampanye produk mereka.

Penampilan pertama, Rabu kemarin, menjadi bukti bahwa para pembuat film ini akan menemukan satu tempat baru yang akan menjadikan mereka sebagai rekan kerja YouTube dalam karya yang menghasilkan uang.

"Semoga mereka bisa menyadari bahwa akan ada ribuan orang menyaksikan filmnya sehingga akan menjadi pengalaman pertama yang luar biasa," ujar Sara Pollack, Manager film dan animasi YouTube seperti dilansir dari situs AP.

Screening room itu akan menampilkan empat film dalam seminggu yang dipilih oleh keputusan para editor YouTube.

Tema apa saja diterima. Bahkan, nantinya hasil keputusan para editor ini akan dipilih lagi dan diikutkan dalam ajang festival film yang akan digarap oleh Sundance Channel sebagai penentu pilihan.

Sejauh ini, delapan judul sudah dipersiapkan dan siap tayang. Dari delapan judul itu empat di antaranya telah mulai tayang di situs milik Chad Hurley ini.

Empat judul film yang akan tampil adalah sebuah film boneka karya sutradara dari Swedia berjudul Love and War, nominasi Oscar untuk kategori film pendek I Met The Walrus, cerita pendek hasil wawancara dengan John Lennon, dan Are You the Favorite Person of Anybody? oleh artis pertunjukan Miranda July.

Adakah keuntungan finansial yang akan diterima para pembuat film indie ini? Tentu Ada. YouTube menyediakan sumber keuntungan bagi para pembuat film ini dengan memilih tombol akses Buy Now jika hasil karya mereka ingin diperjualbelikan dalam bentuk DVD atau kopian digital.

Selain itu, sumber keuangan juga bisa diperoleh dari hasil menerima pembagian keuntungan dari total penjualan film berdasarkan jumlah iklan yang ditampilkan dari setiap penampilan film mereka.

YouTube memperkirakan seseorang yang menampilkan filmnya secara menarik sehingga membuat jutaan orang menyaksikan hasil karyanya bisa meraih keuntungan hingga ribuan dolar AS dalam sebulan. Ini tentu sebuah pendapatan yang sangat menggiurkan.

Pollack mencontohkan saat YouTube menampilkan film pendek berdurasi sembilan menit berjudul Spider karya Nash Edgerton pada Februari lalu, tiba-tiba film ini meraih penjualan terbanyak nomer lima di situs iTUnes.

Ada lagi pembuat film berdurasi agak panjang berjudul Four Eyed Monsters karya Susan Buice dan Arin Crumley terpaksa harus dihentikan karena lebih dari sejuta penonton YouTube mengkopi hasil karya mereka dan mendistribusikan karyanya di TV dan DVD.

"Mereka membuat film ini sangat baik, tetapi sangat ironis saat mereka mempublikasikan film mereka secara online dan cuma-cuma," ujar Pollack.

Tertarik untuk berkarya dan menghasilkan uang? Tentu tidak menjadi penghalang pula bagi para pembuat film indie di Indonesia. Apalagi sejak situs ini kembali dapat diakses di Indonesia saat sempat diblokir beberapa waktu pada April lalu.

Sumber : Harian Bisnis Indonesia, 20 Juni 2008

Thursday, June 19, 2008

Presbikusis dan Gangguan Keseimbangan pada Usia Lanjut









Topic : Academic

By Ari Satriyo Wibowo


Pada orang lanjut usia terjadi proses degeneratif pada organ pendengaran sehingga terjadi kemunduran sel-sel dan penurunan elastisitas membran. Disamping itu, terjadi pula gangguan pasokan darah pada otak sehingga orang lanjut usia akan mengalami gangguan pendengaran di mana yang pertama terkena adalah pendenagaran bunyi dengan nada tinggi selanjutnya diikuti dengan gangguan pendengaran bunyi nada rendah. Dalam dunia medis gangguan pendengaran karena proses penuaan dikenal dengan Presbikusis.

Di Indonesia berdasarkan survei tahun 2001 terdapat penduduk dengan usia 65 tahun ke atas sebesar 8,5 juta orang atau 4,1 persen. Penderita presbikusis usia 65-75 tahun ada 30-35 tahun. Sementara usia di atas 75 yahun mencapai 40-50%. Hal itu disampaikan Dr. Ronny Suwanto, Sp THT (K) dari Sub Departmen THT Komunitas, Departemen THT FKUI pada Seminar Lanjut Usia Sehat dan Mandiri di Depkes RI, Selasa 17 Juni 2008 lalu.

Gejala klinis Presbikusis adalah pendengaran berangsur-angsur berkurang, bila suara diperkeras atau berteriak menyebabkan sakit telinga, sulit memahami percakapan terutama pada lingkungan bising, dapat mendengar tetapi tidak paham (diskriminasi ucapan), sulit mendengat nada tinggi “s” dan “th”, lebih mudah mendengar suara pria ketimbang wanita dan ada suara berdenging (tinnitus).

Adapun faktor risikonya berupa penyakit keturunan, artherosklerosis, penyakit sistemik seperti Diabetes Melitus, riwayat terpapar bising (bagi mereka yang pernah bekerja di pabrik) dan akibat obat ototoksik.

