Google

Thursday, September 13, 2007

Tahukah Anda?

Cara Kerja Obat


Beberapa obat bekerja dengan melakukan interaksi dengan reseptor, yang terletak di bagian luar dari sel. Obat yang terikat pada reseptor spesifik, dapat mencegah timbulnya zat kimia secara alamiah yang bersifat mengikat reseptor. Bila obat meningkatkan aktivitas sel maka disebut agonist sebaliknya bila menghambat aktivitas sel disebut antagonist.


Sumber : Microsoft Encarta Encyclopedia 2006

Wednesday, September 12, 2007

"Kegiatan R&D Itu Jantung Hatiku"

Topic : Business

Tak banyak pengusaha di Indonesia yang rajin melakukan R&D. Salah satu sosok yang jarang itu adalah dr. Retno Tranggono, SpKK pendiri perusahaan kosmetik Ristra.

“Kegiatan R&D itu jantung hatiku,” begitu selalu dikatakannya dengan bangga. Tidak mengherankan berkat kegiatan R&D-nya itu Retno sering dijuluki sebagai ”Ibu pH Balanced” berkat temuannya yang fenomenal itu.

Hal itu berawal ketika Retno mengikuti kongres The International Federation of Society Cosmetic Chemist (IFSCC) di Barcelona, Spanyol tahun 1986. Di kongres itu Retno terlibat diskusi serius mengenai keasaman produk kosmetik dan keasaman kulit.”Kulit itu memiliki derajat keasaman tertentu yang berfungsi untuk melindungi kulit,” kata wanita kelahiran Jakarta, 17 November 1939 itu.


Dengan keasamana kulit maka kulit dilindungi secara alamiah oleh kulitnya sendiri.Sebagai penjaga keseimbangan pH kulit adalah lemak kulit, keringat dan sel-sel yang mati. Ia kemudian melakukan penelitian terhadap 400 responden pria dan wanita dari Indonesia. Hasilnya diperoleh derajat keasaman kulit rata-rata sebesar 5,5. “Pada waktu itu mengukur pH kulit itu tidak mudah ,” Retno menambahkan.

Di luar negeri sebelumnya sudah ada yang mengukur pH Balanced tetapi angkanya masih dalam kisaran 3 sampai 4. Sampai akhirnya Retno menemukan pH Balanced 5,5 dan dibenarkan oleh peneliti-peneliti luar negeri selanjutnya. “Sejak itu saya menetapkan semua produk Ristra harus menerapkan pH Balanced. Hal itu lebih mudah karena Ristra masih merupakan produk baru sehingga mudah untuk melakukan penyesuaian, “ ungkap ibu tiga anak itu.

Salah satu berkah R&D yang dilakukan Retno adalah kemampuannya untuk menghasilkan produk-produk asli dalam negeri. “Semua formulasi Ristra adalah ciptaan kami sendiri. Tidak ada yang mengambil dari luar negeri. Semua orisinil,” katanya.

Kosmetik, menurut Retno, harus diformulasikan secara ilmiah, harus dibuat dari bahan baku berkualitas paling unggul. Pembuatannya harus berstandar modern dan higienis, harus ber-pH Balanced, yaitu sesuai dengan kadar keasaman kulit orang yang bersangkutan. Bahan bakunya juga wajib lolos dalam tiga uji keamanan yaitu tes tempel, tes aplikasi dan tes efikasi. Semua tes itu dilakukan pada kulit sukarelawan. Tes tempel, patch test, untuk melihat tingkat keamanan bahan baku, tes aplikasi atau usage test untuk mengetahui tingkat keamanan bahan baku, tes aplikasi atau usage test untuk mengetahui keamanan kosmetik yang sudah diproduksi dan tes efikasi, alias efficacy test untuk mengukur daya gunanya sebelum dan setelah dipakai, dengan menggunakan alat canggih yang computerized. Disamping itu, pada produk-produk tertentu dilakukan uji klinis di House of Ristra di bawah pengawasan ketat tim dokter.

Pada akhir tahun 1990-an sudah ada 82 item yang diproduksi Ristra. Perkembangan itu tentu saja tidak terjadi tanpa perubahan sistem dan struktur perusahaan. Paling krusial, produk apa pun harus senantiasa mencerminkan ciri “ilmiah” yang tetap terjaga. Untuk itulah, mulai tahun 1983 dia mendirikan Laboratorium Research and Development (R&D) yang dikepalai oleh seorang apoteker lulusan Jerman, Dra. Rosali Setiawan, Apt. Retno selalu terlibat di laboratorium untuk meramu formula produk baru. Tujuannya, mengonsep produk-produk baru, menguji kelayakan teknisnya, serta menjamin keampuhan dan keamanan medianya. Ini mutlak, guna menjawab keraguan masyarakat sekaligus membuktikan keaslian formula Ristra. Retno juga melakukan uji coba yang melibatkan sukarelawan.

Laboratorium berkonsep medis yang dirintisnya itu merupakan laboratorium teruji pertama yang berdiri di Indonesia dalam bidang kosmetik. Bahkan, menurut Retno, pada 1986 merupakan laboratorium pertama yang menerapkan teknologi pH-Balanced. Karena industri kosmetik Jepang sudah sangat mapan dan kompleks maka diperlukan tenggang waktu penyesuaian yang cukup panjang. Akibatnya, industri kosmetik negeri itu kalah cepat dengan Ristra dalam teknologi pH-Balanced.

