





Sumber : Dolan DNA Learning Center, Cold Spring Harbor Laboratory.
Monday, June 30, 2008
Tahukah Anda ?
Denmark Nomor Satu, Indonesia di Posisi ke-81 Sebagai Lokasi Paling Nyaman untuk Berbisnis
Indonesia menempati urutan ke-81 sebagai negara yang didaulat paling nyaman untuk berbinis. Sementara Denmark yang naik tiga peringkat, menggeser AS untuk menduduki rangking satu tahun ini.
"Survey dilakukan terhadap 120 negara yang memfokuskan pada tingkat kebebasan personal di tiap negara. Seperti hak partisipasi dalam pemilihan umum atau kebebasan berekspresi dan berorganisasi," demikian bunyi laporan hasil survey Forbes yang dikutip detikFinance, Minggu (29/6/2008).
Selain itu, kajian ini juga melihat bagaimana perlindungan terhadap penanam modal, penanganan korupsi, dukungan kebijakan ekonomi untuk perdagangan bebas dan penekanan inflasi.
Dalam daftar 2008, Denmark yang menduduki peringkat pertama memiliki tingkat inflasi 1,7%. Di bawahnya, Irlandia yang melonjak 19 ranking membayangi di nomor dua meski inflasinya mencapai 5,3%. Disusul Finlandia yang naik empat peringkat ke posisi ketiga dengan inflasi 4,4%.
Di peringkat empat dan lima berurutan ada AS yang merosot dari peringkat pertama ke keempat dengan inflasi 2,2% dan Inggris yang naik 5 peringkat ke posisi kelima dengan inflasi 2,9%.
Peringkat 10 besar selanjutnya adalah:
6. Swedia
7. Kanada
8. Singapura
9. Hong Kong
10. Estonia.
Sumber : Detik.com
Posted by
KOMUNITAS ABG
at
6:01 AM
|
Labels: enlightenment
Saturday, June 28, 2008
Hadapi Kanker dengan Asuransi
Topic : Business
By Hanna Prabandari, Wartawan Bisnis Indonesia
Eka tak pernah menyangka, di usianya yang baru menginjak 32 tahun dokter memvonisnya mengidap kanker payudara. Ibu dengan satu anak yang masih berusia 2,5 tahun ini jelas panik. Maklum, kanker menjadi salah satu penyakit mematikan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan tidak murah.
Untunglah dia memiliki polis asuransi jiwa plus investasi yang diperluas dengan perlindungan penyakit termasuk 32 penyakit kritis yang mencakup kanker. Awalnya dia sama sekali tidak memperhitungkan manfaat asuransi yang akan diambilnya.
Karyawan swasta ini hanya ingin menempatkan dana investasinya di unit-linked untuk bekal jika anaknya memerlukan biaya pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Nyatanya ketika kesusahan datang, asuransi jadi pelindungnya.
Gaya hidup tidak sehat dan tingkat stres berlebihan menyebabkan kanker semakin menjadi momok dewasa ini. International Union Againts Cancer (Union Internationale Contrele Cancer/ UICC) memperkirakan penderita kanker di negara berkembang pada 2020 bisa mencapai angka 10 juta orang, dengan 16 kasus baru setiap tahunnya.
Jika penyakit tersebut dideteksi lebih awal, kemungkinan untuk sembuh masih terbuka lebar dan dana yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Namun, sebagian besar kanker sukar dideteksi pada fase dini, biasanya gejala baru muncul pada stadium lanjut.
Jika mencapai tahap tersebut biaya pengobatan yang diperlukan sangat besar. Tak jarang penderita kanker menjual harta bendanya demi berobat. Asuransi sebagai lembaga yang mengambil alih setiap risiko yang mungkin timbul mulai melirik hal itu sebagai ceruk pasar baru.
Biasanya critical illness atau penyakit kritis seperti jantung, stroke, gagal ginjal, tumor, dan kanker hanya menjadi rider atau asuransi tambahan sehingga asuransi jiwa semakin lengkap. Namun, beberapa perusahaan mulai memasarkan asuransi khusus untuk kanker seperti halnya PT Asuransi Jiwa Sinarmas melalui Simas Cancer Insurance dan PT Asuransi Jiwa Mega Life melalui Mega Comfort yang baru diluncurkan.