Sedangkan penyebabnya adalah proses degenerasi, perubahan struktur kohlea dan saraf pendengaran. Pada kohlea bila pada masa muda seseorang memiliki sekitar 31.000 sel rambut maka pada lanjut usia jumlah sel rambut menurun kurang dari 20.000 sel rambut.

Gangguan pendengar pada orang lanjut usia sulit dikenali karena terjadi berangsur-angsur, dimulai dari frekuensi tinggi bukan pada frekuensi percakapan sehari-hari (500-4.000 Hz).

Bila telah terjadi gangguan pendengaran maka upaya untuk meminimalkan gangguan pada penderita, menurut Dr. Ronny Suwanto, dapat diatasi dengan membaca ujaran bibir (lip reading), menghindari situasi lingkungan bising dan memanfaatkan bahasa isyarat.

Biasanya penderita direhabilitasi dengan alat bantu dengar. “Tetapi hal itu belum tentu menyelesaikan masalah,” kata Dr. Ronny,” Sebab akibat kerusakan syarat pendengatan maka suara yang diperkeras dapat mengalami distorsi saat melewati syaraf pendengaran.”

Selain itu, orang lansia juga mengalami gangguan keseimbangan yang disebut puyeng atau Dizziness (rasa melayang, kepala seperti kosong) dan pusing tujuh keliling atau Vertigo (perasaan diri sendiri atau lingkungan seolah berputar). Dalam kehidupan sehari, masih kata Dr. Ronny, Dizziness lebih banyak dijumpai.

Hampi 40 persen penduduk AS pernah mengalami Dizziness. Kemudian usia 65 tahun ke atas terdapat 12,5 juta orang yang mengalami Dizziness. Sedangkan pada usia 50 tahun ke atas maka hampir 65 persen yang terkena gangguan keseimbangan Dizziness. Dari jumlah itu maka 200.000 mengalami patah tulang pinggul per tahun. Sementara data dari Indonesia belum tersedia sampai saat ini.

Bagaimana pendapat Anda ?

Tahukah Anda?



Sumber gambar : http://www.mfi.ku.dk/PPaulev/chapter8/images/8-3.jpg

Perubahan pada Sistem Jantung dan Pembuluh Darah pada Usia Lanjut

Berbeda dengan organ tubuh lain yang mengecil pada usia lanjut (seperti ginjal dan otak) , maka jantung justru menjadi besar. Katup jantung menebal dan menjadi kaku. Pembuluh darah menjadi tidak elastis (kaku). Karena pengaruh asupan makananyang berkurang dan berubahnya penyerapan zat besi, para lanjut usia mudah terkena anemia (kurang darah atau kadar Hb rendah).

Pada anemia maka Hb (haemoglobin) yaitu zat warna darah yang berfungsi mengikat oksigen dan dibawa oleh darah ke seluruh tubuh jumlahnya sangat kurang. Anemia akan mempengaruhi daya tahan tubuh serta fungsi dari seluruh sistem tubuh, termasuk jantung. Akibatnya oksigen ke seluruh tubuh berkurang pula.

Wednesday, June 18, 2008

Ekspektasi Orang Asing Bila Mereka Tinggal di Indonesia

Topic : Academic, Business, Government

By Ari Satriyo Wibowo

Banyak orang asing yang ingin tinggal di Indonesia tetapi sayangnya Indonesia masih memiliki masalah dalam hal citra di mata internasional. Sudah begitu orang asing membutuhkan tiga hal yakni peraturan yang jelas, ijin untuk memiliki properti dan aturan keiimigrasian yang kondusif. Hal itu disampaikan Clifford Rees, Senior Partner PricewaterhouseCoopers dalam diskusi menjadikan Indonesia sebagai Rumah Kedua bagi Pensiunan Asing Manca Negara di Gedung Kalbe, Rabu pagi.


Rees yang berumur 50 tahun sudah menghabiskan waktu sekitar 24 tahun di Indonesia. Itu berarti separuh dari hidupnya dihabiskan di Indonesia. Tak heran bila ia mengetahui dengan mendalam seluk beluk Indonesia. Kelemahan Indonesia menurutnya karena wilayahnya terlalu luas. Sudah begitu masih ada sisi negatif Indonesia berupa kemiskinan, buta huruf, pengangguran dan gangguan kemananan. Juga rasa nasionalisme yang berlebihan.

Lokasi yang diminati orang asing dari Eropa adalah Bali, Lombok, Jakarta dan Jogya. Sedangkan yang menjadi motivasi para pensiunan asing untuk tinggal di Indonesia adalah faktor cuaca dan atmosfer.

Kalau orang asing khususnya para pensiunan tertarik untuk tinggal di Malaysia adalah karena di sana mereka tidak dikenakan pajak alias terkena pajak 0%. Para pensiunan asing tidak diperkenankan bekerja di Malysia tetapi mereka boleh berinvestasi menanmakan modal, saham, obligasi, reksa dana dan sebagainya. “Malaysia has comfortable legal system and security,” ujar Rees.

Bila ingin membidik para pensiunan asing, menurut Rees, penuhi saja kebutuhannya. Mereka memerlukan restoran yang bagus untuk menikmati hidangan bermutu, mal serta arena hiburan. Mereka juga membutuhkan komunitas sebangsa atau senegara. “Orang Inggris ingin tinggal bersama orang Inggris, orang Jerman dengan orang Jerman,” Rees menambahkan.