Salah satu hasil pertama dari laboratorium itu, khususnya dari bagian quality control menyangkut uji coba bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan produk Ristra. Artinya, bukan kosmetik saja yang diuji, tetapi bahan komponennya pula. Dalam melakukan tes uji ini, Retno sering menemukan bahwa ketidakmurnian bahan baku kerap menjadi sumber masalah. Kenyataan itu semakin meyakinkannya untuk memproduksi kosmetik berbahan dasar yang punya standar farmasi. Kalau perlu dengan mengimpor dari Eropa atau Jepang.”Bahan impor Cina atau India memang murah,” kata Retno,”tetapi kebanyakan kualitasnya rendah. Ristra selalu memakai bahan baku yang berkualitas tinggi. Bahan dasar asal Indonesia waktu itu kebanyakan hanya air, alkohol dan glycerine. Bahan-bahan dasar lainnya sama sekali belum bisa diandalkan.”

Tentu saja, kebijakan mengimpor bahan dasar itu menjadikan produk Ristra lebih mahal dibanding produk lokal.”Tetapi tentunya terjamin bagi pemakai. Rambut pasti tak akan rontok dan kulit tak akan rusak,” pungkas Retno.

Bagaimana pendapat Anda? (ASW)

Tahukah Anda?

Bagaimana cara virus berkembang biak di tubuh mahluk hidup


Sumber : Microsoft Encarta Encyclopedia 2006

Tuesday, September 11, 2007

Varietas Kedelai Hitam Mallika : Contoh Kerjasama ABG yang Layak Ditiru



Topic : Academic, Business, Government

Salah satu contoh kerjasama ABG telah membuahkan hasil. Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia Tbk (selaku produsen Kecap Bango) dan Departemen Pertanian berhasil menemukan varietas kedelai hitam unggulan. Varietas yang diberi nama “Mallika” ini diharapkan mampu menjawab tantangan swasembada kedelai Indonesia pada tahun 2015.

Pengukuhan Mallika sebagai varietas unggul nasional dinyatakan dalam surat keputusan Menteri Pertanian No. 78/2007.

Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi dan Manajemen Agroindustri Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Mary Astuti menjelaskan, Mallika adalah varietas kelima dari seluruh varietas kedelai unggul di Indonesia. Sebelumnya, ada varietas Cikuray yang dilepas pemerintah tahun 1992.

“ Hal ini cukup menyedihkan mengingat kedelai hitam adalah jenis komoditas pertanian yang lekat dengan budaya bangsa sejak zaman dahulu kala, tetapi jarang diperhatikan. Jumlah varietasnya kalah dengan kedelai kuning yang mencapai 51 jenis, “ ujar Marry kepada Kompas.

Galur Mallika dimurnikan melalui penelitian antara 2001-2006 dengan melibatkan sekitar 5.000 petani di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Secara fisilogis, kedelai Mallika bercirikan bulu coklat pada batang dan tempat polong. Tanaman kedelai ini juga memiliki keunggulan, tumbuh bercabang dan termasuk jenis semi-intermediate, tahan panas, dan hujan.

Tanaman ini akan berbunga setelah usia 33 hari dan polong akan masak padsa usia 67 hari. Namun, optimal panen akan terjadi pada usia 88-99 hari dengan produktivitas cukup tinggi, yakni 2,4 ton per hektar. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional 1,3 ton – 1,5 ton per hektar.

UGM bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia Tbk dan dinas pertanian daerah setempat akan membangun unit kegiatan mandiri (UKM) petani untuk pembibitan kedelai. Keberadaan UKM ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan petani akan benih yang berkualitas.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber : “UGM Luncurkan Kedelai Hitam Mallika” Kompas, Selasa, 11 September 2007 halaman 13.

Menurut Presiden, Kita Bangsa yang Kurang Teliti, Kurang Cepat dan Kurang Inovatif

Topic : Government

Tepat 6 tahun lalu , pada 11 September 2001, Gedung Manara Kembar World Trade Centre di New York roboh setelah ditabrak dua buah pesawat penumpang sipil. Pelakunya adalah kelompok Al Qaeda pimpinan Usamah Bin Laden. Peristiwa itu membuat berang Presiden AS George W. Bush yang kemudian menyulut serangan ke Afganistan dan Irak.

Di hari ini pula, Selasa, 11 September 2007, Harian Kompas memberitakan ledakan yang terjadi di Laboratorium Kimia, Kompleks Puspitek Serpong, Tangerang. Empat orang peneliti dikabarkan menderita luka pada peristiwa itu. Beruntung laboratorium itu berada di luar area Reaktor Serba Guna GA Siwabessy (RSG GAS) sehingga tidak menimbulkan zat radiokatif.

Menurut Kepala Batan Hudi Hastowo, penelitian dilakukan di laboratorium Crystal Growing untuk keperluan bahan industri. Para peneliti itu sedang melakukan penelitian yang terkait dengan program insentif dari Kementerian Riset dan Teknologi. ”Ketika mereka sedang melakukan penelitian, ada reaksi kimia sehingga timbul gas yang memunculkan tekanan sangat tinggi. Lalu timbul ledakan,” kata Hudi kepada Kompas.