Mega Life sebelumnya telah memiliki produk unggulan Kado Sehat yang memberikan jaminan santunan harian rawat inap di rumah sakit dan kanker menjadi salah satu penyakit yang paling sering diklaim. Itulah alasan Mega Life mengeluarkan Mega Comfort.
Karena saat ini produk serupa masih sangat sedikit di pasaran, Mega Life optimistis produk tersebut dapat meraih 2.500 peserta dalam waktu tiga bulan ke depan. Produk tersebut dipasarkan dengan iuran bulanan mulai Rp50.000 dan tersedia dalam tiga pilihan paket beserta nilai santunannya yakni Gold Rp25 juta, Sapphire Rp50 juta, dan Diamond Rp100 juta.
Besarnya iuran tergantung pada usia peserta dan paket yang dipilih, dengan usia masuk yang diperkenankan 21 hingga 50 tahun. "Biasanya penyakit kritis hanya di-cover hingga 45 tahun, namun kami perluas menjadi 50 tahun," ujar Direktur Operasional dan Teknologi Mega Life Claudia Ingkiriwang.
Berbeda dengan Mega Life, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR) memilih untuk tidak membuat produk khusus untuk per penyakit. Produk asuransi jiwa yang memiliki tambahan manfaat untuk kesehatan termasuk 32 penyakit kritis termasuk kanker dirasa sudah mencukupi.
"Kami melihat hal itu tidak terlalu diperlukan karena rider saja menurut saya sudah lebih dari cukup. Asuransi kesehatan menutup semua penyakit termasuk kanker, masyarakat lebih menyukai yang seperti itu," kata Direktur Pemasaran Hero Samudra.
Selain itu, ujar Hero, sepanjang pengalaman CAR menutup 32 jenis penyakit tersebut klaim untuk kanker tergolong rendah. "Tertinggi masih jantung."
Ketua III Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Sumarjati Arjoso mengakui skema asuransi sangat diperlukan. Dia menjelaskan banyak masyarakat yang tidak mampu berobat tuntas karena kendala biaya.
"Tapi perusahaan asuransi selain menjual produknya juga harus memberikan pendidikan tentang gaya hidup sehat kepada masyarakat, jadi mereka juga tidak perlu mengeluarkan uang besar untuk klaim," tuturnya. (hanna.prabandari@bisnis.co.id)
Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu, 28 Juni 2008
Friday, June 27, 2008
Lima Prinsip Dasar Orang Singapura
Topic : Government
By Ari Satriyo Wibowo
Suatu ketika mantan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Farid A. Moeloek, Sp OG (K) berkunjung ke Singapura. Dalam sebuah pertemuan ia terlibat diskusi dengan warga negara negeri Singa itu.
Singaporean : “ Prof. Moeloek, Indonesia have a very beautiful five principles called Pancasila. But it was very normative.”
Prof. Moeloek : “ What is your principles?”
Singaporean : “We also have five principles. But our principles is much more simple than you are. And very easy to remember.”
Prof. Moeloek :” Would you please mentions your five principles?”
Singaporean : Number One. One Wife.
Number Two. Two Children.
Number Three. Three bedrooms.
Number Four. Fourwheels.
Number Five. Five Thousands US$ of salary (at least).
Wah, ternyata sederhana sekali lima prinsip dasar orang Singapura. Mereka bersepakat untuk menikah dengan satu istri. Kalau memiliki anak maksimal dua anak. Mereka juga cukup menghuni apartemen dengan tiga ruang tidur. Sudah begitu mesti punya kendaraan roda empat alias mobil. Dan yang tidak kalah penting adalah memiliki gaji paling sedikit US$ 5.000 per bulan (atau setara hampir Rp 50 juta per bulan ).
Lima prinsip dasar orang Singapura itu memang sederhana dan mudah diingat. Bandingkan dengan Pancasila yang memang indah tetapi susah diraih. Buktinya, masih banyak rakyat Indonesia yang belum bebas dalam beragama dan dilanda kemiskinan dan menderita kelaparan. Pokoknya cita-cita adil makmur masih jauh sekali rasanya.
Bagaimana pendapat Anda?
Posted by
KOMUNITAS ABG
at
7:38 PM
|
Labels: Government
Tahukah Anda ?
"School on Internet" Gandeng Lima Universitas
Lima perguruan tinggi Indonesia bersama Universitas Keio Jepang, kini masuk dalam jaringan pendidikan berbasis internet milik UNESCO, sehingga mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global melalui pendidikan jarak jauh.
Kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Keio, yang menjadi koordinator program "School on Internet" di 27 perguruan tinggi Asia Tenggara, dan UNESCO yang berlangsung di Roppongi Academy Hill, Tokyo, Kamis.
Penandatanganan langsung dilakukan oleh Rektor Universitas Keio, Yuichiro Anzai dan Direktur UNESCO Jakarta, Hubert Gijzen, serta disaksikan oleh para pimpinan perguruan tinggi se-Asean, termasuk dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Kerjasama ini kiranya dapat memajukan pendidikan di Asia menuju tingkatan yang lebih mengglobal. Apalagi UNESCO merupakan lembaga yang banyak memiliki bahan-bahan dan tenaga pengajar berkualitas," kata Anzai lagi.
Sementara itu, Hubert Gijzen mengatakan, kerjasama ini dapat memobilisasi ilmu pengatahuan dan teknologi demi terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan di Asia dan Pasifik.
"Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting khususnya dalam menjawab tantangan bagi pembangunan yang berkelanjutan seperti upaya mencapai tujuan pembangunan millennium, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam serta penanggulangan bencana alam," ujarnya.
Gijzen juga menekankan pentingnya kerjasama pendikan melalui "kelas jauh" ini, karena dapat menciptakan suatu "quantity leap` dan juga "quality leap", yaitu lompatan yang besar dalam memenuhi tuntutan akan kualitas dan kuantitas ilmu pengetahuan itu sendiri.
Profesor di bidang bio-teknologi itu menjelaskan, pembentukan jaringan pendidikan internet antara UNESCO dan Universitas Keio akan membuka kesempatan bagi pendidikan di Asia dan Pasifik kepada banyak orang, sehingga diharapkan mampu menghasilkan sumber daya pendidikan yang kuat.
"Pada kesempatan yang sama, kalangan intelektual ini juga bisa langsung memperoleh bahan-bahan perkualiahan dan riset yang berkualitas, termasuk nara sumber yang berkualiatas juga," kata pria berkebangsaan Belanda itu.
Menurut Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB Adang Surahman, program kerjasama ini merupakan terobosan dan jalan pintas di bidang pendidikan yang cukup berarti karena menutupi kekurangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Adang mengemukakan, dengan adanya kelas jauh ini, tuntutan seperti adanya keharusan akan ruang kelas, pengajar dan peralatan peraga bisa teratasi melalui jaringan internet dan layar lebar saja.
"Namun kendalanya di Indonesia adalah sarana dan kualitas teknologinya masih belum merata. Kalau sudah lancar, baru betul-betul bisa mengatasi banyak hal tadi," ujarnya.
UNESCO sendiri memiliki program yang dikenal dengan "Inherece" , yaitu suatu program belajar mengajar melalui internet di 140 universitas di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
"Kerjasama dengan Universitas Keio akan mempertemukan universitas itu ke dalam kerjasama pendidikan yang berkualitas, baik dari segi tenaga pengajarnya maupun hasil-hasil risetnya," kata Hubert Gijzen.
Universitas Keio membidani kelahiran program "School on Internet-SOI" yang beranggotakan 27 perguruan tinggi dari 13 negara, termasuk lima perguruan tinggi Indonesia. Kelimanya adalah ITB Bandung; Universitas Hasanuddin Makassar; Universitas Brawijaya Malang; Universitas Syah Kuala Banda Aceh, dan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Sumber : AntaraNews
Posted by
KOMUNITAS ABG
at
6:13 AM
|
Labels: enlightenment
Thursday, June 26, 2008
Perilaku Hidup Sehat Mampu Menghentikan Ulah Gen Penyebab Kanker
Topic : Academic
By Ari Satriyo Wibowo
Sudah jamak diketahui bahwa sikap hidup sehat dapat mencegah kanker. Sudah terbukti pula bahwa hidup yang bersih dapat membantu para penderita tumor untuk bertahan hidup lebih lama. Bahkan dapat mencegah penyakit datang kembali. Beberapa studi menunjukkan efek tersebut dalam hal kanker payudara dan kanker usus besar. Tetapi bagaimana cara kerjanya di tingkat bilogi molekuler masih tetap menjadi misteri.