Khusus untuk membangun komunitas daerah di Jagorawi dapat dikembangkan sebagai komunitas golf antar bangsa. Itu yang bisa dikembangkan sebagai daya tariknya. "Jakarta merupakan kota yang memiliki lapangan golf paling banyak di dunia yakni lebih dari 70 buah,” kata Rees, “Selain itu, dipandang dari segi biaya akomodasi maka Jakarta adalah kota yang paling murah di dunia.”

Agar nyaman tinggal di Indonesia maka para pensiunan asing itu tentu saja masih membutuhkan infrastruktur, fasilitas medis, pemeliharaan kesehatan, tempat hiburan dan tempat belanja yang lebih baik.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?

Aktifitas Fisik dan Kalori yang Dikeluarkan Tubuh





Dalam kegiatan sehari-hari setiap orang (individu) melakukan berbagai aktifitas fisik. Aktifitas fisik tersebut akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran kalori), misalnya :

1. Cuci Baju 3,56 Kcal/menit
2. Mengemudi Mobil 2,80 Kcal/menit
3. Mengecat Rumah 3,50 Kcal/menit
4. Potong Kayu 3,80 Kcal/menit
5. Menyapu Rumah 3,90 Kcal/menit
6. Jalan Kaki (kec. 3,5 mil/jam) 5,60 - 7,00 Kcal/menit
7. Mengajar 1,70 Kcal/menit
8. Membersihkan Jendela 3,70 Kcal/menit
9. Berkebun 5,60 Kcal/menit
10. Menyetrika 4,20 Kcal/menit


Sumber : Dra. F.D. Jovita Respati, “Aktifitas Fisik dan Olah Raga untuk Mempertahankan Kemandirian Lansia di Masyarakat,” Makalah Seminar Lansia Sehat dan Mandiri di Depkes RI, 17 Juni 2008

Tuesday, June 17, 2008

Depkes Luncurkan Situs ASEAN+3






Topic : Government

By Ari Satriyo Wibowo

Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP(K) , Selasa pagi ini di Gedung Depkes, meresmikan beroperasinya program tukar informasi tentang penyakit infeksi baru (emerging infectious diseases) di negara-negara ASEAN ditambah Cina, Jepang dan Korea Selatan (ASEAN + 3). Program berbasis jaringan internet ini akan dikelola oleh Depkes dengan dukungan Sekretariat ASEAN dan USAID.

Situs www. ASEANplus3-eid.info akan menjadi ajang tukar informasi dan diskusi tentang penyakit-penyakit infekso yang bermunculan serta menjadi sumber informasi bagi pembuat kebijakan, pengelola program, dan pemangku kepentingan. Diharapkan kelengkapan informasi dan intensitas diskusi akan mendorong makin dalamnya pemahaman terhadap masalah-masalah kesehatan yang sedang terjadi, dan terciptanya intervensi untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut.

Departemen Kesehatan RI akan mengelola situs sebagai sumbangan bagi upaya regional untuk mencegah dan mengendalikan penyakit. Kesinambungan informasi di dalamnya terutama menjadi tanggungjawab ASEAN Experts Group (Kelompok Pakar ASEAN) dan ASEAN + 3 Focal Points for Communication and Information Sharing (Narasumber Utama untuk Komunikasi dan Pertukrana Informasi ASEAN + 3)

Dr. Siti Fadilah Supari dalam sambutannya menyatakan bahwa meski berbagai penyakit menular seperti cacar dan polio telah dapat dikendalikan, berbagai jenis penyakit lain yang baru bermunculan belum dapat sepenuhnya dikendalikan. Kini, dengan kemajuan transportasi tingginya lalu lintas manusia, maka penyalit menular lebih mudah menyebar antar Negara. Karenanya penting menjalin kerjasama antara Negara demi efektifitas pengendalian penyakit menular. Kerjasama yang saling menguntungkan perlu dikembangkan dan terus menerus dipelihara dengan baik.

Menkes juga mengingatkan bahwa kemutakhiran informasi situs bergantung pada seluruh amggota. Data, berita, kebijakan dan diskusi baru pelu terus disumbangkan para ahli dari negara-negara anggota ke falam wadah yang telah dibentuk ini.

ASEAN + 3 beranggotakan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, China, Jepang dan Korea.

Bagaimana pendapat Anda?

Monday, June 16, 2008

Indonesia Kurang Siap Sambut Bioteknologi Sebagai ’Gelombang Ekonomi Baru’






Topic : Academic

Sesudah teknologi informasi-komunikasi (TIK) mendominasi seluruh sektor kehidupan, bioteknologi kini menjadi gelombang ekonomi baru yang bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia. Meski pun demikian, tampaknya Indonesia masih kurang menyiapkan diri menyambut kencangnya arus bioteknologi yang melanda dunia.