Laboratorium Penumbuhan Kristal (Crystal Growing) digunakan untuk meneliti pengembangan bahan-bahan semikonduktor yang dihasilkan melalui penembakan radiasi neutron dengan reaksi nuklir.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Puspitek Serpong bulan Juli 2007 mengakui di bidang riset dan teknologi, Indonesia ketinggalan jauh dibandingkan dengan negara-negara lain yang dulu sejajar, bahkan di belakang Indonesia. Negara-negara tersebut, yang kini sudah maju di bidang riset dan teknologi, diantaranya adalah Malaysia, Singapura dan India.

Indonesia tahun 1960-an sudah maju teknologinya. Sekarang kita kurang cepat,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti dikutip Kompas,

Presiden juga mengatakan, bangsa Indonesia kurang teliti, kurang cepat, kurang inovatif dan kurang mengembangkan bidang riset dan teknologi.

Tentang pengembangan teknologi nuklir, Presiden mengatakan, itu untuk tujuan damai dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Perasaan mendua muncul setiap kali mendengar kata ”nuklir”. Di satu sis, ada rasa takjub karena bangsa ini bisa melakukan penelitian dan pengembangan iptek nuklir, Namun, di sisi lain, dilatarbelakangi ucapan Presiden bahwa bangsa kita kurang teliti, kekhawatiran akan radiasi nuklir tidak terbendung lagi.

Kekhawatiran itu mendapatkan konteksnya jika dikaitkan dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 yang memasukkan energi nuklir ke dalam kelompok energi baru dan terbarukan guna mengatasi kekurangan pasokan listrik di Jawa.

Pertanyaannya, benarkah kita siap untuk sebuah pembangunan listrik tenaga nuklir (PLTN) yang membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi, bebas kecerobohan dan praktik korupsi? Bagaimana pendapat Anda?


Sumber : Harian Kompas, Selasa, 11 September 2007

Tahukah Anda?

Louis Pasteur dikenang sebagai Bapak Ilmu Mikrobiologi. Ia membuktikan teori mikro organisme penyebab penyakit, menemukan proses pasteurisasi dan mengembangkan beberapa vaksin seperti anthrax dan rabies.

Pada awal 1800-an orang belum tahu apa penyebab infeksi. Tak ada yang tahu bahwa mikroorganisme dapat menyebarkan penyakit. Saat itu, belum ada antibiotika atau obat sejenis lainnya. Banyak orang meninggal karena infeksi.

Pasteur menemukan bahwa bakteri merupakan penyebab beberapa penyakit. Ia menunjukkan bahwa bakteri masuk ke tubuh manusia dan berkembang biak. Ia membuktikan bahwa penyakit dapat diatasi dengan menghentikan perkembangbiakan bakteri. Temuan itu kemudian menjadi teori tentang mikroorganisme penyebab penyakit. Teori itu kemudian memicu penemuan antibiotika dan obat pembunuh bakteri lainnya. Temuan Pasteur telah menyelamatkan nyawa jutaan manusia.

Louis Pasteur lahir di Dole, Perancis 27 Desember 1822. Ia belajar fisika dan kimia di Paris. Sebagai professor kimia ia berusaha mengatasi masalah yang dihadapi industri Perancis.

Industri wine di Perancis mengalami masalah pada pertengahan tahun 1800-an karena banyak wine yang mengalami kerusakan. Pasteur menemukan bahwa mikroorganisme telah mencemari wine sehingga rasanya menjadi masam. Ia menemukan bahwa pemanasan sekitar 80 derajat Celcius mampu membunuh mikroorganisme itu dan mencegah kerusakan wine. Temuannya itu kemudian diterapkan pada susu. Proses memanaskan makanan untuk membunuh bakteri itu kini disebut Pasteurisasi.

Pasteur juga membantu industri benang sutera Perancis dari keruntuhan. Pada pertengahan abad ke-19, wabah penyakit telah menyerang ulat sutera sehinga ulat mati sebelum menjadi kepompong. Pasteur menemukan bahwa penyakit berasal dari telur ulat sutra terserang bakteri dan berhasil mengatasinya. Pasteur kemudian menjadi pahlawan nasional karena telah menyelamatkan industri wine dan benang sutera.

Pasteur kemudian menemukan bagaimana untuk membuat vaksin untuk melindungi manusia dan binatang dari penyakit. Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa binatang yang terkena infeksi terkadang menjadi kebal terhadap penyakit itu --- yang berarti terhindar dari serangan penyakit baru.Pasteur menemukan bahwa ia mampu melemahkan mikroorganisme itu di laboratorium. Ketika ia memasukkan organisme yang telah dilemahkan ke tubuh binatang maka binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit yang disebabkan mikroorganisme itu.Pasteur kemudian membuat vaksin untuk melindungi domba dari penyakit yang disebut anthrax. Temuan penting Pasteur lainnya adalah vaksin Rabies. Vaksin Rabies pertama kali diujicobakan pada seorang bocah berusia 9 tahun yang digigit anjing pengidap rabies. Nyawa sang anak itu akhirnya terselamatkan.

Pada tahun 1888, Pasteur Institute di Paris didirikan untuk meghormati jasa-jasanya. Pasteur pun diangkat menjadi diirektur. Ia bekerja di sana hingga meninggal dunia pada 28 September 1895.