Dr. Dean Ornish dari Universitas Kalifornia di San Fransisco mencoba mengungkap misteri itu. Selain sebagai pekerja akademis, Dr. Ornish adalah pendiri Preventive Medicine Research Institute, sebuah yayasan sosial yang bermarkas besar di Sausalito, Kalifornia. Ia juga dikenal sebagai penulis buku di bidang preventive medicine dan konsultan produsen makanan besar. Dr. Ornish merupakan orang pertama yang menunjukkan bahwa hidup sehat ( melakukan diet vegetarian rendah lemak, banyak olahraga dan tidak merokok) tidak boleh berhenti dan mampu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.
Ia dan teman-teman kemudian memutuskan untuk melihat aktifitas gen pada selompok orang penderita kanker yang bersedia mengubah perilaku hidup mereka menjadi sehat ketimbang harus menjalani perawatan kesehatan.
Tim tersebut memilih penderita kanker prostat pada penelitian itu. Para peneliti memilih kanker prostat karena perkembangannya yang lambat. Ketika suatu penyakit kanker didiagnosa awal, maka tidak melakukan apapun merupan cara masuk akal untuk menghindari trauma operasi, radiasi atau terapi hormon. Dr. Ornish memasukkan 30 pasien stadium awal kanker prostat dalam program “perubahan gaya hidup komprehensif”. Di antaranya diet rendah lemak, whole food, diet berbasiskan sayur-sayuran, manajemen stres, latihan tubuh ringan, menciptakan kelompok pendudung psikososial. Pasien dicatat kondisi awal ketika memasuki progrma dan dibandingkan tiga bulan kemudian untuk melihat apa saja yang telah berubah.
Bagai tingkat gen agar proses tersebut bekerja maka harus diterjemahkan melalui pembawa pesan molekuler. Sebuah molekul substansi yang disebut RNA membawa instruksi pembuatan protein kepada sebuah sel, tentang protein apa saja yang dibuat. Semakin banyak messenger RNA maka semakin aktif gen. Berdasar jumlah messenger DNA maka dapat dilihat efek pada gen pada penyembuhan kanker. Dr. Ornish menyebutnya sebagai gene chip technology.
Ia dan tim peneliti menemukan bahwa setelah tiga bulan, aktivitas dari 500 gen diubah di prostat sebagai bentuk gen yang bersifat melawan kanker. Kehidupan yang baik akan mematikan gen yang mempromosikan tumor (disebut Oncogenes) --- termasuk beberapa yang ditargetkan untuk menjadi obat anti kanker. Sementara itu, gen pencegah penyakit termasuk salah satu protein yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel tumor akan diaktifkan. Meski begitu bagaimana perubahan gaya hidup sehat berakibat pada gen tidaklah jelas. Tetapi, studi itu menunjukkan bahwa proses tersebut mencapai tingkatan biologi moleluler dalam tubuh.
Temuan Dr. Ornish itu sekali lagi menunjukkan bahwa tingkat kemauan pasien untuk mengubah perilaku hidup menjadi sehat akan mampu menanggulangi penyakit kanker yang mereka derita. “Karena semuanya berada pada tingkat gen,” pungkas Dr. Ornish.
Sumber : "Better than cure", The Economist, 19 Juni 2008
Wednesday, June 25, 2008
Merger Perusahaan Bioteknologi Mempercepat Terwujudnya "Personalised Medicine"
Topic : Business
By Ari Satriyo Wibowo
Akuisisi Applied Bioscience (AB) sebuah perusahaan bioteknologi di Kalifornia oleh perusahaan bioteknologi terkemuka Invitrogen dari San Diego,AS bakal memicu konsekuensi baru. Nilai akuisisi sebesar 6 miliar dolar AS itu akan membuat pasar peralatan gene sequencing (yang semula diproduksi AB) dan layanan produk jasa terkait ( “bread” dan “butter” yang diproduksi Invitrogen) akan berada di satu tangan.
Model itu menurut Steven Burill, seorang pengamat industri, seolah mempraktekkan strategi produsen alat pencukur Gillete yang menjual “Alat Pencukur Murah dengan Pisau Silet yang Mahal” . Atau kalau di Indonesia seperti yang dilakukan prosen printer Canon, menjual printer murah dengan tinta yang mahal. Kombinasi itu akan membuat konsumen mampu membeli perangkat gene-sequencer murah tetapi dengan marjin keuntungan tinggi bagi Invitrogen di perlengkapan pendukung laboratorium seperti reagent dan sebagainya.
