Google

Thursday, April 3, 2008

Sel Punca untuk Terapi Diabetes



Sumber gambar : http://static.howstuffworks.com/gif/diabetes-pancreas.gif

Diabetes seringkali disebut sebagai ibunya segala penyakit (mother of deseases) karena penyakit ini dapat memicu munculnya berbagai penyakit lain. Penyakit diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Meningkatnya kadar gula ini menyebabkan terjadinya komplikasi pada penderita diabetes seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, stroke dan penaykit syaraf.

Terapi dengan transplantasi pankreas memang dapat mengatur kadar gula dalam darah, namun untuk mencegah penolakan oleh sistem kekebalan tubuh,pasien harus diberi obat penekan sistem kekebalan tubuh (immunosupressor) dalam waktu lama sehingga kemungkinan mendapatkan infeksi sangat besar dan hal ini lebih berbahaya dari penyakit diabetes itu sendiri.

Pada tahun 2000, James Saphiro dan kawan-kawan mencoba melakukan transplantasi sel islet pancreas dalam jumlah yang lebih banyak dan mengganti obat penekan sistem kekebalan tubuh yang biasa digunakan, Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan namun untuk satu orang pasien dibutuhkan pankreas dari dua orang pendonor. Hal ini menimbulkan permasalahan baru karena jumlah pendonor jauh lebih sedikit dari pasien diabetes (Saphiro et al, 2000).

Dr. Ron McKay pada tahun 2001 melaporkan hasil penelitiannya tentang penggunaan embryonic stem cell tikus untuk mengobati diabetes. Embryonic stem cell dikulturkan dan diinduksi sehingga membentuk sel beta pankreas. Pada saat media kultur diubah kadar glukosanya, ternyata pelepasan insulin ini juga berubah mengikuti kadar glukosa. Hal ini menunjukkan bahwa sel punca yang telah terdiferensiasi menjadi sel beta pankreas memberikan respon terhadap kadar glukosa di sekitarnya. Pada saat sel tersebut ditransplantasikan pada bahu tikus yang diabetes, maka sel mengalami vaskularisasi dan menghasilkan insulin secara normal, sehingga terlihat tikus dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala diabetes lagi ( Lumelsky, 2001)

Sumber : “Prospek dan Tunjauan Bioetika : Pengembangan Teknologi Kloning Sel Punca untuk Terapi di Bidang Kedokteran”, Diterbitkan Kementerian Negara Riset dan Teknologi , Jakarta, 2007