Sumber : Microsoft Encarta Encyclopedia 2006

Monday, September 10, 2007

Mengenal Teknik Stem Cell Non Kontroversial

Topic : Academic - Business

By Ari Satriyo Wibowo



Riset Embryonic Stem Cell sampai saat ini masih menimbulkan kontroversi sekalipun riset itu untuk keperluan therapeutic cloning bukan untuk reproductive cloning. Sampai saat ini terdapat sekitar 38 negara yang mengijinkan riset embryonic stem cell dengan memanfaatkan Inner Cell Mass (ICM) untuk keperluan terapi penyakit. Negara-negara itu antara lain Inggris, Swedia, Belgia, Belanda, RRC, Korea Selatan, Taiwan, Singapura dan Malaysia. Bagaimana dengan Indonesia? Konon dalam sidang PBB itu delegasi Indonesia mengambil sikap abstain untuk masalah tersebut.

Oleh karena itu, saat ini banyak lembaga riset stem cell termasuk SCI (Stem Cell and Cancer Institute) di Indonesia yang lebih mengedepankan riset-riset stem cell yang non kontroversial.

Menurut dr. Boenjamin Setiawan, PhD, Founder Kalbe Farma sekaligus salah satu pendiri SCI, riset-riset stem cell non-kontroversial itu meliputi Umbilical Cord Blood Stem Cells (Stem Cell dari Darah Tali Pusar), Bone Marrow Stem Cells (Stem Sel dari Sumsung Tulang Belakang) dan Adult Peripheral Blood Stem Cell (Stem Cell dari Darah Tepi Orang Dewasa). Ia menyampaikan presentasi berjudul "The Potential Clinical Aplications of Stem Cells" pada perayaan Ulang Tahun Kalbe Farma ke-41 bersama para dokter mantan penerima Beasiswa Kalbe di Hotel Four Season, Jakarta, Sabtu, 1 September 2007 lalu.

Oleh karena itu, saat ini Stem Cell Banking sedang naik daun. Melalui bank tersebut donor autologous (untuk diri sendiri) maupun donor allogenic (untuk orang lain) dapat menitipkan bagian darah tali pusarnya ke bank tersebut. Karena para donor umumnya masih bayi maka yang menitipkan adalah kedua orang tuanya. Selain itu, orang dewasa yang masih berusia muda dapat pula menyimpan Sel Darah Tepi dalam media simpan beku cryopreservation untuk dipergunakan bila kelak terserang suatu penyakit.

Di bank tersebut stem cell dapat dikumpulkan dari Darah Tali Pusar maupun Darah Tepi dengan menggunakan teknik apheresis.

Stem Cell yang telah dibekukan tadi dipergunakan untuk mengobati penyakit Kanker, Jantung Koroner (CAD), Stroke, Diabetes, Luka Bakar, Osteoarthritis, Spinal Cord Injury dan lain sebagainya.

Ada beberapa penyakit yang potensial disembuhkan dengan terapi Stem Cell diantaranya Parkinson, Alzheimer, Spinal Cord Injury, Stroke, Luka Bakar, Penyakit Jantung, Diabetes, Leukemia, Kanker, Rhematoid arthritis, Osteoarthritis, Sickle cell anemia, Muscular dystrophy, Cirrhosis hepatis dan Osteoporosis.

Adapun penyakit yang sudah dapat disembuhkan dengan terapi Stem Cell saat ini antara lain Leukemia, Lymphoma, Multiple Myeloma, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit karena radiasi, Multiple Sclerosis, Lupus Erythematosis, Penyakit Autoimune, Luka Bakar dan Orthopedic.

Salah satu manfaat terapi Stem Cell adalah dalam hal menangani CLI ( Critical Limb Ischemia / Pendarahan Kritis pada Tungkai ) yang biasa dialami penderita diabetes dan artheoscheloris. CLI adalah penyakit vaskuler yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah pada bagian tungkai ( tangan dan kaki) sehingga mengakibatkan pendarahan di dalam tubuh. Pada penderita diabetes umumnya menyerang bagian kaki dan bila terlambat bisa menimbulkan gangren dengan risiko amputasi kaki.

Pada penderita artherosclerosis bila penyakitnya dapat dilokalisir maka intervensi menggunakan terapi balon dapat dilakukan.

Tetapi jika pembuluh darah sudah mengalami kerusakan maka satu-satu pilihan adalah menggunakan terapi Endothelial Progenitor Cells (EPC) untuk menstimulasi tumbuhnya pembuluh darah baru dan angiogenesis.

Prevalensi penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 4 % sedangkan di Amerika Serikat mencapai 6 %. Itu berarti ada 4% dari 22 % penduduk Indonesia atau sekitar 8,8 juta orang yang menderita daibetes. Dari jumlah itu diperkirakan ada 3% penderita yang telah memasuki stadium lanjut atau sekitar 264.000 orang dengan risiko mengalami diabetic ulcers. Mereka inilah yang memerlukan terapi EPC untuk menggantikan vascular endothelial cell yang mengalami kerusakan.