Sementara itu, Roche, perusahaan farmasi raksasa dari Swiss kini menguasai 454 Life Scineces, yang memproduksi perangkat gene-sequencing dan sedang berupaya mengambil alih perusahaan diagnostik medis Ventana.
Menurut Kalorama, sebuah perusahaan riset pasar, pasar diagnostik medis mencapai US$ 42 miliar pada 2007 dan diharapkan nilainya akan meraih angka US$56 miliar pada 2012. Siemens, Ge dan beberapa perusahaan multinasional telah membeli perusahaan yang lebih kecil (meski akuisisi GE senilai US$ 8 miliar terhadap Abbott Laboratories, salah satu perusahaan diaganostik medis, tidak meraih sukses seperti yang diharapkan.)
Kondisi merger perusahaan bioteknologi di atas yang membuat peralatan gene sequencing menjadi murah bakal merevolusi “personalised medicine” karena dokter biasa pun dapat memilikinya dan melakukan pengobatan secara personal. Laboratorium klinik pun akan mampu menyediakan layanan tes genetik langsung ke pasien mereka.
Personalised medicine memang cebderung memiliki masa depan cerah. Ketika konsumen harus lebih banyak mengeluarkan dana kesehatan dari kantong mereka sendiri maka layanan “personal genomics” dapat membantu pasien untuk menghindari penyakit melalui, misalnya, perubahan diet. Biaya yang saat ini dibutuhkan untuk decoding DNA sebesar US$ 50.000 bakal turun menjadi US$ 100 pada tahun 2015 atau 2020. Bahkan bukan tidak mungkin cukup US$ 10 per profil genome.
Bagaimana pendapat Anda?
Sumber : "Getting Personal", The Economist, 19 Juni 2008
Tahukah Anda ?
Robot EMA dan AMP
Robot adalah makhluk mekanik. Namun, bukan berarti kemampuannya melulu berkisar pada hal-hal teknis. Robot juga bisa berfungsi pada ranah estetika. Fungsinya adalah sebagai media hiburan atau mengadaptasi gerakan-gerakan manusia. SEGA Toys menerapkan itu pada robot baru buatannya. Yaitu, EMA (Eternal Maiden Actualization) dan AMP (Automated Music Personality).
EMA dikategorikan sebagai fembots (feminine robot), alias robot berjenis kelamin cewek. Robot itu punya tujuh titik artikulasi pada siku, pundak, lutut, dan pinggang. Dengan demikian, ia mampu berjalan dengan lemah gemulai layaknya wanita. 
EMA juga bisa menghibur sang pemilik dengan menari dan menyanyi. Atau mengambilkan dokumen berukuran kecil, seperti kartu nama. EMA punya fitur unik bernama love mode.
Sang robot juga dilengkapi sensor inframerah. Fungsinya mendeteksi wajah seseorang yang sedang blushing alias memerah karena tersipu malu. Jika itu terjadi, EMA akan memalingkan wajahnya ke arah orang itu. Yang selanjutnya terjadi adalah EMA mengeluarkan suara "cup!" seperti sedang mencium.
Meski dibuat oleh perusahaan mainan, EMA ditargetkan untuk konsumen dewasa. Robot setinggi 38 cm itu akan beredar di Jepang mulai 26 September. Satu unit EMA dijual USD 175 atau sekitar Rp 1,62 juta.
Beda lagi AMP. Robot itu diberi jenis kelamin laki-laki oleh SEGA Toys dan Tiger Electronics. Bodinya dibuat berwarna mayoritas hitam. Dengan aksen krom dan kuning, AMP terlihat garang.
AMP adalah robot untuk penggunaan personal dengan fungsi musikal. Pada bagian punggung robot setinggi 73,6 cm itu, terdapat slot untuk PMP (portable media player). AMP dilengkapi speaker stereo berukuran 5 inci pada bagian dada.
Kedua "tangan" AMP adalah tweeter speaker dan touch pad yang berfungsi sebagai mixing deck untuk memodifikasi lagu. Tangan kiri menambahkan layer sound effect, tangan kanan untuk mengatur audio.