Begitulah statement Anies Baswedan PhD, rektor Universitas Paramadina ketika membuka Talk Show Series Biotechnology, The Next Great Entrepreneurial Wave yang pertama itu mengambil topik ‘Molecular Genomics’, di Universitas Paramadina. Indonesia sebenarnya mempunyai ilmuwan bioteknologi kelas dunia, bahkan banyak pendapat yang menyatakan bahwa dalam bidang biotek sumber daya manusia kita lebih maju dibandingkan Malaysia & Singapura. Sudah saatnya Indonesia secara serius memfasilitasi mereka untuk berkembang, karena penguasaan bioteknologi tidak hanya mampu meningkatkan pamor Indonesia didunia internasional, tetapi juga mampu mendatangkan manfaat ekonomis yang nyata. ”Kalau tidak, akan terjadi brain drain.” katanya lagi. Universitas Paramadina sedang dalam proses mendirikan program studi dan pusat riset bioteknologi. ”Alhamdulillah banyak pihak menyatakan komitment penuh mendukung rencana ini, termasuk dari kalangan swasta yang ternyata sangat concern. ” Anis menambahkan.

Di antara kekurangan Indonesia dalam bioteknologi adalah minimnya jumlah sumber daya manusia karena pendidikan bioteknologi yang ada terbatas hanya pada jenjang S2 dan S3 – dan itu pun hanya pada beberapa universitas negeri. Kondisi ini bertolak belakang bahkan dengan negara tetangga Malaysia yang menyebar program studi bioteknologi sejak dari S1, seperti kondisi di negara maju lain. Bahkan, sayangnya lagi, beberapa program studi S1 yang ada pun hanya berbasis pada aplikasi biologi (MIPA), kedokteran dan sejenisnya. ”Belum ada yang berbasis teknik atau rekayasa seperti sudah lazim di Jepang, Eropa dan AS,” kata Dr. Arief B. Witarto, Ketua Yayasan Memajukan Bioteknologi Indonesia (YMBI), yang menjadi pembawa acara talkshow itu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Paramadina, bekerjasama dengan YMBI, dan menghadirkan ahli bioteknologi kelas dunia asal Indonesia seperti Dr. Muhammad Arief Budiman, peneliti senior di perusahaan genom AS, Orion Genomics, dan Dr. Wahyu Purbowasito ahli ilmu genome imprinting, yang kini menjadi Kepala Lab Teknologi Gen di Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT.

Diskusi juga menyimpulkan bahwa, dengan mengembangkan bioteknologi berbasis teknik/rekayasa, manfaat bioteknologi akan lebih terdorong pada penciptaan produk yang harusnya menjadi tiang dari munculnya kewirausahaan bioteknologi (bioenterpreneurship). Kalau tidak, maka bioteknologi hanya akan menjadi ilmu dan penelitian yang tidak tuntas untuk menelorkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu sebabnya, perguruan tinggi sangat perlu mengembangkan minat pada bidang bioteknologi agar mejadi salah satu elemen masyarakat yang mendorong kemajuan dan berguna bagi bangsa.

Bioteknologi adalah gelombang ekonomi baru setelah teknologi informasi-komunikasi atau TIK yang sekarang mendominasi seluruh sektor kehidupan, dan menjadi kekuatan ekonomi dunia (orang-orang terkaya di dunia adalah wirausaha pemilik perusahaan TIK, seperti Microsoft, Google, dsb). Buktinya, sudah muncul dalam dunia kedokteran dan pertanian. Untuk kedokteran misalnya, obat-obat berbasis protein -- seperti insulin untuk diabetes dan inteferon untuk hepatitis -- telah menumbuhkan perusahaan farmasi baru seperti Genentech, Amgen, yang dapat bersaing dengan perusahaan farmasi tua seperti Bayer, dsb. Persis seperti ketika Apple dan Microsoft muncul menyaingi IBM, dll.

Besarnya perusahan-perusahaan farmasi baru itu karena produk-produk obat bioteknologi dirasakan benar manfaatnya -- karena lebih ampuh dan kurang efek sampingnya -- dibandingkan obat generasi sebelumnya (yang berbasis sintetik kimia). Di bidang pertanian, misalnya, banyak perusahaan kimia kini berhasil menjaring keuntungan besar melalui pemanfaatan bioteknologi dengan cara mengkombinasi produk pestisida, herbisidanya dengan tanaman budidayanya yang direkayasa genetika agar cocok dengan produk kimianya itu. Berkat hasil produksi herbisida dan kedelai transgenik yang anti herbisida, umpamanya, perusahaan ’Monsanto’ bisa meraup penjualan yang tinggi karena kedelainya sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia untuk membuat tempe, tahu dan kecap. Sebagian besar kedelai diimpor Indonesia dari AS -- yang kebanyakan adalah produk transgenik sehingga murah dan produktifitas tinggi.

Bioteknologi dan Indonesia

Bioteknologi adalah teknologi yang berbasis sumber daya hayati. Karena rekayasa genetik, rekayasa protein, semua bersumber dari makhluk hidup. Keragaman hayati Indonesia adalah modal besar untuk Indonesia berjaya dalam era bioteknologi berikutnya. Sebuah situasi yang berbeda dengan era TIK yang berbasis pada sumber daya manusia semata. Indonesia tidaklah terlambat dalam memulai bioteknologi sejak 1980-an, Pemerintah membuat kebijakan, membangun lembaga dan mengirimkan sumber daya manusia belajar ke luar negeri. Sayangnya, dibanding negara berkembang lain seperti Kuba, bioteknologi sebagai upaya kewirausahaan/bioenterpreneurship belum tumbuh subur; sehingga belum ada satu pun produk bioteknologi dalam negeri yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara di Kuba, masyarakatnya sudah merasakan obat-obat bioteknologi dengan gratis, berkualitas, sampai pelayanan penyakit jantung dapat dilakukan di pusat-pusat layanan kesehatan (semacam Puskesmas di Indonesia) karena memproduksi produk-produk obat bioteknologi seperti streptokinase (untuk jantung), dan sebagainya.