Selain itu, bagi penderita Diabetes Type 1 yang sel beta pankreasnya tidak mampu memproduksi insulin suatu saat nanti akan dapat disembuhkan dengan terapi Stem Cell. Bagaimana caranya? Saat ini riset di bidang tersebut masih dalam tahap awal. Tetapi secara teoritis sel islet yang ada pada bagian Langerhans memiliki struktur yang sama dengan sel beta yang memproduksi insulin di pankreas sehingga dengan teknik kultur sel dimungkinkan untuk memproduksi banyak sel-sel islet yang nantinya menggantikan tugas sel beta untuk memproduksi insulin. Alternatif lainnya kemungkinan dengan cara mengisolasi stem cell pankreas dari jaringan tubuh orang dewasa. Semoga hasil riset itu membuahkan hasil yang menggembirakan.

Bagaimana pendapat Anda? (ASW)

Tahukah Anda?

Marie Curie adalah wanita pertama peraih Nobel dan merupakan orang pertama di dunia yang meraih Nobel hingga dua kali.

Pertama, pada 1903 ia bersama suaminya Pierre Curie dan ahli fisika Perancis Antoine Henri Becquerel menerima Nobel di bidang Fisika untuk risetnya di bidang radioaktif. Kedua, pada 1911 ia meraih Nobel di bidang Kimia atas temuan Radium dan Polonium serta isolasi Radium.Uniknya, meski sebagai ilmuwan Marie hidup miskin ia menolak mematenkan temuannya dan membiarkan temuannya dimanfaatkan ilmuwan dan masyarakat lainnya secara cuma-cuma.

Marie Curie dilahirkan dengan nama Maria Sklodowska in Polandia tahun 1867. Meski Maria tergolong siswa yang cerdas, pada waktu itu universitas di Polandia tak mengijinkan wanita untuk menjadi mahasiswa.

Tahun 1891, Maria pindah ke Paris, Perancis. Disana ia mengganti namanya menjadi Marie. Marie kemudian kuliah di Sorbonne, universitas terkenal di Paris. Ia belajar fisika dan matematika dan meraih rangking pertama di kelasnya. Di sini ia bertemu dengan ahli kimia Perancis, Pierre Curie dan mereka menikah 1895.

Marie dan Pierre merupakan pelopor di bidang radioaktifitas. Radioaktivitas adalah proses dimana beberapa elemen seperti uranium melakukan pembelahan diri dan berubah menjadi elemen lainnya. Dalam proses itu elemen tersebut mengeluarkan energi yang disebut radiasi. Marie dan Pierre melakukan penelitian berdasarkan riset Wilhelm Roentgen yang menemukan Sinar X dan Antoine Henri Becquerel yang menemukan radioaktivitas dalam elemen uranium. Sinar X adalah salah satu jenis radiasi.

Pasangan Curie menemukan bahwa mineral bernama Pitchblende adalah radioaktif. Pitchblende mengandung Uranium. Tetapi Pitchblende mengeluarkan radiasi lebih banyak dibandingkan Uranium.

Pasangan Curie menduga pasti ada elemen radioaktif lain dalam pitchblende. Mereka memisahkan unsur kimia lain yang ada dalam Pitchblende dan menamakannya pada Juli 1898 sebagai Polonium. Bulan Desember tahun yang sama mereka menemukan elemen baru lagi yang disebut Radium.

Tahun 1906, sebuah kereta kuda menabrak Pierre hingga tewas. Kondisi itu membuat Marie memutuskan untuk mengajar di Sorbonne. Ia merupakan wanita pertama yang mengajar di universitas. Ia mencurahkan seluruh tenaganya untuk riset dan membesarkan puterinya Irene Curie yang kelak mengikuti jejak kedua orangtuanya menjadi ilmuwan. Pada 1914 Sorbonne mendirikan laboratorium untuk riset material radioaktif. Saat ini laboratorium itu dinamakan Laboratorium Marie Curie.

Ketika Perang Dunia I pecah pada 1914, Marie Curie membantu melengkapi ambulans dengan mesin Sinar X. Palang Merah Internasional menunjuknya sebagai pimpinan layanan Radiologi. Ia mengajarkan para dokter bagaimana mengoperasikan mesin Sianr X untuk membantu para serdadu yang terluka. Sinar X membantu dokter untuk melihat bagian dalam tubuh sehingga mereka bisa melihat apa yang salah dengan tubuh pasien.

Riset yang dilakukan Marie membuatnya terpapar radiasi dalam jumlah besar. Pada waktu itu, tak ada yang tahu bahwa radiasi sangat berbahaya. Akibatnya Marie terkena Leukemia, penyakit sejenis kanker darah. Marie Curie meninggal tanggal 4 Juli 1934. Temuan penting Marie Curie yang tetap digunakan saat ini adalah pemanfaatan radiasi untuk memperlambat atau menghancurkan kanker.

Sumber : Microsoft Encarta Encyclopedia 2006

Saturday, September 8, 2007

Robert Patilaya : Mencipta Mesin Proses Industri Secara Otodidak

Topic : Business

Di antara peserta pameran InterPharma dan InterFood 2007 yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran tanggal 5-8 September 2007 , PT Bertomas Ciptasatya merupakan produsen lokal yang menciptakan berbagai mesin industri sendiri dengan kualitas tak kalah dibandingkan produk mancanegara.

Berbagai mesin diproduksi Berto mulai dari mesin pencampur (mixer), mesin penggoreng (fryer), mesin pembuat snack (extruder) hingga mesin pengoles coklat untuk biskuit dan wafer (enrober).