AMP tidak bergerak dengan kaki. Namun, melalui dua roda yang berposisi sejajar. Fungsi itu dilengkapi kemampuan dynamic balancing technology (DBT). Tujuannya mengatur keseimbangan robot sehingga tidak mudah jatuh saat bergerak. Sumber energi AMP ada pada enam buah baterai ukuran D dan tiga baterai ukuran AAA.
Robot yang dipamerkan dalam Tokyo Toy Show pada 19 hingga 22 Juni itu dirilis Oktober mendatang. Tiap unit rencananya dijual seharga USD 500 atau sekitar Rp 4,6 juta.
Sumber : Jawa Pos, 24 Juni 2008
Posted by
KOMUNITAS ABG
at
5:48 PM
|
Labels: enlightenment
Tuesday, June 24, 2008
Perubahan Radikal di Bidang Energi Segera Tiba
Topic : Academic. Business
By Ari Satriyo Wibowo
Dunia gandrung pada segala sesuatu yang sedang booming. Dan yang sedang booming saat ini adalah perubahan teknologi. Para pemodal ventura pun berbondong-bondong mengadu nasib meraih peruntungan. Pada tahun 1980-an mereka sukses menciptakan boom teknologi komputer, tahun 1990-an boom teknologi Internet dan awal tahun 2000-an terjadi boom di bidang bioteknologi dan nanoteknologi. Bagaimana tahun 2010-an ? Tampaknya booming akan terjadi di bidang energi.
Boom di masa lalu di bidang energi selalu mengandalkan pasokan energi berupa bahan bakar tertentu : mesin uap bertenaga batu bara, motor bakar bertenaga bensin, pembangkit tenaga listrik tenaga gas dan pesawat jet tenaga avtur. Beberapa dekade lalu harga batu bara masih murah, Gas alam juga murah. Tahun 1970-an, harga BBM juga masih murah. Akibat harga murah itu, daya inovasi di bidang energi menjadi berkurang atau minimal sekali.
Sekarang BBM tak lagi murah. Sampai pertengahan 2008 harganya melesat mencapai hampir US$ 140 per barrel. Demikian pula gas alam harganya mengikuti kenaikan BBM. Sementara, batu bara meski harganya masih murah kini terancam dikenakan pajak tinggi sebab merupakan penyumbang gas efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Orang pun kemudian bepaling ke energi terbarukan dari angin dan tenaga matahari.
Pasar energi merupakan pasar yang besar sekali. Saat ini, penduduk dunia mengonsumsi sekitar 15 terrawatt daya listrik ( terawatt setara dengan 1000 gigawatts). Nilainya setara dengan US$ 6 triliun per tahun atau sekitar sepersepuluh output ekonomi dunia. Pada tahun 2050 diperkirakan kebutuhan listrik meningkat menjadi 2 kali lipat menjadi 30 terrawatt.
Energi terbarukan menjadi pilihan karena pembangkit tenaga surya atau angin tetap tidak akan membuat pembangkit listrik tenaga bata bara lantas tutup. Mobil listrik kelak juga kan berkembang karena makin efisien. Listrik yang dibutuhkan setara dengan membeli BBM dengan harga 25 sen per liter.
Energi terbarukan yang efisien kini juga menjadi incaran para jutawan di Lembah Silikon, Kalifornia. Elon Musk, yang menjadi salah satu penemu layanan Pay Pal, telah mengembangkan batere untuk mobil sport. Sementara pendiri Google, Larry Pages dan Sergey Brin menciptakan Google.org untuk mencari jalan menemukan energi terbarukan yang lebih muarah dari batu bara (atau mereka biasanya merumuskannya sebagai REC kepada teman-temannya).
Vinod Khosla, salah satu pendiri Sun Microsystems, memutuskan untuk menyediakan modal ventura untuk membiayai energi terbarukan.Tak ketinggalan Robert Metcalfe, yang menemukan sistem Ethernet untuk LAN dan Mr. Doerr dari Kleiner Perkins Caufield & Byers, salah satu pemodal ventura terkenal dari lembah Silikon. Sir Richard Branson dari Inggris juga tidak ketinggalan berpartisipasi melalui Virgin Green Fund.
Perusahaan besar lain yang tertarik terjun ke bidang energi terbarukan ini adalah General Electric (GE) yang sudah terjun di bisnis kincir angina dan tertarik terjun ke bisnis energi surya. Para periset di laboratorium GE di Schenectady, New York, sangat bersemangat sekali dengan kebebasan intelektual yang mereka peroleh untuk bekerjasama dengan perusahaan start up yang dikombinasi dengan ketersediaan dana untuk riset.