Bioteknologi genom

DNA adalah dasar informasi biologi yang dimanfaatkan dalam bioteknologi. Keseluruhan DNA dari satu makhluk hidup disebut genom. Oleh karena itu talkshow seri pertama ini membahas bioteknologi genom/molecular genomics. Genom dipelajari dengan membaca urutan DNA penyusunnya. Saat ini, informasi genom manusia, bakteri, hewan, tanaman, sudah mulai selesai dibaca dan tersedia dengan gratis untuk dapat diakses melalui internet. Bagaimana kita mampu memanfaatkannya itu?

Sumber daya manusia bioteknologi Indonesia yang menjadi nara sumber talkshow ini adalah salah satu yang bekerja di bidang ini di AS. Dr. Muhammad Arief Budiman, menyelesaikan pendidikan S1, S2, S3 di AS pada bidang genom dan sekarang bekerja sebagai peneliti senior di perusahaan genom AS, Orion Genomics. Informasi genom dari tumbuhan yang dibaca, misalnya kelapa sawit, bisa memberikan informasi bagaimana meningkatkan produktivitas minyak sawit dengan cara merekayasa gen-gen yang penting dalam produksinya. Sebagai contoh kegiatan yang dilakukannya dalam aplikasi bioteknologi genom untuk pertanian.

Untuk kedokteran , misalnya, saat ini telah dipetakan gen-gen penyebab kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat pada pria. Dengan pengetahuan itu, akan diproduksi perangkat diagnostik sehingga dapat mencegah munculnya kanker sebelum tumbuh meluas. Lebih dari itu, ia juga dapat menjadi cara mengobati penyakit-penyakit kanker dengan merancang obat khusus terhadap gen-gen yang aktif ketika menjadi kanker. Manfaat bioteknologi genom tidak hanya pada aplikasi bisnisnya, melainkan juga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia seperti, siapa nenek moyang kita pertama, dari mana berasal, dsb. Proyek Genographic yang digelar oleh Yayasan National Geographics, AS dan IBM, umpamana, dilaksanakan untuk ”membaca” bagian genom tertentu dari suku-suku di seluruh dunia demi mencari tapak jejak asal usul manusia yang sampai pada satu titik, ibu pertama manusia (homo sapiens) di benua Afrika yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Nara sumber berikutnya, Dr. Wahyu Purbowasito menyelesaikan S1, S2, S3 di Jepang dan saat S3 mempelajari ilmu genome imprinting. Informasi dalam DNA ternyata dipadu dengan informasi dari lingkungan yang muncul sebagai respon dan tercatat di buku genom kita. Genome imprinting mempelajari bagaimana hal itu terjadi dan melihat korelasinya pada beberapa penyakit. Di Indonesia, Dr. Wahyu bergabung dengan Balai Pengkajian Bioteknologi dan menjadi Kepala Lab Teknologi Gen. Walaupun tidak lagi meneruskan studi serupa, tapi Lab ini tetap bergerak memanfaatkan teknologi genom yang mungkin berkembangan lebih jauh nanti sesuai kebutuhan.

Bioteknologi dan Paramadina

Kekurangan Indonesia yang lain dalam bioteknologi adalah kurangnya kuantitas sumber daya manusia, karena pendidikan bioteknologi yang ada terbatas jenjang S2, S3 dan hanya pada beberapa universitas negeri. Ini berbeda dengan negara tetangga Malaysia yang menyebar program studi bioteknologi sejak dari S1, seperti kondisi di negara maju lain.

Beberapa program studi S1 yang ada berbasis pada aplikasi biologi (MIPA), kedokteran dan sejenisnya. Belum ada yang berbasis teknik/rekayasa seperti sudah lazim di Jepang, Eropa dan AS. Dengan mengembangan bioteknologi berbasis teknik/rekayasa, manfaat bioteknologi akan lebih terdorong pada penciptaan produk yang harusnya menjadi tiang dari munculnya kewirausahaan bioteknologi (bioenterpreneurship). Kalau tidak, maka bioteknologi hanya menjadi ilmu dan penelitian yang tidak tuntas dalam upaya menghasilkan produk yang bermanfaat. Dengan semangat itu, Universitas Paramadina, mengembangkan minat pada bidang bioteknologi untuk mejadi salah satu perguruan tinggi yang mendorong kemajuan dan pemanfaatan bioteknologi di Tanah Air.

Tahukah Anda ?



Mampukah Firefox Versi 3.0 Menjadi Software Paling Banyak di Download di Dunia?



Firefox versi 3.0 akan diluncurkan pada Selasa, 17 Juni 2008. Bila Anda tertarik menjadi bagian dari jutaan orang yang ikut memecahkan rekor dunia "Software Terbanyak Didownload 24 Jam Pertama Menurut Guinsess Book of World Record" maka silakan ikut men-downloadlah mulai besok di URL http://www.spreadfirefox.com/en-US/worldrecord/

Selamat berpartisipasi.

Saturday, June 14, 2008

Tahukah Anda ?