Siapa aktor yang ada di balik itu? Dia tak lain Robert Patilaya. Pria kelahiran Cirebon tahun 1949 ini mengaku menciptakan mesin-mesin tersebut secara otodidak.

Perjuangannya untuk membangun bisnis mesin industri diakuinya tidak mudah. Ia mengaku hanyalah lulusan SMA tahun 1970. Oleh karena orangtuanya sudah meninggal dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah maka Robert memulai kerja sebagai tukang bubut di sebuah bengkel bubut kecil di Cirebon selama 6 bulan tanpa digaji. “ Waktu itu saya hanya menginginkan suatu pengalaman yang berarti,” tuturnya.

Kemudian selama hampir selama tujuh tahun kemudian Robert bekerja pada sebuah perusahaan makananan ternak yang dimiliki orang Jerman di Cirebon. Perusahaan itu memproduksi semacam pellet untuk memenuhi pesanan dari Eropa.

Tahun 1978 Robert memutuskan hijrah ke Jakarta. Di ibukota ia bekerjadi di bidang teknik pada beberapa perusahaan sampai tahun 1983.

Sampai kemudian pada tahun 1984 jalan hidupnya mulai berubah. Pada waktu itu, Menristek Habibie yang lulusan Jerman sedang naik dan banyak sarjana teknik yang belajar di Jerman pulang ke Indonesia dengan membawa gelar Diplome Ing (setara insinyur). Mereka kemudian mengisi lowongan di bidang teknik di berbagai perusahaan.

Merasa memperoleh saingan di bidang teknik yang dikuasainya Robert yang hanya lulusan SMA mulai menatap masa depan. ”Kalau saya tetap bekerja seperti ini saya jadi apa,” pikirnya.

Robert segera membeli sebuah mesin las tahun itu juga dan mulai bekerja sendiri dengan membuka bengkel kecil di daerah Meruya, Jakarta Barat tanpa memiliki seorang pembantu pun. ” Semua saya kerjakan sendiri,” kata pria beranak dua itu.

Ia menyewa tempat berukuran 4 x 6 meter di dekat rumahnya. ”Tahun kedua sudah mulai bisa menyewa orang,” Robert menambahkan.

Usahanya ternyata makin berkembang. Tahun 1992 Robert menyewa sebidang tanah seluas 600 m persegi di Tangerang sebagai pabrik. Setahun kemudian perusahaannya mulai mengekspor mesin fryer untuk kacang ke Malaysia disamping melayani mesin-mesin untuk industri farmasi.

Karena kapasitas produksi makin meningkat pada tahun 1997, Robert memutuskan untuk membeli tanah seluas 3400 meter persegi di Kawasan Industri Mekar Jaya Tangerang. Di sini Robert mulai fokus memproduksi mesin-mesin untuk industri makanan dan minuman.

Ketika krisis moneter melanda Indonesia perusahaannya ikut terkena imbas. Harga bahan baku mesin yang melambung dan order yang sepi membuatnya terpaksa memangkas jumlah karyawannya dari 40 orang menjadi 10 orang.

Tahun 2000 kondisi usahanya pulih dan Robert mulai mengekspor mesin fryer Potato Chips ke Australia. Jumlah karyawannya pun bertambah. ”Kini kami mempekerjakan 96 orang karyawan,” ujarnya.

Bila semula bisnisnya dikelola secara sederhana maka dalam enam bulan terakhir ia sudah menerapkan manajemen bisnis modern.”Saya bisa merekrut tenaga Quality Control, PPIC Manager, Marketing Manager serta bekerjasama dengan pihak Korea Selatan menjual pompa industri baru tahun ini,"katanya.

Bagaimana cara Robert mendesain mesin-mesin tadi? Ternyata semua itu terwujud berkat jasa Internet. Ia mengikuti tren mesin-mesin industri dengan mengunjungi berbagai website perusahaan luar negeri. Ia pun mulai mempelajari cara kerja mesin-mesin yang ada di sana. “Karena bidangnya memang disitu maka saya pun bisa menangkap cara kerja mesin itu dengan mudah,” ungkapnya.

Sementara Robert memusatkan perhatian pada desain-desain mesin baru, bisnisnya mulai dipercayakan pada anak sulungnya Marcel (27 tahun) yang merupakan sarjana teknik komputer sebuah universitas di Toronto, Kanada.

Pelajaran yang bisa dipetik dari Robert Papilaya dengan BERTO-nya adalah asal kita mempunyai tekad kuat untuk maju, bekerja keras dan senantiasa belajar maka kita pun mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang setara dengan produk perusahaan multinasional. Kalangan ABG di Indonesia kiranya dapat meniru apa yang telah dikerjakan Robert Papilaya.

Bagaimana komentar Anda? (ASW)

Pencerahan Hari Ini

Kesempatan Yang Tersembunyi

Bila Anda tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya Anda melihat lagi langkah anda. Jangan-jangan Anda tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun Anda untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin Anda untuk mengambil tindakan yang lebih baik.

Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus Anda kerjakan. Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa Anda. Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Colombus melakukan "kesalahan" yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika. Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti "kesalahan" tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka. Masihkah Anda menganggapnya sebagai kesalahan?

Tahukah Anda

Bila seseorang menghitung setiap saat satu detik untuk satu hitungan, 24 jam sehari tanpa henti, maka diperlukan waktu 31.688 tahun untuk dapat mencapai bilangan 1 trilyun.