Sementara itu, BP dan Shell, dua perusahaan minyak besar dunia ikut menjadi sponsor riset akademis dan perusahaan kecil baru dengan ide cemerlang. Demikian pula Du Pont perusahaan kimia terbesar ikut terlibat. Hanya Exxon Mobile yang memutuskan tidak ikut dalam kegitan itu.
Negara berkembang pun tak ketinggalan. RRC sekalipun dikenal sebagai pemilik pembangkit listrik batu bara terbanyak juga memiliki pembangkit tenaga angin yang jumlahnya bakal meningkat menjadi duapertiganya tahun ini. RRC juga merupakan produsen panel surya terbesar kedua di dunia, belum termasuk sebagai prosen pemanas air tenaga surya di atas atap rumah yang besar pula.
Brazil sudah sejak lama dikenal sebagai produsen biofuel yang memasok 40 % kebutuhan bahan bakar mobil di sana dan bakal menjadi pemasok 15 % kebutuhan energi untuk pemabngkit tenaga listrik. Sementara, Afrika Selatan mengembangkan teknologi yang mampu menciptakan reactor nuklir sederhana yang aman --- yang meski nuklir bukan energi terbarukan tetapi bebas polusi karbon.
Yang jelas ada tiga pilar energi yang menarik saat ini yakni energi angin, energi surya dan penciptaan batere teknologi tinggi.
Bagaimana pendapat Anda?
Sumber : “The future of Energy” dan “The power and The Glory” , The Economist, 19 Juni 2008
Tahukah Anda ?
Sumber Gambar : http://www.provenmodels.com/files/026317952d53b7d48c6c8d86d60a6a34/gods_of_management.jpg
Organisasi Dionysius
Dionysius, dewa anggur dan ilusi, dalam mitologi Yunani merupakan anak Zeus, kambing hitam keluarga. Master of creative destruction.
Organisasi Dionysius merupakan organisasi yang informal dan terdesentralisir. Organisasai ini dibentuk oleh lingkungan yang turbulence sehingga diperlukan pekerjaan-pekerjaan yang menuntut kreativitas tinggi, kerjasama tim, dan adaptasi secara terus menerus terhadap perubahan. Tapi perlu diingat organisasi Dionysius efektif untuk masa-masa perubahan dan berorientasi jangka pendek.
Sumber : Rhenald Kasali dari buku Charles Handy (1987), The Gods of Management
Posted by
KOMUNITAS ABG
at
11:30 AM
|
Labels: enlightenment
Monday, June 23, 2008
Teori Butterfly Effect Mengindikasikan Indonesia Bakal Tertib di Masa Depan
Sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/30/Sensitive-dependency.svg/300px-Sensitive-dependency.svg.png
Topic : Academic
By Satjipto Rahardjo
Amat sulit membayangkan Kejaksaan (Agung) lebih terpuruk dari sekarang. Bagaimana mungkin lembaga publik yang diandalkan menjadi salah satu ujung tombak telah ambruk?
Untuk sedikit ”menghibur” kejaksaan, menurut Sebastiaan Pompe, Mahkamah Agung sudah beberapa tahun lebih dulu mengalami kolaps (institutional collapse) seperti itu (Pompe, 2005).
Bangkit dan berubah
Jika integritas Kejaksaan Agung dirusak oleh ulah beberapa pejabat puncaknya, menurut studi Pompe, Mahkamah Agung mengalami kolaps karena (1) keberanian telah berubah menjadi kepengecutan, (2) kemampuan merosot menjadi tidak lagi mampu (incompetence), (3) integritas merosot menjadi korupsi struktural, dan (4) kehormatan berubah menjadi tercela (contempt).
Kepolisian (Polri) sedikit banyak juga sudah mendapat giliran dengan kejadian di Unas beberapa waktu lalu. DPR juga sudah beberapa lama menjadi sasaran kritik, cemooh, dan parodi.
Maka, sungguh dramatis keadaan yang menimpa kita. Rasanya tidak ada lagi yang tersisa. Menangis dan meratap? Sebentar boleh dan itu alami. Namun, hal lebih baik dan diperlukan adalah bangkit serta berubah. Keambrukan institusi publik negeri ini harus berhenti sampai di sini.
