Google

Friday, February 29, 2008

Organisme Buatan Ubah Karbondioksida Menjadi Energi



Olok-olok untuk Craig Venter (Sumber : http://www.etcgroup.org/upload/gallery/120/04/etc_mennmoney_withbleed.jpg)

Demi melengkapi artikel “Menciptakan Sel yang Bisa Diprogram Seperti Komputer” pada blog ABGNET ini tanggal 26 Februari 2008 berikut saya lampirkan artikel yang sama yang dimuat di Kompas, Jum’at, 29 Februari 2008 sebagai berikut :

Topic : Academic

By Tri Wahono

Para ilmuwan di AS mengklaim telah berhasil merekayasa organisme di laboratorium yang dapat mengubah karbondioksida menjadi energi. Tidak hanya akan mengatasi polusi, terobosan ini juga menjanjikan sumber energi baru yang melimpah.

"Kami sedang berupaya menggeser seluruh industri petrokimia dan menjadi sumber energi utama," ujar Craig Venter dalam konferensi Technology, Entertainment, and Design di Monterey, California, Kamis (28/2). Venter selama ini dikenal sebagai pakar genetika terkemuka dan juga menjadi orang pertama di dunia yang telah dipetakan seluruh kode genetikanya.

Proyek pengembangan sumber energi yang disebutnya sebagai bahan bakar generasi keempat ini diyakini dapat mengatasi kebutuhan energi yang semakin besar. Menurutnya bio-bahan bakar sebagai alternatif energi fosil merupakan generasi ketiga. Terobosan berikutnya adalah membuat organisme yang dapat mencerna karbondioksida dan menghasilkan sampah yang dapat dijadikan energi, dalam hal ini gas metan.

Penyisipan kromosom

Tim penelitian yang dipimpin Venter menyisipkan kromosom buatan dari hasil replikasi sel ke dalam tubuh mikroorganisme, yakni bakteri jenis tertentu. Mikroorganisme tersebut sebelumnya sudah memiliki kemampuan memproduksi gas metan sebagai sumber energi namun secara alami tidak cukup banyak. Rekayasa genetika membuat bakteri lebih rakus menyerap karbondioksida sehingga menghasilkan gas buangan metan lebih banyak.

"Andaikata semua bakteri menghasilkan gas buang sebesar yang kami ingikan, Bumi sudah menjadi planet metan," ujar Venter menggembarkan batasan dalam penelitiannya. Skala produksi gas buang memang menjadi target utama yang mendasari rekayasa genetika, namun kemampuan setiap organisme menghasilkan metan tetap terbatas.

Untuk mencegah kebocoran, pada setiap organisme disisipkan gen pembunuh. Jadi, jika organisme di laboratorium lepas ke lingkungan, tubuhnya akan terprogram untuk bunuh diri.

Selain merekayasa bakteri penghasil energi, timnya juga mencoba menggunakan mikroorganisme untuk memproduksi vaksin flu dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan, laboratorium yang didirikan Venter juga terus menyempurnakan teknik merangkai gen untuk menghasilkan makhluk hidup buatan di laboratorium.

Sumber : Kompas, 29 Februari 2008