Bila satu trilyun dalam pecahan lembar satu dollar AS ditumpuk satu diatas yang lainnnya, maka tumpukan ini tingginya akan mencapai tinggi dua kali tinggi Mount Everest. Sementara itu deretan lembar satu dollar AS senilai satu trilyun dollar AS akan dapat melingkari bumi hingga 3.882 kali.

Dapat anda hitung sendiri berapa banyak diperlukan lembaran dollar untuk menghitung GNP Amerika Serikat yang 6 trilyun dollar AS , atau GNP Jepang yang 4,5 trilyun dollar bila menggunakan uang pecahan satu dollar AS.



Kata Bijak Hari Ini

Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan; tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian. (Francis Bacon)

Friday, September 7, 2007

Alisjahbana Haliman : Menuai Berkah Tak Ternilai dari Ramuan Alami

Topic : Business

Meski drop out dari Fakultas Fisika di California State University at Long Beach, AS, keputusannya untuk menjadi wirausahawan pada usia 22 tahun di tahun 1987 tak pernah disesali Alisjahbana Haliman.

Kini 20 tahun kemudian bisnis yang dikibarkan pria kelahiran Pontianak, 11 Februari 1965 itu telah menjadi bisnis yang sangat prospektif. Bisnisnya yang berkibar di bawah bendera PT Haldin Pasifik Semesta seolah mengembalikan kejayaan Indonesia di masa lalu sebagai kepulauan penghasil rempah-rempah dunia. Padahal, awalnya pria bungsu dari 6 bersaudara ini memulai bisnis hanya sebagai pengimpor produk vanili dari Indonesia untuk konsumen di Amerika Utara melalui kantornya di New Jersey, Amerika Serikat.

Nama Haldin yang diambil dari kependekan dua nama orang tuanya yaitu Halimah (sang ibu) dan Muddin (sang ayah) ternyata membawa keberuntungan. Haldin berkembang pesat untuk memenuhi keperluan berbagai industri mulai dari makanan dan minuman, flavor dan fragrance, makanan kesehatan, farmasi dan kosmetik baik yang berasal dari sumber lokal maupun produk hasil pemrosesan. Semua produk Haldin dibaginya dalam lima kelompok yakni minyak esensial dan molekul alami, ekstrak cair, vanili, ekstrak spray dried dan material dasar.

Haldin memiliki 4 pabrik 3 di Indonesia (dua pabrik di Cikarang dan satu di Cibitung) yang menangani sediaan ekstrak dalam bentuk bubuk dan cair serta sebuah pabrik di New Jersey, AS untuk menangani penyulingan dan pemurnian molekul alami. Semua pabriknya itu menggunakan teknologi paling baru yang ada untuk menghasilkan ekstrak bubuk, ekstrak cair dan produk spray dried bermutu tinggi dengan kapasitas mencapai 4.000 – 5.000 ton per tahun.

Ada sekitar 100 item produk yang ditangani Haldin. Ekstrak cair untuk minuman, misalnya, terdiri dari Coklat, Kopi, Bunga Krisan, Alang-alang, Rimpang Jahe, Teh Hijau, Asam Jawa dan Kunyit. Sedangkan ekstrak cair dalam bentuk teh dan kopi terdiri dari Black Tea Essence, Black Tea Concentrate, Black Tea Extract, Cofee Essence, Coffee Concentrate dan Coffee Extract.

Sediaan bubuk ada dua macam yakni ekstrak bubuk dan ekstrak bubuk alami. Ekstrak bubuk (powder extracts) terdiri dari Jeruk, Kayu Manis, Rimpang Jahe dan Apel. Tersedia pula ekstrak bubuk alami 1 (natural powder extract 1) yang bahannya tersedia melimpah di bumi Indonesia seperti Lidah Buaya, Pulosari, Jati Belanda, Sirih, Bunga Krisan, Kayu Manis, Alang-alang, Pasak Bumi, Rimpang Jahe, Pegagan, Gauarana 10%, Guarana 22%, Daun Jambu Biji, Jambu Biji, Kumis Kucing, Temulawak, Manjakani, Mengkudu, Gambir, Meniran, Pandan, Tempuyung, Jeruk Nipis, Sirsak, Keji Beling, Katuk, Asam Jawa dan Kunyit.

Sedangkan ekstrak bubuk alami 2 (natural powder extract 2) umumnya berbahan baku impor dari luar negeri seperti Bilberry, Black Cohosh, Black Elderberry, Curcumin 95%, Damiana, Echinacea purpurea, Echinacea angustifolia, Garcinia 50%, Garcinia 70%, Ginkgo biloba, Ginseng Siberian, Grape Seed,Licorice, Milk Thistle, Muira Puama, Panax Ginseng 2%, Panax Ginseng 10%, Panax Ginseng 15%, Phospolipid, Royal Jelly, Thyme, Tribulus terrestis, Yohimbe, Schisandra, Epimedium, Red Clover 18%.

Haldin mengekspor hampir 60 % produknya ke luar negeri yang meliputi AS, Jepang, Uni Eropa dan negara-negara ASEAN lainnya. Sementara, 40 % produknya diserap industri makanan dan minuman, makanan kesehatan, kosmetik, jamu dan farmasi dalam negeri.