Bank DNA Swasta Pertama di Asia Buka di India


Sebuah Bank DNA manusia telah diluncurkan oleh sebuah perusahaan bioteknologi India di bagian utara kota Lucknow, suratkabar Hindustan Times melaporkan, Jumat.

Bank DNA ini merupakan satu-satunya di Asia dan yang kedua di dunia.

Biro Investigasi Federal (FBI) AS sejauh ini merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki Bank DNA itu.

Bank tersebut akan menyediakan keterangan lengkap tentang seseorang, mencakup sidik-jari dan empat tetes darah.

"Informasi ini akan disimpan selama 50 tahun," kata Dr Saeem Ahmad, direktur Pelayanan Bioteknologi IQRA yang berpusat di kota Lucknow, yang juga pencipta Bank DNA tersebut.

Dr Ahmad mengatakan para anggota bank itu akan memperoleh kartu mirochip DNA berisi informasi antropologi dan medis serta keterangan rinci biometris tentang seseorang.

Dengan bantuan kartu ini, semua informasi penting tentang seseorang akan diakses lewat komputer.

Dr Ahmed mengatakan, "Tim kami akan mengontak orang-orang untuk membuat keanggotaan mereka di Bank DNA itu. Setiap anggota akan membayar 650 rupee (sekitar Rp140 ribu)," katanya.

"Kami siap menyediakan teknis gratis bagi pihak kepolisian. Mesin indentifikasi akan ditempatkan di tempat-tempat penting seperti di bandara, rumah sakit, dan stasiun kereta api," katanya.

Dr Ahmed menjelaskan bahwa sistem ini akan bermanfaat di rumah-rumah sakit dan verifikasi kepolisian.

Bank DNA juga akan bermanfaat bagi polisi dalam mengembalikan seorang anak yang hilang kepada orang tuanya, dan juga bermanfaat bagi kasus-kasus kecelakaan lalu-lintas, jatuhnya pesawat terbang, bencana alam dan serangan teror, katanya dikutip Xinhua.

Sumber : AntaraNews

Friday, June 13, 2008

Dua Persen Penduduk Indonesia Perlu Jadi Wirausahawan Sejati



Topic : Business

By Ari Satriyo Wibowo


Kewirausahaan selama ini tidak berkembang secara maksimal di Indonesia. Hal itu disebabkan sistem pendidikan di Indonesia belum mendukung jiwa wirausaha yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja.

Kalau pun ada yang terjun menjadi wirausahawan mereka menjalaninya secara asal-asalan : menjalankan dulu, berani dulu, nekat, lamgsung dan cenderung kearah “gambling” bukan pebisnis yang Smart and Good. Sekali lagi, itu kekurangan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak memperkenalkan entrepreneur skill and concept sebelum mereka memasuki dunia kerja dan bisnis.

Tanpa wirausahawan dunia akan menjadi muram dan gelap, karena tidak bakal muncul Thomas Alfa Edison dengan lampu pijarnya, Marconi dengan radionya, Wright bersaudara dengan pesawat terbangnya dan tak mungkin pula muncul Microsoft oleh Bill Gates.

Dalam pikiran seorang penemu atau innovator selalu dihinggapi oleh satu kalimat klasik yakni :

“Nothing is impossible and impossible is nothing”


Oleh karena itu, seperti dikatakan pengusaha ternama Ir, Ciputra, agar sebuah bangsa maju paling tidak 2 persen penduduknya harus berprofesi menjadi wirausahawan sejati. ”Saat ini kita hanya punya 0,1 persen atau sekitar 400.000 entrepreneur,” kata Ciputra.

Pemerintah, kata Ciputra, terlalu bangga menyebut Indonesia punya 48 juta wirausahawan. Padahal, itu baru wirausahawan , belum menjadi wirausahawan sejati.

Kenyataannya di Indonesia, lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang sudah ada. Dibutuhkan 4,4 juta wirausahawan sejati untuk membantu menyelesaikan masalah itu.

Demikian disampaikan Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk Ciputra dalam peluncuran program "Ernst and Young ”Entrepreneur of the Year 2008” di Jakarta, Rabu (11/6). Pengusaha properti terkemuka ini menjadi peraih penghargaan Indonesia Entrepreneur of The Year 2007. Tahun ini penghargaan bagi wirausahawan terbaik Indonesia diselenggarakan untuk ke-8 kalinya.

Untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, menurut Ciputra, tidak ada lain kecuali melahirkan wirausahawan-wirausahawan. Ini menjadi tantangan berat buat Indonesia. ”Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja,” kata Ciputra.

Menurut Ciputra, seorang wirausahawan atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya. ”Di Eropa, kewirausahaan sudah populer 6-7 tahun lalu, sementara di Amerika 30 tahun lalu. Pemerintah di negara-negara Eropa aktif membantu dan menjadikan entrepreneur sebagai gerakan nasional,” kata Ciputra.

Menurut pakar manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, pendidikan kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini, misalnya cara berdagang kecil- kecilan.

Mata kuliah kewirausahaan, kata Rhenald, acapkali gagal karena dosennya tidak mempunyai pengalaman kewirausahaan. Siswa hanya diajarkan membuat perencanaan bisnis, bukan bisnis riil. Selain itu, ada kekeliruan dalam memahami wirausaha. ”Sebagian besar kaum muda menggambarkan wirausaha sebatas perdagangan. Bagaimana mendapat modal, lokasi, dan punya produk untuk dijual,” tuturnya. Untuk itu, kata Rhenald, meski bersifat sesaat, pikiran entrepreneur harus ditingkatkan.”Bagaimana memproduksi sesuatu dan memiliki keberanian mengambil risiko,” Rhenald menambahkan.