Karena itu, kita tidak boleh lagi kecolongan. Kita tidak boleh terpaku hanya pada Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Polri, dan DPR, tetapi juga seluruh institusi publik yang melayani bangsa.
Awal ketertiban baru
Kini sudah terjadi pergeseran dalam sains, khususnya tentang konsep ketertiban (order) dan kekacauan (chaos). Keduanya tidak lagi berdiri terpisah dibatasi tembok tebal, tetapi berkelindan.
Ilya Prigogine, penerima Nobel di bidang kimia, menulis buku Order Out of Chaos. Itu tidak hanya disuarakan ilmu kimia, tetapi juga sudah merembes ke dalam ranah ilmu-ilmu lain, seperti The Chaos Theory of Law.
Kita sudah diperkaya paradigma dan perspektif baru bahwa kekacauan bukan ”kiamat”, tetapi awal suatu ketertiban baru. Dalam kekacauan tersimpan bibit- bibit ketertiban baru. Dalam konsep baru ini, ketertiban bukan suatu konsep statis, tetapi sebuah proses dinamis.
Perubahan bisa terjadi hanya oleh faktor/kejadian kecil dan sederhana (strange attractor), tetapi kemudian berubah skala menjadi kejadian luar biasa. Ini disebut sebagai butterfly effect. Kepak sayap kupu-kupu di Hawaii bisa menyebabkan suatu perubahan cuaca besar-besaran di New England. Itulah teorinya.
Marilah kita lihat dan tempatkan keambrukan institusi pelayanan publik dalam perspektif baru itu. Ini membuat kita bersemangat untuk bangkit kembali dari keterpurukan dan kekacauan. Semangat bangkit ini antara lain karena didukung sains mutakhir. Sains pasca-Newtonian ini seolah berkata kepada kita, ”Kamu, bangsa Indonesia, tidak akan terus-menerus kacau seperti sekarang, tetapi bisa berubah menjadi bangsa yang tertib teratur.”
Ada bukti empirisnya. Kendati dikepung masyarakat yang korup, jaksa, hakim, dan polisi kecil di pelosok tetap bertahan dalam kemuliaan martabat profesinya. Laporan Bank Dunia (Village Justice in Indonesia, 2004) memastikan kehadiran mereka. Inilah strange attractors yang kita miliki, yang diharapkan mampu memunculkan butterfly effect berupa badai ketertiban baru di negeri ini.
Perlu keberanian
Memang dibutuhkan keberanian untuk merasa sakit karena operasi untuk mendukung munculnya kupu-kupu kecil itu perlu dilakukan. Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Mabes Polri telah membuat cetak biru pembaruan institusi mereka. Namun, itu semua adalah skema abstrak dan ideal. Skema itu perlu dibuktikan menjadi kenyataan. Kenyataan itulah yang dilihat seluruh bangsa, bukan skema- skema abstrak. Kenyataan itu berupa kekacauan dan keambrukan, sangat jauh dari skema abstrak dan ideal.
Namun, perlukah kekacauan itu? Pertanyaan ini amat ironis. Kekacauan yang mahal itu diperlukan guna menunjukkan di mana masih ada lubang-lubang dalam rancangan ideal yang telah dibuat. Kita menjadi tahu di mana ada kebocoran. Kekacauan ini seyogianya segera diintegrasikan dengan cara diterima sebagai koreksi terhadap rancangan itu.
Pasti ada yang salah dalam konsep cetak biru lama. Jaksa Agung berbicara tentang ”disiplin moral”. Mungkin ini salah satu butir koreksi sesudah melihat kebocoran di tubuh Kejaksaan Agung. Hal yang penting, rancangan baru segera dibuat dan langkah-langkah nyata segera dilakukan. Tugas kita adalah terus menghidupkan semangat untuk bangkit dan melakukan kontrol publik. Teori baru sudah mengatakan adanya harapan baru untuk keluar dari kekacauan dan menjadi bangsa yang tertib.
Satjipto Rahardjo adalah Guru Besar Emeritus Sosiologi Hukum Universitas Diponegoro, Semarang
Sumber : Artikel Opini Kompas, Senin, 23 Juni 2008 dengan judul "Kini Saatnya Memunculkan Ketertiban" oleh Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, SH

