Google

Monday, March 31, 2008

Simon Jonatan : MarkeTHINK Dulu, Baru MarkeDO

Topic : Business

By Ari Satriyo Wibowo

Biasanya saat mengambil keputusan untuk meluncurkan produk baru seorang wirausahawan dan pemasar melakukan lima langkah sebagai berikut :

1. Produk
2. Outlet
3. Konsumen
4. Pesan
5. Media

Mereka akan memilih produk apa yang kira-kira bisa laku di pasar. Kemudian mereka mencari di outlet mana saja produknya akan dijual, siapa saja konsumen yang menjadi sasaran pasarnya, pesan apa saja yang hendak disampaikan dan pilihan media apa yang tepat untuk mengomunikasikan pesannya.

Langkah aksi yang “Do, Do,Do “ itu menurut Simon Jonatan, praktisi pemasaran dan CEO Brandmaker, sangatlah berisiko menuai kegagalan karena dilakukan tanpa menyusun sebuah konsep produk yang kuat terlebih dahulu.

Oleh karena itu, ia menyarankan sebelum melakukan aksi (Fase MarkeDO) sebaiknya seorang wirausahawan dan pemasar menyusun konsep produk yang kuat terlebih dulu (MarkeTHINK). Caranya dengan melakukan beberapa analisis tren yang sedang berlangsung, riset untuk mengenal dengan baik perilaku konsumen, segmentasi pasar, sasaran pasar, pilihan positioning dan analisa pesaing. Kemudian susun pula Unique Proposition Selling (USP) serta alasan konsumen untuk membeli produknya (reason to buy). Setelah itu jabarkan tahapan-tahapan rencana pembangunan mereknya.

Simon mengisahkan bagaimana dulu ia menyusun konsep produk Extra Joss demi untuk memenuhi kebutuhan kalangan masyarakat menengah ke bawah akan minuman kesehatan dengan harga terjangkau.

Pada waktu itu harga minuman kesehatan terkesan mahal yakni Rp 1800 per botol dan belum ada pemain pasar yang menemukan cara untuk memproduksi produk dengan harga murah. Sehingga terpikir kemudian sebuah konsep produk dengan menyajikan minuman dalam bentuk serbuk dalam sachet sehingga tidak memerlukan botol lagi. Dengan begitu harga produk bisa ditekan menjadi Rp 300 per sachet sehingga terjangkau kalangan masyarakat bawah.

Ia juga mengisahkan konsep produk yang diusung Barry Lesmana ketika menciptakan layanan EasyPay pada kartu kredit Citibank sehingga sekarang diadopsi di banyak negara.

“Seorang entrepreneur harus mumpuni dalam strategi pemasaran, sebaliknya seorang pemasar harus memiliki mental dan intuisi seperti seorang entrepreneur,” tutur Simon lebih lanjut. Demi mewujudkan hal itu Simon kemudian memperkenalkan istilah baru yakni Entremarkeship.

Bagaimana pendapat Anda?