Bagaimana pendapat Anda?

Tahukah Anda ?



Masalah Kanker Leher Rahim di Indonesia

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.

Kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Kanker serviks adalah kanker nomor 2 yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di seluruh dunia.

Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda.

Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker tersering di Indonesia (34,4 % dari kanker pada perempuan).

Hampitr 70 % pasien sudah pada stadium lanjut ( stadium II B ke atas) dengan angka kesintasan rendah.

Diperkirakan setiap tahun terjadi 15.000 kasus baru dengan 8000 kematian per tahun. Per harinya terjadi 40-45 kasus baru dengan 20-25 kematian per hari atau satu orang meninggal tiap jamnya.

Cakupan skrining di Indonesia masih di bawah 5 % padahal idealnya adalah 80%

Apa saja gejala kanker serviks?

Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks yang dapat ditemukan melalui tes Pap Smear.Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala.

Namun bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut :

1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :

o Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular
o Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
o Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul

2. Rasa sakit saat berhubungan seksual

Bila mengalami salah satu gejala di atas, segeralah hubungi dokter! Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks, tapi dapat merupakan tanda infeksi vagina yang perlu segera diobati.

Apa penyebab kanker serviks?

Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV).

HPV atau Human Papilloma Virus adalah sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat lebih dari 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya . Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun).

Bagaimana HPV bisa menyebar?

HPV dapat menginfeksi semua orang, karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (di bawah 20 tahun) serta sering berganti pasangan seksual memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Namun perlu diingat bahwa setiap perempuan beresiko untuk terinfeksi HPV walaupun setia pada satu pasangan. Pasangan yang terinfeksi akan menjadi sumber infeksi HPV bagi wanita lainnya.

Infeksi HPV dan Kanker Servik

Setelah terjadi infeksi HPV pertama, perkembangan ke arah kanker serviks bergantung dari jenis HPV resiko tinggi atau rendah, yang biasa disebut lesi pra kanker. HPV tipe resiko rendah (tipe 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker serviks, tapi dapat menimbulkan genital warts.

Sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami1. Namun demikian infeksi menetap yang disebabkan oleh tipe-tipe HPV resiko tinggi seperti tipe 16 atau 18 akan mengarah pada kanker serviks. Kanker serviks mulai berkembang ketika sel-sel abnormal pada dinding serviks mulai memperbanyak diri tanpa terkontrol dan membentuk sebuah benjolan yang disebut tumor.

Faktor Resiko

Hal-hal berikut telah diketahui meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim yakni :

1. Menikah terlalu muda (di bawah usia 20 tahun)
2. Memiliki mitra seksual multipel ( lima mitra resiko meningkat menjadi 12
kali)
3. Terpapar penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)
4. Merokok ( meningkatkan risiko sebesar 2,7 kali)
5. Kekurangan vitamin A, vitamin C dan Vitamin E

Kanker Serviks di Indonesia paling banyak ditemukan pada usia 35-49 tahun

Kendala yang Dihadapi Indonesia
Terbatasnya sarana dan sumber daya manusia

Dokter 43.856 orang (2004)
Dokter Sp OG 1.584 orang (2005)
Dr. PA 277 orang (2005)
Sitoteknisi kurang dari 100 orang (2004)
Bidan 84.789 orang

Sumber : Brosur Perhimpunan Onkologi Indonesia tentang Kanker Serviks dan Situs Cegah Kanker Serviks (www.cegahkankerserviks.org)

Thursday, June 12, 2008

Fenomena Obama dan Internet

Internet telah mengubah pola pengumpulan dana untuk membiayai kampanye pemilihan presiden di AS. Obama berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan calon presiden dari Partai Demokrat karena kepiawaiannya memanfaatkan peluang dari Internet. Melalui situs social networking FaceBook, Obama berhasil menghimpun donasi dari 1,3 juta orang yang rata-rata menyumbang kurang dari 200 dolar AS. Sementara kandidat lainnya masih mengandalkan donasi dari para lobbyist dan kalangan pengusaha besar. Apakah Indonesia mampu mengambil inspirasi dari Obama sehingga dana pemilu 2009 dapat dihimpun dari para fans kandidat presiden yang berasal dari situs social networking seperti Friendster, misalnya ? Itulah sebabnya blog ini memutuskan untuk menurunkan kembali artikel Philips J. Vermente yang dimuat di Kompas hari ini :






Topic : Government

By Philips J. Vermonte


Berakhirnya pemilihan pendahuluan untuk memilih calon presiden dari Partai Demokrat, posisi Barack Obama sebagai figur penting dalam politik di AS kian kokoh.

Banyak tulisan menggambarkan karisma Obama yang ditandai dengan kepiawaiannya berpidato sebagai sebab utama mengapa Obama tampil begitu fenomenal dalam kampanye pemilihan presiden AS kali ini.

Figur baru

Obama yang berkulit hitam dinilai sebagai figur inspirasional, menjadi ajang pembuktian American dream di mana tidak ada yang bisa membatasi mimpi seseorang. Obama menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi calon presiden AS.
Namun, diskusi yang dibatasi karisma atau kepiawaian berpidato akan mengaburkan pesan mendasar Obama, yaitu tentang munculnya sebuah ”politik baru” dalam lanskap politik di AS.