Teknologi yang digunakan Haldin dalam memproses produknya merupakan yang paling canggih saat ini. Teknologi ”Spray Dried”yang dimilikinya, misalnya, mampu menghasilkan ekstrak dalam bentuk granula. Sediaan itu cocok sekali bagi produsen minuman karena granula lebih mudah larut dibandingkan bentuk bubuk biasa baik disajikan panas maupun dingin. Dengan menyuntikkan CO2 selama proses pengeringan, produk dengan efek gelembung dan busa bisa dihasilkan, sehingga tampak segar ketika disajikan. ”Haldin merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki 3 buah ISO sekaligus,” kata suami Dewi Haliman itu bangga. Ketiga ISO itu adalah ISO 9001 (sistem kualitas), ISO 22000 (keamanan produk) dan ISO 14001 (lingkungan).

Haldin menerapkan manajemen modern dengan melibatkan banyak quality assurance manager dan food scientist dan secara keseluruhan mempekerjakan sekitar 300 karyawan. ”Rata-rata mereka muda-muda dengan usia sekitar 30 tahunan dan lulusan S1,” tambah pria yang akrab dipanggil Ali Haliman itu.

Dalam proses bisnis Haldin juga menerapkan ERP (enterprise resources planning) berbasiskan SAP. Dengan demikian Haldin mampu mengotomatisasikan berbagai proses bisnis mulai dari produksi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan dan SDM dalam sebuah sistem informasi.” Kami merupakan perusahaan langka di Indonesia yang menggunakan peranti lunak SAP untuk sistem operasinya sehingga bisa online ke semua bagian ,” ujarnya.

Apa yang kira-kira dapat disumbangkan Haldin dalam kerangka kerjasama ABG? ”Kita leading di industri ini di Indonesia. Bagi Government kita bisa memberikan nilai tambah ke sektor pertanian dalam hal proses dari produk pertanian ke industri. Dengan pihak akademisi kita bisa melakukan join research, misalnya, bagaimana membuat temulawak ekstrak yang bagus,” kata pria yang dikarunia 3 anak perempuan semua itu.

“Atau juga untuk keperluan industri makanan mungkin dari kantor Menristek bisa menaruh mesin di tempat kita sebagai sebuah laboratorium di mana kita akan buka untuk kalangan akademisi. Kita akan buka pintu bagi mahasiswa yang akan belajar tentang dunia industri,” paparnya.

Bagaimana pendapat Anda? (ASW)

Pencerahan Hari Ini

Mencoba Sesuatu Yang Positif

Setiap orang pernah merasakan suatu kekecewaan, kegagalan, dan frustrasi. Kadang semuanya datang sekaligus, dan kita merasa dunia runtuh. Segera sesudah itu kita melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Segala sesuatunya terlihat berantakan.

Sekarang coba Anda melihat dari sisi lain untuk bangkit kembali. Bertindaklah. Lakukan sesuatu yang positif. Walau itu mungkin hanya menyapu halaman, atau membersihkan tumpukan file-file tua dari komputer Anda.

Lakukan tindakan, di mana Anda adalah penguasa hidup Anda, dan Anda akan merasa terfokus secara positif. Tindakan kecil dapat mengubah sikap Anda secara ajaib.

Cobalah menolong seseorang. Lakukanlah sesuatu untuk orang lain.Cobalah melayani orang lain. Semakin kecil orang itu, semakin baik. Lalu cobalah Anda keluar ruangan sejenak, dan perhatikan apa yang dapat Anda kerjakan bagi orang lain.


Orang lain tercipta untuk memperbaiki hidup Anda. Sekarang giliran Andalah memperbaiki hidup Anda, lewat orang lain.

Hitunglah keberuntungan Anda. Banyak hal baik dalam hidup Anda, dan sering Anda lupa bersyukur. Hargai dan bersyukurlah atas tempat tinggal Anda, atas kesehatan Anda, atas keluarga Anda, atas pengalaman hidup Anda, atas teman-teman Anda, atas ketrampilan Anda, pengetahuan Anda, dan hidup yang Anda miliki.

Temukan tantangan baru. Arahkan kembali energi negatif dan rasa frustrasi anda pada sesuatu yang dapat menantang anda untuk berbuat lebih baik.

Positif atau negatif, semuanya cuma ada dalam pikiran. Ubah sikap anda, dan melajulah.



Tahukah Anda



Dinasti Sui, yang berkuasa antara tahun 600 M mencurahkan perhatian selama kekuasaannya pada usaha pembangunan Kanal Besar China.


Kanal selebar 100 feet itu pada tepiannya dibangun jalan dan ditumbuhi pohon, merentang sepanjang 1.000 mil. Kanal itu selesai setelah pembangunan selama 25 tahun, dengan korban
manusia yang sangat besar. Hampir 5,5 juta orang terlibat dalam pembangunan Kanal Besar China. Diperkirakan 2,5 juta orang tewas akibat kerasnya lingkungan pembangunan, dan kondisi kerja yang kejam.

Kanal yang merentang dari Beijing ke Hangchow itu, masih dapat dilayari sejak 1.400 tahun yang lalu hingga sekarang.



Kata Bijak Hari Ini


Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat bicara prinsip, tegarlah seperti batu karang. (Thomas Jefferson)








Sumber : Kumpulan MotivasiNet 2004