Obama adalah figur baru dalam politik AS. Namun, idealisme dan pengalamannya selama beberapa tahun menjadi community organizer di sudut miskin Chicago selepas lulus Universitas Harvard meyakinkan Obama bahwa politik harus bersifat bottom-up, bukan top-down. Keyakinan untuk mewujudkan politik bottom-up ini mewarnai cara Obama mengelola kampanyenya.

Majalah The Atlantic Monthly (Juni 2008) menurunkan laporan tentang mesin politik Obama. Kunci kesuksesan Obama adalah kemampuannya mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam seluruh kampanyenya.

”Kampanye” paling awal Obama adalah sebuah malam pengumpulan dana di Silicon Valley. Pengumpulan dana yang berlangsung sebelum Obama resmi mendeklarasikan diri menjadi calon presiden ini terbukti menjadi basis bagi mesin kampanyenya. Para entrepreneur teknologi di Silicon Valey, dari perusahaan kecil dan besar, bergabung dengan Obama dan membantu merancang kampanye pengumpulan dana melalui internet. Chris Hughes, pendiri situs Facebook—sebuah jaringan sosial berbasis internet paling populer di kalangan mahasiswa dan pelajar di AS— memutuskan cuti dari perusahaannya itu agar bisa bekerja full-time di markas besar tim kampanye Obama di Chicago.

Jaringan sosial berbasis internet itu selanjutnya menjadi tulang punggung penggalangan dana dan media bagi para relawan dalam tim kampanye Obama.

Berkat kecanggihan memanfaatkan jaringan internet, tim kampanye Obama menuai hasil spektakuler. Data terakhir menunjukkan, tim kampanye Obama memiliki 750.000 relawan aktif, 8.000 kelompok pendukung, dan tim ini mengorganisasi 30.000 events dalam 15 bulan kampanye pemilihan pendahuluan. Video-video rekaman pidato dan event-event yang dihadiri Obama bisa diakses gratis melalui podcast di iTunes store. Hasilnya, ratusan ribu orang bisa merasakan gemuruh pendukung Obama di tempat kampanye dan menangkap pesan kampanye melalui layar iPod masing-masing. Youtube, Facebook, iPod-podcast, dan My-space. Secara cerdas, internet dimanfaatkan Obama dengan efektivitas yang tak dapat ditandingi kandidat lain.

Dominasi internet

Donasi melalui internet adalah politik baru yang dibawa tim kampanye Obama. Tercatat, Obama menerima donasi dari 1,3 juta orang melalui internet. Kenyataan ini menghancurkan paradigma lama pengumpulan dana melalui lobbyist dan pebisnis besar. Obama lebih mengandalkan donasi berjumlah kecil dari massa pemilih yang berjumlah jutaan orang. Tim kampanye Obama melaporkan, 94 persen donasi yang mereka terima datang dari individu-individu yang menyumbang kurang dari 200 dollar AS.

Angka ini amat kontras bila dibandingkan dengan 26 persen yang dilaporkan Hillary Clinton dan 13 persen yang dilaporkan John McCain, calon presiden dari Partai Republik. Saat Hillary dan John McCain masih mengandalkan donor-donor besar, Obama mentranslasikan politik bottom- up yang dipelajari sebagai community organizer ke dalam pengumpulan dana kampanye menuju Gedung Putih.

Seperti ditulis The Atlantic Monthly, sejarah AS mencatat, transformasi cara berkomunikasi secara reguler mengubah wajah politik AS. Andrew Jackson membentuk Partai Demokrat saat teknologi printing mengalami kemajuan pesat pada awal tahun 1800-an. Andrew Jackson mengorganisasi editor dan penerbit untuk membentuk partai politik. Abraham Lincoln tampil menjadi tokoh legendaris setelah transkrip debat dalam kampanye presidennya yang terkenal disebarluaskan melalui koran-koran yang saat itu menjamur di AS.

Franklin Roosevelt memimpin AS melalui masa-masa sulit mengampanyekan program New Deal secara efektif melalui pesan regulernya di radio yang saat itu sedang disempurnakan. John Kennedy menjadi amat populer setelah debat antarcalon presiden dan pertama kali disiarkan televisi. Sejak itu, Kennedy cermat memanfaatkan televisi untuk memperkuat citranya.

Gairah baru

Hal terpenting lainnya, kampanye Obama membawa gairah baru bagi pemilih di AS. Bersama Hillary, berlomba untuk mencatat sejarah sebagai calon presiden wanita pertama di AS, tim kampanye Obama berhasil memobilisasi voter turnout dalam jumlah mengejutkan. Pemilihan presiden AS kali ini agaknya akan menjadi counter argument bagi ilmuwan politik Robert Putnam yang dalam bukunya, Bowling Alone (2001), mensinyalir, publik AS kian apatis secara politik, antara lain diindikasikan oleh penurunan secara drastis jumlah pemilih yang memanfaatkan hak pilihnya dari tahun ke tahun.

Philips J Vermonte , Peneliti CSIS Jakarta; Kandidat Doktor Ilmu Politik di Northern Illinois University, AS

Sumber : Kompas, 12 Juni 2008